Belanja praktis dan mudah, tiada lepas dan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pengalaman belanja yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebiasaan digital. Berpijak dari sana, IKEA — rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga terjangkau — melalui kemitraan strategis dengan Shopee, memperluas akses produk perabot rumah tangga dan dekorasi rumah […]
Sebuah kampanye bertajuk #SpeakUpforLove dihadirkan Closeup. Brand pasta gigi gel produksi PT Unilever Indonesia, Tbk. sudah menggencarkan #SpeakUpforLove sejak 2020.
Kampanye ini mengangkat pentingnya memberikan makna yang lebih fresh pada filosofi “Bibit, Bebet, Bobot” melalui serangkaian platform dan aktivitas yang menginspirasi pasangan muda untuk lebih percaya diri menyuarakan isi hati dalam memilih dan menjalani hubungan mereka.
“Closeup memiliki purpose menginspirasi pasangan muda untuk mengubah mutual attraction menjadi action, bebas dari keraguan diri atau penilaian orang lain. Nyatanya, filosofi ‘Bibit, Bebet, Bobot’ atau 3B masih menjadi tiga kriteria yang turun temurun dipergunakan keluarga dalam menentukan calon pasangan hidup yang terbaik bagi anak mereka. Pemahaman lama mengenai filosofi ini tidak jarang mengakibatkan banyak pasangan, utamanya mereka yang menjalin hubungan yang unconventional karena perbedaan mencolok seperti beda usia, latar belakang ekonomi, atau suku dan ras terpaksa menyudahi hubungan karena merasa tidak mampu memenuhi harapan dari keluarga maupun lingkungan,” ujar Distya Tarworo Endri, Head of Marketing Oral Care Category, PT Unilever Indonesia, diacara bertajuk #SpeakUpforLove Berikan Makan Segar pada Bibit, Bebet, Bobot. Agar Generasi Muda Berani Menyuarakan Isi Hati dalam Memilih dan Menjalani Cinta Sejati yang berlangsung selasa, 9 agustus 2022 di habitate Jakarta, Jakarta selatan.
“Melihat hal ini, Closeup melakukan studi yang memperlihatkan bahwa kriteria generasi muda dalam memilih pasangan telah mengalami pergeseran. Mereka lebih mendambakan chemistry secara interpersonal, pemikiran yang luas, dan visi yang sejalan. Usia yang sepantar, latar belakang ekonomi, dan persamaan suku atau ras kini kurang diprioritaskan. Untuk itu, melalui kampanye #SpeakUpforLove Closeup ingin mengangkat makna lebih fresh dari filosofi 3B, yang sesungguhnya dapat bertransformasi menjadi ‘Berbeda Bertumbuh Bersama’,” lanjut Distya Tarworo Endri.
Di acara dengan MC Ario Hendra Atmadja, menghadirkan pasangan selebriti Muhammad Fardhan dan Mikaila Patritz yang akan berbagi kisah Pingkan Rumondor, M.Psi., Psikolog Klinis dan Peneliti Relasi Interpersonal juga mengungkapkan pandangannya, : “Pemaknaan Bibit, Bebet, Bobot sebagai asal usul, latar belakang ekonomi keluarga, serta pendidikan dan keahlian calon pasangan sesuai dengan tujuan pernikahan di zaman dulu, yaitu untuk mengamankan harta, tanah, dan kedudukan. Ketika itu, cinta tidak termasuk dalam kriteria yang dianggap penting, dan kehidupan seseorang bergantung pada status yang dibawa sejak lahir, bukan diperoleh dengan kerja keras dan keterampilan.”
Tambahnya , “Hal ini berevolusi seiring perubahan zaman. Kaum dewasa muda kini punya kesempatan untuk menyampaikan perspektif tentang pasangan pilihan, sehingga diperlukan penyelerasan pandangan antara pasangan, keluarga dan masyarakat. Bagaimanapun, pandangan masyarakat memang menjadi penting karena turut membentuk pendapat pasangan dan keluarga mengenai pemilihan pasangan hidup’’.
Makna dari 3B ( Bibit, Bebet, dan Bobot
Studi kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan Closeup melibatkan lebih dari 160 responden dari berbagai wilayah Indonesia, yang terdiri dari mereka yang sedang menjalani hubungan unconventional, orang tua, hingga individu yang masih single. Hasil studi memperlihatkan bahwa penilaian dari lingkungan masih menghambat kelanjutan hubungan yang unconventional, sehingga 5 dari 10 orang yang menjalani hubungan tersebut jadi meragukan masa depan hubungannya.
Terkait filosofi 3B, ditemukan bahwa di semua kelompok responden hampir seluruhnya setuju bahwa pedoman ini pada dasarnya masih baik untuk diterapkan, namun hanya 2 dari 10 orang merasa bahwa definisi 3B yang sekarang berlaku masih relevan.
Akhirnya, studi ini menunjukkan bahwa 5 dari 10 orang menginginkan makna yang lebih fresh dari filosofi 3B, yang terangkum sebagai:
• Bibit: Memastikan asal-usul seseorang bukanlah untuk memvalidasi stereotype mengenai suku/ras tertentu, melainkan meyakinkan bahwa ia memiliki lingkungan atau support system yang mendorongnya untuk bertumbuh
• Bebet: Latar belakang ekonomi keluarga bukan jaminan masa depan yang cerah, melainkan kemampuan seseorang untuk memaksimalkan potensi diri
• Bobot: Latar belakang pendidikan dan keahlian tidak cukup, harus dipertajam dengan visi dan tujuan yang sama dengan pasangan.
Salah satu kunci kesuksesan dalam mendidik anak, terlebih pada masa anak menghadapi masa remaja, adalah komunikasi lancar. Maka ketika komunikasi orang tua dengan anak tidak maksimal atau yang terjadi buntu, maka anak atau remaja tadi mencari orang atau komunitas yang mau dan mampu menampung kegelisahan dirinya yang sudah merasakan guncangan psikologi menuju masa kedewasaan. Kiranya […]
Platform kesehatan digital nomor satu di Indonesia dengan lebih dari 30 juta pengguna aktif setiap bulannya, serta lebih dari 85.000 Dokter yang bergabung, Alodokter, dinyatakan sebagai salah satu platform telemedisin yang lolos uji coba Regulatory Sandbox dari Kementrian Kesehatan RI melalui unit Digital Transformation Office (DTO). Memiliki status Direkomendasi Bersyarat merupakan suatu kehormatan dan tanggung jawab yang besar bagi […]
Banyak pria tak menyadari bahwa sikap dan tindakan yang dianggap biasa, sebenarnya, bisa mengakibatkan rasa cemas wanita pasangannya. Pada kenyataannya, kecemasan wanita bisa memengaruhi kualitas aktivitas seksual. Dalam proses bersatunya dua manusia dalam ikatan pernikahan, tidak bisa dikesampingkan, terkadang mengalamani rasa cemas. Apalagi, pola orang moderen, di mana pria mau pun wanita pasangannya mengejar karier […]