Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Kualitas
sumber daya manusia merupakan faktor mendasar yang perlu diperhatikan guna
meningkatkan daya saing dan produktivitas angkatan kerja dalam menghadapi bonus
demografi yang kian menantang.
Bertambah, di
tengah kondisi pandemi membuat pertumbuhan angkatan kerja kurang diimbangi dengan pertumbuhan lapangan
kerja, dan menyebabkan angka tingkat pengangguran terbuka naik 1,84%
menjadi 7,07%.
Bertolak dari sana juga, Samsung Tech Institute (STI) STI
yang dihadirkan oleh Samsung sejak tahun 2013, h guna menyelaraskan kurikulum
SMK dengan kompetensi yang dibutuhkan Industri, perkaya kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) guna mempersiapkan lulusan yang berkualitas, sekaligus bertujuan untuk
memperbesar peluang kerja bagi para lulusan SMK.
“Dalam
menghadapi persaingan keahlian tenaga kerja, Pendidikan
kejuruan dituntut untuk meningkatkan kualitas serta mengembangkan konsep
pembelajaran yang memberikan hasil signifikan
terhadap peningkatan keahlian atau kompetensi,” ujar Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia.
Catatan tersendiri, Program
STI memberikan kesempatan bagi para siswa untuk memiliki keahlian yang sesuai
dengan kebutuhan Industri, serta mampu memperbesar peluang kerja
ketika mereka lulus. Inisiatif ini sekaligus mendukung program link and
match yang digaungkan oleh Pemerintah sejak tahun 2017, lanjut kata Ennita Pramono.
Beroperasi
secara resmi sejak tahun 2013 dengan nama
Rumah Belajar Samsung, program STI bertujuan untuk memberikan pelatihan
perbaikan alat-alat elektronik bagi generasi muda dengan bermacam-macam latar
belakang, sehingga lulusannya memiliki keterampilan lebih dan mampu bersaing dalam mendapatkan pekerjaan.
Pada
tahun 2017, program ini disempurnakan dengan memperkaya kurikulum dan target
penerima manfaat yaitu SMK,
dengan
menyuguhkan tiga kurikulum yang terdiri dari kelas Home Appliances (HA),
Audio Video (AV) dan Hand Held Product (HHP) untuk kelas 10, 11
dan 12, menjadikan program STI selaras dengan upaya Pemerintah
dalam merealisasikan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi
SMK.
”Kurikulum yang diberikan membuka kesempatan bagi kami untuk mengasah
keterampilan dan juga meningkatkan
kompetensi dalam menangani kerusakan pada perangkat elektronik. Kemampuan
inilah yang menjadikan kami tenaga siap kerja dan berhasil mendapatkan
pekerjaan sebagai Teknisi Consumer Electronics”, ungkap Wawan Bima Saputra dan Yudha
Anggoro Putra, yang merupakan alumni STI Kediri (SMK Al-Huda Kota Kediri)
lulusan tahun 2020.
Hingga saat ini, tercatat 789 lulusan STI dari
angkatan 2017 yang telah lulus di tahun 2020. Sebagian dari mereka sudah
mendapatkan pekerjaan, baik sebagai teknisi mau pun yang berhubungan dengan Industri elektronik. Beberapa
dari mereka juga ada yang membuka lapangan usaha baru, yaitu bengkel perbaikan HHP.
Dalam melaksanakan program STI, Samsung juga
memberikan Training of Trainers untuk para guru yang dilakukan secara
berkala setiap tahunnya. Keseluruhan kurikulum disampaikan dengan mengedepankan
teknologi digitalisasi, agar para siswa dan guru dapat mengoptimalkan teknologi
untuk proses belajar yang lebih efektif.
Melalui kemitraan dengan 70 SMK, program STI telah
sukses menyentuh 6000 orang Siswa dan 150 Guru di seluruh Indonesia. Ke
depannya Samsung akan terus berusaha untuk memberikan kesempatan kepada SMK-SMK
lain di Indonesia agar bisa bergabung dengan program STI.
“Kami
senantiasa ingin memotivasi generasi muda, khususnya para siswa SMK, untuk tetap
berprestasi, dan percaya diri”, tutup Ennita Pramono.
Setelah melewati puluhan tahun mendukung komunitas di Asia Tenggara, IHG Hotels & Resorts mempublikasikan South East Asia Communities Report perdananya, untuk merayakan kemitraan yang telah dibangun dalam membantu peningkatan hidup ribuan orang di seluruh kawasan tersebut. Menarik tentu, dalam catatan lebih dari 40.000 Orang di Asia Tenggara mengalami peningkatan kualitas hidup melalui jalinan kemitraan dalam […]
Terinspirasi dari peternak ayam yang masih beroperasi secara tradisional, adalah tim Altissimo dari SMK Negeri 1 Cimahi, Jawa Barat, kesulitan membendung untuk segera merancang solusi kandang canggih berteknologi Internet of Things (IoT). Tim Altissimo yang terdiri dari Mega Arzula Akbar (Software developer), Fajar Nugraha (IoT Engineer), Niswa Fadila (Data Analyst), dan Sekar Sari Ramadhanti […]
Jakarta, 20 April 2018 – Kaum milenials sering dikaitkan dengan teknologi karena dalam kehidupan sehari-hari mereka tak luput dengan segala hal yang berbau teknologi, di sisi lain masa remaja adalah masa yang cukup singkat dimana fase seseorang sedang dalam pencarian jati dirinya dan itu merupakan hal paling menarik dalam hidup seseorang. Hal ini lah yang kemudian mendasari seorang remaja […]