Hadir dengan chipset Exynos 1680 dan sistem pendingin Vapor Chamber yang ditingkatkan untuk menghadirkan performa stabil saat gaming, scrolling social media, hingga multitasking banyak aplikasi, Samsung Galaxy A57 5G bisa menjadi pilihan dan dalam genggaman. Sudah berapa kali smartphone lag di momen krusial saat gaming, atau scrolling sosial media mendadak patah-patah padahal baru dipakai sebentar […]
Di tengah gempuran tren makanan modern, makanan tradisional selalu punya tempat tersendiri di hati masyarakat. Beragam kafe dan restoran dengan menu tradisional pun tak pernah sepi.
Salah satunya kafe di Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kafe Kawisari Cafe & Eatery, ini menghadirkan cerita dari perkebunan kopi tertua di Blitar sejak 1870. Menunya mirip ketika masyarakat merayakan panen kopi, seperti nasi jagung tompoh hingga serabi pandan yang nikmat.
Ketika memasuki kafe ini, kamu bakal melihat pernak-pernik bernuansa kopi, termasuk lukisan besar yang menggambarkan suasana perkebunan di sana. Para pramusaji bahkan pakai seragam yang mirip petani kopi!
Kawisari terdiri dari 2 lantai, dengan area bersantap lebih banyak di bagian atas, termasuk area outdoor di dekat pintu masuk dan area rooftop di lantai dua.
“Konsep Kawisari itu membawa semuanya dari perkebunan kopi ke Ibu kota. Perkebunan kita ada di Blitar, Jawa Timur. Perkebunan ini merupakan perkebunan kopi yang tertua di Jawa Timur, dari tahun 1870,” ujar Julie Nursanti, Duty Manager Kawisari Coffee.
Ada pun hasil utama perkebunan kopi tersebut adalah Robusta, karena jenis ini tumbuh di tempat yang tidak terlalu tinggi, sekitar 600-1000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Luas kebunnya mencapai 800 hingga 1.000 hektare.
Meski begitu ada juga kopi Arabica yang dihasilkan di sana. Kawisari juga membuat premium blend dari Robusta dan Arabica, yang kemudian dikreasikan jadi minuman kopi di kafe.
Kemunculan perkebunan kopi ini tak lepas dari sejarahnya yang menarik. Julie menceritakan, semua berawal dari Pangeran Djojodiningrat, yang suka bertapa dan menggemari kopi.
Ia bertapa di antara Gunung Kawi (Malang) dan Gunung Kelud (Blitar). Ketika bertapa di Gunung Kelud itulah ia membawa bekal biji kopi dan menanamnya di Blitar pada tahun 1870.
“Lama-lama semakin banyak hingga jadi perkebunan kopi yang didominasi dengan Robusta,” cerita Julie. Hingga kini perkebunan tersebut masih produktif menghasilkan hasil bumi dengan melibatkan para petani lokal.
Dipastikan, ketika kamu menginjakkan kaki di Kawisari Café & Eatery, akan kesulitan beranjak dari sana. Tak dimungkiri, minuman dan penganan yang mampu memggelitik cita rasa beriring suasana nyaman dan menawan, serta layanan pramusaji yang begitu ramahnya.
Kondisi pandemi, ketika terbilang banyak pedagang — penganan di antaranya — merasakan penurunan penjualan, kiranya tidaklah demikian yang dirasa oleh Dede Marlia, pemilik — sekaligus peramu — warung “Soto Mie The Dede”. Bahkan, ungkap Dede Marlia, akrab dipanggil Teh Dede, selama pandemi sejak setahun lalu, — usahanya malah mengalami peningkatan penjualan. “Terutama saat akhir pekan, […]
Momen di setiap pergantian tahun, restoran McDonald’s tak surut menggelar Program menawa. Jelang menginjak tahun 2021 — di antaranya — McDonlad’s menawarkan pilihan menu Prosperity, dengan kembali menghadirkan Beef Prosperity Burger serta varian baru yaitu Fish Prosperity Burger dan Golden Mayo Cheese Steak Burger pada 4 Januari 2021. yang kehadirannya selalu ditunggu oleh para konsumen […]
Tak henti hadirkan menu penganan dan minuman bercita-rasa menggoda kepada konsumen setianya, itulah yang dilakukan McDonald’s Indonesia. Dan merupakan komitmennya, yang adalah memanjakan cita rasa konsumen setianya di seluruh Tanah Air. Di bulan Ramadan nan sejuk dan indah, ini untuk menikmati hangatnya kebersamaan sajian makanan dan minuman McD, McDonald’s Indonesia menghadirkan menu baru yaitu Ayam […]