Terbilang banyak yang masih memandang golf sebagai olahraga eksklusif yang ribet dan mahal. Karena, di label “rich man’s sport” butuh tas, strik, sepatu khusus, serta antrean biaya untuk keanggotaan atau sewa lapangan. Padahal, layaknya olahraga santai populer lainnya seperti biliar atau bowling, yang di akhir pekan atau sore bisa dijadikan hiburan ringan dengan biaya relatif […]
PT Unilever Indonesia, Tbk. melalui Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam menyambut Hari Kesehatan Gigi Nasional, meresmikan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2022 di Gelora Bung Karno.
Melalui tema “Pulih Bersama dengan Senyum Sehat Indonesia”, BKGN 2022 menyoroti isu pentingnya memulihkan kebiasaan menyikat gigi pagi dan malam hari, serta rutin berkonsultasi ke Dokter Gigi, yang mengalami penurunan selama pandemi. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat kembali bangkit, hidup lebih sehat dan produktif dengan senyum Indonesia.
Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia pada acara yang berlangsung di Gelora Bung Kano, Senin, 12 September 2022, mengatakan, Pepsodent terus mewujudkan purpose untuk mendukung edukasi dan perawatan gigi dan mulut.
“Hal ini menjadi semakin krusial karena survei Pepsodent memperlihatkan adanya peningkatan permasalahan gigi dan mulut pada masyarakat selama pandemi, seperti kemunculan gigi berlubang baru pada 25% responden akibat menurunnya kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut.”
“Dari survei ini terlihat bahwa di masa pandemi, kebiasaan orang tua menyikat gigi pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur telah menurun sebesar 5%, bahkan pada anak penurunannya dua kali lebih besar, yaitu 11%. Memprihatinkan bahwa meski pandemi sudah mereda, kebiasaan yang terlanjur terbentuk ini belum berubah signifikan,” lanjut drg. Mirah, panggialan akrab GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia ini.
Dalam acara yang menghadirkan pasangan Selebriti : Ananda Omesh – Ayu Lestari, Ringgo Agus Rahman – Sabai Dieter, dan Agatha Suci berserta pasangan, Ananda Omesh dan Dian Ayu Lestari, dengan tiga orang anak, ini pun berbagi cerita.
“Sebagai orang tua, kami selalu memberikan contoh dan menjadikan menyikat gigi pagi dan malam hari sebagai kebiasaan yang menyenangkan. Namun, rutinitas berkonsultasi ke Dokter Gigi secara langsung memang jadi terkendala selama pandemi. Untuk itu, kami senang sekali BKGN kembali hadir dan mengajak keluarga Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan ini karena masalah gigi dan mulut kita akan langsung ditangani oleh Dokter Gigi.”
Tak kalah menawan apa yang diungka[ Agatha Suci, 37 tahun, Ibu dari 2 anak. Bahwa dirinya mau pun suami, memposisikan diri sebagai orangtua harus menjadi contoh bagi kedua buah hatinya, yairtu dengan mengajak melakukan sikat gigi sebanyak duakali dalam sehari. Beriring dengan terus menanamkan betapa pentingnya memiliki gigi dan mulut sehat.
“Tentu juga karena telah tertanam kesadaran untuk memiliki gigi dan mulut sehat. Sebagai orangtua aware pada kesehatan gigi, dan beriring di setiap lima bulan sekali ke Dokter Gigi,” ujarnya.
Tak kalah menawan dengan apa yang diungkap suami Sabai Dieter, aktor Ringgo Agus Rahman. Katanya, bahwa dirinya saat masih usia kanak pernah alami cabut gigi yang dirasa begitu sakitnya. Dari sana kiranya tertanam pada dirinya, agar tehindar sakit dancabut gigi yang dirasa begitu sakitnya, maka betapa pentingnya memiliki gigi yang juga mulut yang sehat. Dan, ketika beranjak dewasa hingga menikah dan beroleh anak, ia dan isteri berupaya untuk tak henti menanamkan betapa pentingnya memiliki gigi sehat. Tentu dengan melakukan rutin sikat gigi duakali dalam sehari, pada pagi dan malam hari. Juga ditunjang rutin memeriksa gigi ke Dokter Gigi.
Bukan penyakit menular. Tetapi penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di Indonesia kedua setekah stroke. Yang mengejutkan, kalangan usia muda — 30an — yang alami tingkat stres tinggi, beresiko penyakit jantung. Tentu, ini menjadi perhatian serius masyarakat luas, apa yang disampaikan oleh sebuah data dari Sample Registration System 2014 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik […]
Tak semua masyarakat mengetahui tentang akses layanan kesehatan yang ada saat ini membuat sebagian masyarakat tidak mendapatkan akses layanan kesehatan yang optimal. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 terkait pengetahuan masyarakat Indonesia akan kemudahan akses ke rumah sakit menunjukkan sebanyak 36,9% menyatakan sulit dan 37,1% menyatakan mudah. Melihat hal tersebut, […]
Deteksi dini kanker payudara sangatlah penting agar kanker dapat terdeteksi secepat mungkin untuk meningkatkan kesembuhan dan kualitas hidup yang lebih baik. Terlebih, menurut data GLOBOCAN 2020, terdapat 65.858 kasus baru kanker payudara atau 30.8% dari kejadian kanker pada wanita di Indonesia. Juga diperjelas oleh Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, […]