Music

‘MEMELUK MIMPI-MIMPI: MERDEKA BELAJAR, MERDEKA MENCINTAI’ :KONSER MUSIKAL KOLABORASI TITIMANGSA BERSAMA SMM YOGYAKARTA

Hari Pendidikan Nasional, pada 02 Mei 2024, perayaan menawan dihadirkan Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media berkolaborasi dengan Titimangsa dan SMKN 2 Kasihan (SMM Yogyakarta) menghadirkan sebuah karya monumental, pementasan konser musikal bertajuk “Memeluk MimpiMimpi: Merdeka Belajar, Merdeka Mencintai“.

Konser Musikal ‘Memeluk Mimpi-Mimpi: Merdeka Belajar, Merdeka Mencintai’ merupakan salah satu implementasi program Merdeka Belajar yang bertujuan untuk mengekspresikan karya melalui pembelajaran yang relevan dan menyenangkan. Selain penampilan dari para siswa dan guru SMM Yogyakarta, juga akan menampilkan seniman ternama Tanah Air yang akan berkolaborasi bersama.

“SMKN 2 Kasihan adalah contoh unik dari Pendidikan yang menggabungkan nilai kesenimanan dengan keterampilan teknis di mana para murid juga dipersiapkan untuk berkancah di Dunia industri musik. Kami menyambut baik dan mendukung penuh pertunjukan musikal Memeluk Mimpi-Mimpi sebagai hasil kolaborasi antara SMKN 2 Kasihan dengan Titimangsa,” demikian disampaikan Nadiem Makarim selaku  Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Lanjutnya,”Melalui pertunjukan ini, adik-adik murid SMKN 2 Kasihan memperoleh pengalaman langsung mengenai proses penggarapan sebuah pertunjukan musikal, mulai dari kerja artistik sampai kerja manajemen yang dilakukan secara profesional. Saya berharap kolaborasi antara SMKN 2 Kasihan dengan Titimangsa menjadi awal mula bagi lebih banyak kolaborasi harmonis yang tercipta antara Pendidikan vokasi yang berfokus pada Seni dan Budaya.”

Jelang acara Pementasan Konser Musikal ‘Memeluk Mimpi-Mimpi: Merdeka Belajar, Merdeka Mencintai’, berlangsung pada 24 April 2024, bertempat di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki – Jakarta,  Happy Salma sebagai Produser sekaligus Direktur Kreatif pertunjukan, mengatakan,”Ketika gagasan awal muncul dari pelopor program Merdeka Belajar beserta tim Kemendikbudristek, saya berpikir bagaimana memberikan ruang istimewa untuk jiwa-jiwa muda yang bebas mencintai dirinya, memiliki bakat, pengetahuan yang holistik itu, agar bisa dekat dengan keseharian.”

Lanjutnya,”Saya sebagai pribadi yang juga turut larut dalam kebebasan program Merdeka Belajar, merasa bersyukur diberi kesempatan melaksanakan konser musikal ini menjadi kenyataan.”

Bertebar pesona dari konser musikal ini dengan kehadiran  lagu-lagu klasik yang menjadi kekuatan utama dari SMM Yogyakarta, dan tentu merupakan  mimpi para siswa-siswi SMM Yogyakarta yang sangat antusias dan bersemangat berlatih untuk konser ini,  Lagu-lagu tersebut ditafsir ulang dan dibangun narasi cerita yang mengelilinginya. Dan, selain penampilan dari para Siswa serta Guru dari SMM Yogyakarta, di konser musikal ini akan berkolaborasi dan menampilkan  seniman ternama Tanah Air dalam  membawakan lagu klasik andalan.

Ada pun pelaku seni terbaik Indonesia yang tampil, di antaranya  Danu Kusuma, Sherina Munaf, Nyoman Paul dan Mawar De Jongh. Untuk narrator adalah  Happy Salma dan Ario Bayu, serta menampilkan bintang tamu Isyana Sarasvati dan Heny Janawati

Sherina Munaf berperan sebagai Larasati mengungkapkan, “Menjadi bagian dari pertunjukan yang berkisah mengenai suka dukanya meraih mimpi, membuat aku jadi ikut berkaca pada mimpi-mimpiku sendiri dan generasi penerus kita semua. Sebuah tema yang sangat relevan untuk para teman-teman SMM Jogjakarta yang sebentar lagi akan menghadapi dunia di luar sekolah. Teruslah rawat dan kejar mimpimu!”.

Isyana Sarasvati sebagai solois menyampaikan, “Merdekakan dirimu dalam berkarya, sehingga kamu bisa memancarkan dirimu yang paling sejati.”

Sementara Mawar De Jongh yang berperan sebagai Rena dalam koser musikal ini mengutarakan, “Senang sekali rasanya bisa menjadi bagian dari pertunjukan konser musikal ‘Memeluk Mimpi-Mimpi’, karena bermain dalam teater musikal adalah salah satu impian saya sejak dulu.

Selaras dengan Mawar, Nyoman Paul yang didapuk bernyanyi sekaligus berperan sebagai Raka menyampaikan, “Teater musikal ini memberikan banyak dampak positif untuk Dunia Seni. Terima kasih sudah selalu menghargai arti seni, yang saya rasa sama halnya dengan inti dari ‘Memeluk Mimpi-Mimpi’.”

Pementasan ini juga didukung oleh orang-orang yang berdedikasi dibidangnya yaitu Happy Salma sebagai Produser dan Direktur Kreatif sekaligus Narator, Wawan Sofwan sebagai Sutradara, Felix K. Nesi (Penulis Naskah), Tohpati (Penata Musik), Iskandar Loedin (Penata Artistik), Rangga Joned (Direktur Kreatif), dan Josh Marcy (Penata Tari).

“Dalam penanggalan Jawa, 72 tahun, sejak SMM Yogyakarta berdiri hingga tahun 2024 ini, artinya tepat 9 windu. Akhirnya kami sepakat memilih angka 9 sebagai simbol jumlah pembabakan. Tantangan bagi kami adalah bagaimana mengemas sebuah persembahan orkestra yang serius dengan balutan pertunjukan yang bisa diterima oleh seluruh kalangan,” ungkap Sutradara Wawan Sofwan.

“Konser Musikal ‘Memeluk Mimpi-Mimpi’ adalah sebuah produksi musikal yang proses kreatifnya dimulai dari bakat luar biasa pelajar-pelajar SMM Yogyakarta dalam bermusikalitas, saya sebagai Direktur Kreatif bersama Happy Salma berkolaborasi bagaimana alunan-alunan indah ini bisa bercerita, bermimpi, dan akhirnya bergerak menjadi sebuah kehidupan. “Memasak” sebuah konser musikal selalu menyenangkan dan penuh eksplorasi membutuhkan banyak “bumbu” untuk menciptakan rasa yang nikmat di mana elemen berbagai seni bertemu di satu titik menciptakan sebuah keindahan. Dan harmoni tak hanya dilihat namun juga terasa sampai ke hati,” ujar Rangga Djoned sebagai Direktur Kreatif.

“Proses penyusunan aransemen awalnya cukup menantang karena waktu yang tidak banyak, jarak yang berjauhan dengan para pemain. Namun setelah proses latihan, hampir tidak ada kendala sama sekali. Melihat keseriusan para siswa dalam berlatih serta kemampuan bermusik yang sangat baik, saya yakin mereka dapat menampilkan pertunjukan yang memukau dan kelak menjadi musisi profesional yang andal,” ungkap Tohpati sebagai Penata Musik.

[]Andriza Hamzah

Photo : Dok. EPR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *