Raih Kebaikan dan kehangatan Ramadan Bersama keluarga dengan FRISIAN FLAG® Siapa pun. Pasangan terutama, menginjak bulan Ramadan, terlebih-lebih, dapat dimaksimalkan menjadi momen yang tidak hanya memperbaiki kualitas ibadah, tetapi juga kesehatan diri, serta menumbuhkan kembali kehangatan antar anggota keluarga hingga Hari Raya. Berangkat dari sanalah, agar hubungan pasangan dalam keluarga kian merekatkan, Frisian Flag Indonesia […]
Bagi penikmat musik Tanah Air, nama Alif Maulana mulai
melekat dan semakin familiar sebagai Penyanyi solo. Kehadiran musisi
muda berbakat asal Indonesa, ini dipastikan segera meramaikan industri musik di Tanah Air,
karena tak hanya pesona suara yang dimiliki, tetapi Alif
Maulana menggenggam sejumlah kelebihan sehingga mampu memukau banyak orang.
Single terbarunya yang baru
diluncurkan, “Couldn’t Care Less”, merupakan single
kedua Alif, demikian sapaan akrabnya,
dari album debutnya, “Expedition”,
berkisah tentang perasaan seseorang yang diremehkan saat berusaha mengejar
impian, dan bagaimana seseorang ingin mengejar mimpinya tapi banyak yang
meremehkan dan meragukan keputusannya. Begitu pun dia tidak peduli apa yang dikatakan orang dan
tetap menjalankan apa yang dia percaya.
Proses pembuatan “Couldn’t Care Less”
berlangsung secara bertahap dan melalui banyak proses kurasi, bermula dari jam session gitar dan bass yang dilakukan Alif bersama seorang
temannya di tahun 2017 yang direkam di handphone
dalam durasi yang pendek.
Berawal dari menginjak tahun 2021, Alif mendengarkan kembali rekaman lama, ini dan teringat pada sebuah lirik yang dibuatnya di tahun 2016, yang merupakan hasil inspirasi oleh musik dati Stevie Wonder, Maroon 5, Toto, The Police, dan Gugun Blues Shelter. Dari sana, kemudian Alif memasukkan lirik tersebut menjadi melodi lagu yang kemudian ia produksi sendiri, dan dibantu (co-produced) oleh salah seorang musisi Indonesia, Caesar Rizal (Soulvibe).
Proses produksi lagu “Couldn’t Care Less” yang memakan waktu sekitar 3 bulan, berirama upbeat pop/rock disertai elemen blues dan funk, ini akan membuat pendengaran penikmat musik lantas bergoyang mengikuti irama lagunya.
Catatan menarik dari Penyanyi muda yang lahir
dan dibesarkan di Jakarta, mulai tampil
di panggung musik sejak usia 6 tahun. Sejak itu, ia tidak pernah berhenti
melantun. Bahkan untuk lebih memantapkan langkah di Dunia musik, Alif kemudian memperdalam musik di Birmingham,
Inggeris.
Di sana Alif menjadi bassist dan mengaransemen musik untuk The Clinks, sebuah band lokal di Inggeris. Di bawah
manajemen Glowing Management yang berpusat di Inggeris, single perdana Alif, “Hopes & Dreams”, membahana, masuk playlist Spotify “Fresh Finds
Indonesia”.
Sarjana musik lulusan Birmingham City
University, ini pun bekerja keras mengembangkan penggemarnya di Indonesia, Inggeris
dan seluruh Dunia.
Pada masa pandemi,
kiranya tidak menjadi hambatan dirinya untuk berhenti berkarya. Malah, dimanfaatkan
dengan menulis, merekam dan memproduksi musik-musik baru dan bekerja secara
jarak jauh dengan artis-artis Internasional. Alif tidak sabar untuk memulai
membagikan lagu-lagunya kepada para penggemarnya.
Penikmat muisk, lagu “Couldn’t Care Less”
dapat didengar di Spotify, Apple Music, Joox, Deezer, Youtube Music, dan berbagai Streaming Service lainnya mulai 16 Juli
2021.
DAYA Music Festival Of Indonesia, merupakan tema acara yang dihadirkan oleh Sekolah Pertunjukan Tari, Musik dan Drama, DAYA Indonesia Performing Arts Academy (DAYA) – didirikan oleh Prof. Dr. Tjut Nyak Deviana Daudsjah D.TH., A.MUS.D, pada tahun 2001- sepanjang lima hari, mulai tanggal 2 hingga 7 Juli 2024, bertempat di Soehanna Hall Energy Building, SCBD Jakarta, […]
Sebuah kolaborasi musik yang fresh! Dua generasi bersatu dalam eksplorasi musik elektronik. Berawal dari gagasan Osvaldo Nugroho dan Winky Wiryawan yang pernah melewati “golden era” dari skena electronic music Tanah Air. Kini, keduanya tergerak kembali melahirkan trek dance music dari era mereka, namun kini dengan sentuhan progressive house serta imbuhan tema permainan instrumen gitar yang […]
Sekolah Seni Pertunjukan Tari, Musik & Drama, Daya Indonesia yang didirikan oleh Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, A. Mus. D., D.Th., .dengan kurikulum Jerman yang dikembangkan sendiri, kembali menggores keindahan dan nilai baik bagi para Mahasiswa. Kampus DAYA, — juga tersedia sesi Musik Terapi untuk anak-anak ‘spesial’ – terletak di kawasan Kemang Timur, Jakarta Selatan, […]