Kehadiran 20 kelompok Teater terpilih siap menggetarkan panggung Festival Teater Indonesia (FTI) di empat Kota. Tepatnya, kotak titik temu FTI — merupakan kolaborasi TITIMANGSA dengan PENASTRI (Perkumpulan Nasional Teater Indonesia) serta didukung oleh Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI — : Medan : Bali Eksperimental Teater (Jembrana, Bali), Luna Vidya/Storytelling Academy […]
Walau terbilang karier langka, Dian Natalina sangat menikmati pekerjaannya sebagai seorang Terapis Musik. Untuk bidang yang ia geluti, wanita kelahiran Jakarta, 28 Desember 1973, yang menyandang S1 Arsitektur dari Universitas AtmaJaya, Yogyakarta, dan menyelesaikan pendidikan Bachelor Music Pedagogy berlanjut Master Degree Music Therapy dari DAYA Indonesia, ini menyebut, bahwa ketika klien mengalami perubahan kemajuan dalam proses terapinya, itulah yang memberikan kebahagiaan tak ternilai untuk dirinya.
Terapi musik ternyata mampu memberi efek secara psikologis. Bila dilakukan dalam jangka panjang, maka hal ini akan memberi efek pada sistem tubuh seseorang. Efek positifnya, akan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Namun jika efek negatif, maka akan menyebabkan banyak kesulitan, misalnya berupa depresi, perasaan tidak pede, tidak peduli lingkungan, anti sosial dan beberapa lainnya.
Berikut sepak terjang Dian, panggilan akrab penikmat film Avenger yang rutin jogging dan gym untuk menjaga kebugaran, dalam mewujudkan cita-citanya, serta upaya apa saja yang dilakukannya untuk memperkenalkan profesi, ini kepada masyarakat Indonesia secara luas.
Bisa diceritakan perjalanan hingga bersentuhan dengan Dunia seni musik ?
Saya tertarik dengan bidang musik sejak usia belia. Dari sana, saya awali mempelajari alat musik instrumenkeyboard kemudian electone dan akhirnya piano, dan itu saya geluti sampai saat ini. Berbekal hal itu, saya memulai karier dalam bidang musik. Tepatnya pada tahun 2003, dimulai dengan mengajar piano untuk anak-anak tingkat beginner. Berlanjut, saya mengambil beberapa sertifikasi Internasional.
Bagaimana Anda membekali diri ?
Tahun 2010, saya menyelesaikan pendidikan Bachelor Degree Pedagogi Musik di IMDI (Institut Musik Daya Indonesia), di bawah bimbingan Prof.Tjut Nyak Deviana Daudsjah, A.Mus.D. Berlanjut, tiga tahun kemudian, saya menyelesaikan pendidikan Master Music Therapy di DAYA Indonesia Performing Arts Academy. Dari sana, saya memulai praktek dan pertama kali di Tirtayu Healing Centre, Jalan Senopati Jakarta. Selanjutnya mengajar di Milestone Therapy Centre-Cikarang dan di kampus DAYA Indonesia.
Lantas Anda melangkah sebagai Terapis Musik. Bagaimana kisahnya ?
Pilihan saya sebagai Terapis Musik awalnya atas saran dan dukungan dari Prof.Tjut Nyak Deviana. Dari sana, setelah saya pelajari, ternyata saya benar-benar mencintai bidang ini. Terasa cocok ditunjang dengan minat bakat yang saya miliki. Tentu, untuk mewujudkan keinginan sebagai terapis musik, saya harus membekali diri. Dalam terapi musik, saya menggunakan beberapa instrumenperkusi agar mudah diikuti oleh klien, seperti castanye, shaker, tamborine, rapai, gong, kenong.
Apa yang dimaksud dengan terapi musik dan apa yang dilakukan selama ini sebagai Terapis Musik ?
Terapi musik adalah penggunaan profesional dari musik dan unsur-unsurnya sebagai intervensi di lingkungan medis, pendidikan dan aktivitas sehari-hari dengan individu, kelompok, keluarga, Atau masyarakat yang berusaha mengoptimalkan kualitas hidup mereka dan meningkatkan fisik, sosial, komunikatif, emosional, intelektual dan kesehatan serta kesejahteraan spiritual.
Kala itu, apa yang terlintas di benak Anda menjadi Terapis Musik ?
Menjadi Terapis musik tentunya memberi kebahagiaan secara batin, karena klien yang ditangani berbeda-beda dan memiliki permasalahan sendiri. Setiap klien mempunyai goal masing-masing, yang bisa dicapai jika ada kerjasama antara terapis dan klien. Dan yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana membentuk hubungan antara klien dan terapis sehingga terbentuk komunikasi dan kesediaan klien untuk diterapi.
Terapi musik, ini pada siapa saja dapat diterapkan ?
Terapi musik dapat diterapkan pada semua orang, baik mereka yang dalam keadaan menderita penyakit tertentu mau pun dalam keadaan sehat. Terapi musik merupakan proses di mana seorang Terapis menggunakan musik dalam membantu klien yang memiliki masalah secara facet–physical, emotional, mental, social, aesthetic and spiritual. Yang terutama adalah bagaimana seorang Terapis Musik menggunakan alat musik dan memilih jenis musik untuk mencapai hasil akhir yang tepat bagi kliennya. Sepanjang menjalani profesi sebagai terapis musik, pada dasarnya semua klien harus diterima secara profesional.
Penyakit apa saya yang ditangani dengan musik …..?
Pada dasarnya semua penyakit yang berhubungan dengan organ dalam tubuh dan pikiran bisa disembuhkan dengan terapi musik. Sampai saat, ini yang umum saya tangani, anak berkebutuhan khusus, anxiety, ibu hamil, penyakit kanker. Dapat diuraikan, terapi musik berhubungan dengan kesehatan, khususnya kesehatan mental, jadi walau pun musik berfungsi sebagai hiburan/entertain, tapi tetap pada tujuan utama yaitu untuk kesehatan. Sebagai Terapis Musik harus bisa meningkatkan kondisi kesehatan mental klien.
Perkembangan profesi Terapis Musik di Indonesia. Bagaimana minat kaum muda mendalami pendidikan di bidang terapi musik ?
Profesi ini tergolong baru di Indonesia, masih perlu dilakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat indonesia. Sebagian masyarakat kota besar sudah mulai mengenal terapi Musik. Minat kaum muda belum terlalu banyak, karena profesi, ini memang perlu ketekunan dan kesabaran dalam pelaksanaannya.
Untuk Anda sendiri, prospek ke depan dari menggeluti profesi sebagai Terapis musik ?
Saya optimis terapi musik akan berkembang baik sekali di Indonesia karena kita memiliki banyak sekali musik Negeri yang sangat positif-inspiratif yang bisa menjadi media dalam meningkatkan kesehatan. mental penduduk Indonesia.
Anda sebagai Terapis Musik, di mana letak kepuasan dan kebahagiaan yang dirasakan ?
Kebahagiaan saya ketika klien mengalami perubahan kemajuan dalam proses terapi. Proses, ini tidak sama pada setiap klien, ada yang cepat memberi efek dan hasil, tetapi juga ada yang perlu waktu untuk hasil yang diharapkan.
Target pribadi ke depan …
Saya sedang menyusun buku terapi musik yang lebih lengkap sehingga bisa dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Dan apa goal Anda ?
Goal saya, mensosialisasikan terapi musik ke pada Indonesia. Bahwa terapi Musik bukan hanya untuk orang yang menderita penyakit namun sangat efektif digunakan untuk meningkatkan kesehatan mental masyarakat sehingga kita bisa menjadi Bangsa yang berbudaya dengan Musik Indonesia.
Bagaimana kelanjutan dari mendalami alat musik piano ?
Saya terus berlatih piano, khususnya dalam improvisasi untuk melakukan terapi.
Mendengar kalimat ‘reaktor nuklir’, terbayangkan betapa dahsyatnya orang bekerja dan menyandang profesi bidang ini. Dan tak terelakkan, yang berkaitan dengan reaktor nuklir, oleh banyak orang dibayangkan identik — merupakan pekerjaan dan profesi milik — kaum Adam. Berjalannya waktu, kiranya tidak sedikit wanita — berparas cantik — yang menjadi bagian dari pengoperasian reaktor nuklir. Itu […]
Seringkali filosofi Bibit, Bebet, Bobot (3B) menjadi kriteria yang dipergunakan oleh orangtua dalam menentukan calon pasangan hidup yang terbaik bagi buah hatinya. Hanya saja, pemahaman yang kaku cenderung membuat tidak sedikit orangtua mau pun masyarakat mengotak-ngotakkan kriteria calon pasangan yang dianggap ideal. Kiranya, hal ini memberi akibat banyak pasangan, terutama yang menjalin hubungan tidak konvensional […]
Keinginan memberdayakan kaum muda tak pernah surut dari benaknya, sejenak sekali pun. Wanita berkulit bening, Tamara Gondo, melalui produksi ramah lingkungan, pun bergandeng pengungsi. Nilai apa yang diraih ? Adalah pengusaha muda, Tamara Goondo, merupakan salah satu anggota Generation17, kemitraan antara Samsung dan United Nations Development Programme (UNDP), tak henti berkeinginan memberdayakan kaum muda di […]