Hari Rabu, 20 Mei 2026 malam, ada tebar keindahan. Tepatnya, panggung di The Ballroom Djakarta Theatre menjadi ruang pertemuan antara seni, empati, dan aksi nyata melalui pergelaran amal GITA CITRA CITA, sebuah inisiatif fundraising yang diprakarsai Lions Club Jakarta Jaya Sunter Agung untuk mendukung program Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI). Acara spesial dan berpesona […]
Bagi survivor
kanker payudara, harus kah jadi berhenti berkarya?
Pertanyaan ini terbilang tersimpan mendalam
pada banyak pasien kanker payudara metastatis setelah menjalani
pengobatan dan perawatan. Dengan kondisi
fisik dan psikis yang tidak sama lagi, bahkan setelah dinyatakan sebagai survivor atau penyintas kanker, kekhawatiran kian menerpa.
Beberapa kekhawatiran yang kerap dihadapi oleh survivor
kanker payudara saat harus kembali bekerja adalah terkait tingkat energi,
kemampuan berkonsentrasi atau fokus, kecepatan melakukan pekerjaan dibandingkan
dengan sebelum terkena kanker payudara, memenuhi ekspektasi atasan atau rekan
kerja, atau kekhawatiran bagaimana meminta bantuan dari orang-orang di sekeliling tempat bekerja, dan lain-lain.
Maka persiapan yang perlu diperhatikan oleh
survivor kanker payudara sebelum kembali aktif bekerja dan berkarya, adalah hasil kesehatan fisik,
melakukan program rehabilitasi
fisik tertentu jika diperlukan, dan menyesuakian
gaya hidup baru dengan memerhatikan beberapa hal.
Di antaranya yang adalah : memerhatikan variabel dan jenis resiko pada pekerjaan yang ada untuk disiapkan sebelum memulai bekerja dan mempersiapkan fisik. Juga memerhatikan aspek kesehatan fisik terdiri atas rangkaian pergerakan tangan, kekuatan otot, rasa sakit, limfedema, gangguan kognitif, kesehatan psikis, dan perubahan kegiatan pada kehidupan sehari-hari.
Dr. Walta Gautama, Sp.B(K)Onk
Para survivor
sangat disarankan agar selalu menjaga asupan dengan makan makanan
bergizi, cukup istirahat, olahraga secara teratur dan melakukan kontrol dan
pemeriksaan sesuai dengan jadwal yang ditentukan dokter.
Demikian penjelasan rinci
dari Dr. Walta
Gautama, Sp.B(K)Onk, Ahli Bedah Onkologi, Dalam acara webinar diskusi media bertajuk “Haruskah Survivor Kanker Payudara
Berhenti Berkarya?”, yang diselenggarakan Pfizer
Indonesia,
pada medio Desember 2020.
“Hidup
adalah pilihan, begitu juga untuk survivor
kanker payudara. Yang terpenting adalah bagaimana mengisi hari dengan tujuan
dan prioritas hidup, dan selalu berpikiran positif dan
jangan lupa untuk selalu bahagia,” pesan Dr. Walta Gautama.
Guna mendorong warrior dan survivor kanker payudara untuk selalu bersikap dan berpikir postif, adalah Yayasana Kanker Payudara Indonesia (YKPI), yang dipimpin oleh Linda Agum Gumelar, membentuk wadah yang bertujuan untuk berbagi informasi yang akurat tentang informasi kesehatan, pengalaman para anggota grup selama proses pengobatan, dan juga sebagai wadah memberikan semangat dan motivasi kepada sesama teman-teman penyintas kanker payudara lainnya.
Linda Agum Gumelar
“Walau pun dalam masa
pandemi Covid–19, selalu menerapkan
protokol kesehatan, tetaplah bersahabat dengan situasi sekarang ini dan tetap
semangat dan optimis,” pesan Linda Agum Gumelar.
Dr. Dyana Suwandy, Medical Affairs Manager Pfizer Indonesia
mengatakan, “Pfizer mengambil peran dalam mengurangi beban penyakit kanker
payudara metastasis, dan merupakan
komitmen Pfizer dengan menghadirkan terapi
inovatif khususnya bagi penderita kanker payudara HR positif, HER2
negatif.“
Lebih lanjut dr. Dyana
Suwandy menjelaskan bahwa dengan mengurangi beban
pasien akan menjaga kualitas hidup survivor kanker payudara. Hal ini dilakukan dengan, antara lain,
mengadakan kegiatan bersama organisasi pasien untuk menggaungkan pentingnya survivor
kanker payudara kembali berkarya sebagai bagian dari menjaga kualitas
hidup.
Jadi para survivor
kanker payudara termasuk kelompok yang rentan dalam situasi pandemi saat ini
tetapi bukan berarti harus berhenti berkarya atau berdiam diri.
Perkembangan Dunia yang begitu cepat dalam beberapa bulan terakhir, terutama dalam bidang Kesehatan publik, telah menimbulkan kekhawatiran banyak pihak. Di penghujung tahun 2019, virus terbaru dari gugus Coronavirus yang disebut COVID-19, menyeruak dan melanda Dunia, ini utamanya ditemukan pada cairan di tenggorokan dan hidung. Penularannya melalui droplet (cairan batuk atau bersin), dan seperti kita ketahui […]
Jakarta – Optimisme untuk melanjutkan program Gerakan NUSANTARA 2018, — jalinan kerjasama Frisian Flag dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (KemenPPPA) Anak Bidang Tumbuh Kembang Anak — guna meningkatkan kualitas edukasi gizi dan menghasilkan perkembangan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku (PSP) siswa akan gizi ke arah yang lebih baik, tahun ini […]
Pneumonia selain banyak menyebabkan kematian pada anak-anak, penyakit pneumonia juga banyak menyerang orangtua di atas usia 50 tahun. Terlebih, di Indonesia insiden tahunan pneumonia pada orangtua Indonesia mencapai sekitar 25-44 kasus per 1000 orang. Tentu, betapa begitu pentingnya pencegahan sejak dini, paru-paru terjaga baik. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, dan dari melihat jumlah prevalensi pneumonia […]