Perubahan ekspektasi ini menunjukkan bahwa masa depan teknologi tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa canggih sebuah perangkat, tetapi juga oleh seberapa baik teknologi mampu memahami kebutuhan penggunanya. “Di Samsung, kami percaya AI seharusnya hadir bukan hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi sebagai solusi yang mampu memberikan nilai nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, AI perlu bekerja […]
Bagi survivor
kanker payudara, harus kah jadi berhenti berkarya?
Pertanyaan ini terbilang tersimpan mendalam
pada banyak pasien kanker payudara metastatis setelah menjalani
pengobatan dan perawatan. Dengan kondisi
fisik dan psikis yang tidak sama lagi, bahkan setelah dinyatakan sebagai survivor atau penyintas kanker, kekhawatiran kian menerpa.
Beberapa kekhawatiran yang kerap dihadapi oleh survivor
kanker payudara saat harus kembali bekerja adalah terkait tingkat energi,
kemampuan berkonsentrasi atau fokus, kecepatan melakukan pekerjaan dibandingkan
dengan sebelum terkena kanker payudara, memenuhi ekspektasi atasan atau rekan
kerja, atau kekhawatiran bagaimana meminta bantuan dari orang-orang di sekeliling tempat bekerja, dan lain-lain.
Maka persiapan yang perlu diperhatikan oleh
survivor kanker payudara sebelum kembali aktif bekerja dan berkarya, adalah hasil kesehatan fisik,
melakukan program rehabilitasi
fisik tertentu jika diperlukan, dan menyesuakian
gaya hidup baru dengan memerhatikan beberapa hal.
Di antaranya yang adalah : memerhatikan variabel dan jenis resiko pada pekerjaan yang ada untuk disiapkan sebelum memulai bekerja dan mempersiapkan fisik. Juga memerhatikan aspek kesehatan fisik terdiri atas rangkaian pergerakan tangan, kekuatan otot, rasa sakit, limfedema, gangguan kognitif, kesehatan psikis, dan perubahan kegiatan pada kehidupan sehari-hari.
Dr. Walta Gautama, Sp.B(K)Onk
Para survivor
sangat disarankan agar selalu menjaga asupan dengan makan makanan
bergizi, cukup istirahat, olahraga secara teratur dan melakukan kontrol dan
pemeriksaan sesuai dengan jadwal yang ditentukan dokter.
Demikian penjelasan rinci
dari Dr. Walta
Gautama, Sp.B(K)Onk, Ahli Bedah Onkologi, Dalam acara webinar diskusi media bertajuk “Haruskah Survivor Kanker Payudara
Berhenti Berkarya?”, yang diselenggarakan Pfizer
Indonesia,
pada medio Desember 2020.
“Hidup
adalah pilihan, begitu juga untuk survivor
kanker payudara. Yang terpenting adalah bagaimana mengisi hari dengan tujuan
dan prioritas hidup, dan selalu berpikiran positif dan
jangan lupa untuk selalu bahagia,” pesan Dr. Walta Gautama.
Guna mendorong warrior dan survivor kanker payudara untuk selalu bersikap dan berpikir postif, adalah Yayasana Kanker Payudara Indonesia (YKPI), yang dipimpin oleh Linda Agum Gumelar, membentuk wadah yang bertujuan untuk berbagi informasi yang akurat tentang informasi kesehatan, pengalaman para anggota grup selama proses pengobatan, dan juga sebagai wadah memberikan semangat dan motivasi kepada sesama teman-teman penyintas kanker payudara lainnya.
Linda Agum Gumelar
“Walau pun dalam masa
pandemi Covid–19, selalu menerapkan
protokol kesehatan, tetaplah bersahabat dengan situasi sekarang ini dan tetap
semangat dan optimis,” pesan Linda Agum Gumelar.
Dr. Dyana Suwandy, Medical Affairs Manager Pfizer Indonesia
mengatakan, “Pfizer mengambil peran dalam mengurangi beban penyakit kanker
payudara metastasis, dan merupakan
komitmen Pfizer dengan menghadirkan terapi
inovatif khususnya bagi penderita kanker payudara HR positif, HER2
negatif.“
Lebih lanjut dr. Dyana
Suwandy menjelaskan bahwa dengan mengurangi beban
pasien akan menjaga kualitas hidup survivor kanker payudara. Hal ini dilakukan dengan, antara lain,
mengadakan kegiatan bersama organisasi pasien untuk menggaungkan pentingnya survivor
kanker payudara kembali berkarya sebagai bagian dari menjaga kualitas
hidup.
Jadi para survivor
kanker payudara termasuk kelompok yang rentan dalam situasi pandemi saat ini
tetapi bukan berarti harus berhenti berkarya atau berdiam diri.
Jakarta, 18 Agustus 2018 – Semenjak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia lancar menebarkan ajakan betapa pentingnya pembentukan tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama atau masa periode emas, diharapkan berujung kian lekat di telinga masyarakat luas. Ada catatan yang perlu diketahui mengenai 1000 hari yang terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada 2 […]
Produk susu bubuk pertumbuhan Susu Bendera merupakan komitmen Frisian Flag Indonesia (FFI) untuk menyediakan produk susu dengan gizi lengkap yang terjangkau, sebagai kontribusi perusahaan untuk mengatasi isu malnutrisi terutama stunting. Sepanjang 100 tahun kehadirannya di tengah keluarga Indonesia, di Tanah Air, sekaligus menjadi mitra orangtua dalam membentuk generasi Indonesia yang tumbuh sehat dan aktif. Juga […]
Untuk para orangtua – utama – para Ibu, perlu memerhatikan data Nielsen dari survei Brand Health Tracking mengenai Formula Bayi dan Formula Lanjutan (IFFO) tahun 2015 lalu. Angka menunjukkan, dari 46% respondennya yang menyatakan kebutuhan mereka akan air khusus untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, sebesar 65% di antaranya menyatakan bahwa bayi memerlukan air […]