Belanja praktis dan mudah, tiada lepas dan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pengalaman belanja yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebiasaan digital. Berpijak dari sana, IKEA — rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga terjangkau — melalui kemitraan strategis dengan Shopee, memperluas akses produk perabot rumah tangga dan dekorasi rumah […]
Sebuah kolaborasi musik yang fresh! Dua generasi bersatu dalam eksplorasi musik elektronik. Berawal dari gagasan Osvaldo Nugroho dan Winky Wiryawan yang pernah melewati “golden era” dari skena electronic music Tanah Air. Kini, keduanya tergerak kembali melahirkan trek dance music dari era mereka, namun kini dengan sentuhan progressive house serta imbuhan tema permainan instrumen gitar yang catchy.
Pilihan lagu diberi judul ”Sassy”.
Untuk mengisi vokal di karya barunya, ini tiada nama lain selain Sara Fajira yang menjadi pilihan Osvaldo dan Winky. Alasan keduanya, melihat eksplorasi musik Sara yang menembus berbagai genre, mulai dari pop, elektronik sampai ke metal, benar-benar total. Bisa dibilang, konsep “Sassy” merupakan bentuk eksplorasi musik elektronik era club di tahun 2000-an, tapi diwarnai dengan tarikan nada vokal yang modern.
Lirik “Sassy” sendiri menceritakan tentang sisi ‘liar/lain’ wanita yang juga bisa seperti pria, melanglang buana, tebar pesona, bermain ke sana-ke mari, tidak terbawa perasaan, tidak ada hubungan atau tali ikatan antara satu sama lain, mencari kesenangan dan kebahagiaan hanya untuk dirinya sendiri.
Lelah dengan hubungan yang terulang itu-itu saja, lalu memutuskan untuk menyembuhkan diri sendiri dengan bersenang-senang tanpa harus mencari cinta atau jatuh cinta.
Sebagai pencetus dari proyek musik ini, Osvaldo menceritakan dengan antusias bagaimana lagu ini mereka garap. “Saya dan Winky benar-benar seperti melewati lorong waktu perjalanan karier kami dan kami tuangkan melalui sound–sound di lagu “Sassy” ini. Dan vokal dari Sara yang sangat merepresentasikan EDM scene masa kini sebagai perwujudan bahwa kami masih konsisten di karier musik dan (profesi) DJ kami”.
“Lagu ‘Sassy’ untuk saya adalah salah satu original track club friendly yang bisa dimainkan semua DJ. Dengan sound progressive house di era saya dan Osvaldo yang kental dan isian vokal Sara, mengingatkan pada sound–sound 2000-an yang sering saya mainkan di serial event ‘Basement Of Heaven’ (B.O.H),” imbuh Winky memperjelas konsep lagunya.
Sementara di mata Sara Fajira yang menulis liriknya, “Sassy” merupakan lagu yang seru. Tidak hanya dari warna musik, dengan genre nostalgic dan magic, yang dibuat oleh the legends themselves, Winky Wiryawan dan Osvaldo Nugroho.
“Gambaran dari “Sassy” ini sendiri juga, adalah liriknya yang membuat menarik. Mungkin ini adalah salah satu perwakilan untuk para wanita yang juga merasakan hal yang sama. Sungguh menggemaskan,” seru Sara dengan menggebu.
“Sassy” yang dirilis via ON Musik dan didistribusikan melalui Warner Music Indonesia tersebut sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital mulai 20 Mei 2022.
Tiada henti hadirkan keindahan lantunan suara dan alat musik yang berbeda di panggung musik. Itulah yang disampaikan oleh pelaku seni dari DAYA Indonesia Performing Arts Academy, merupakan Sekolah Seni Pertunjukkan Tari, Musik dan Drama yang didirikan oleh Prof. DR. Tjut Nyak Deviana Daudsjah D.TH., A.MUS.D, pada 21 tahun lalu. Pada bulan Agustus 2024, panggung di […]
Kembali hadir dan menghanyutkan segala rasa para penikmat Musik dari usia dewasa juga gen milnial. Itulah yang dihantarkan 7 pelaku seni Musik – Maria Miselsi, piano, Leony Lexmana, violin/biola, Yogi Gerry Purba, penabuh drum, Obaja Maruli Simatupang, double bass, Akira Widyantara pada keyboard, Kevin Meyza, gitar 1 dan Gian Van den Bos, gitar 2 – para Mahasiswa dari DAYA Indonesia Performing Arts Academy. Di atas panggung […]
Inspirasi, sebagai dan bagi Seniman bisa datang dari mana saja. Terkadang dari sebuah pengalaman lama, yang meninggalkan kesan dan begitu membekas di hati. Ini bisa menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah habis untuk digali. Itulah yang terjadi pada AmPm (baca: Ampam,. duo Produser kreatif bertopeng asal Jepang, ketika berkesempatan berkunjung ke Jakarta, menjadi satu pengalaman […]