Dari mendapati meningkatnya paparan nikotin melalui rokok elektrik (vape) di kalangan remaja, kiranya kerap tidak disadari oleh orangtua. Sangat perlu diketahui bahkan diwaspadai, penggunaan vape di kalangan anak muda, tidak terkesampingan betapa bahaya kandungan nikotin dan zat kimia dalam vape Hal inilah menjadi keprihatinan dan ditunjukkan oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Merupakan organisasi nirlaba yang […]
Selama dua hari, Jumat – Sabtu (27 dan 28 Oktober 2023), Guiness menggelar Festival Brighter Together, di Senayan Park (SPARK), Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan beberapa musisi, seniman visual, hingga komunitas grafiti.
Mereka adalah grup bandEfek Rumah Kaca (ERK) dan Arafura Media Design, Musisi FRAU dan Seniman visual Restu Ratnaningtyas, White Shoes and The Couples Company dan Oele Pattiselano Gitaris Jazz senior Tanah Air, hingga komunitas graffiti–basedTakin More Risk dengan illustrator dan typographer yang menerjemahkan Brighter Together versi audiens.
Selain itu, ada juga Warpopski yang menyuguhkan menu eksperimental yang di-infused dengan Guinness. Bayu Hanandhika, Marketing Manager Guinness Indonesia, mengatakan, semangat Brighter Together merupakan ajakan untuk memulai, mencari, menemukan makna baru dari sebuah kebersamaan.
“Banyak ide di sekitar kita dan kita bisa menjawab keraguan ini dengan bekerjasama menyatukan ide. Saat bersama sesimple nongkrong bareng, kita bisa bikin karya-karya seru bersama, saling menginspirasi dan terinspirasi,” katanya.
Bayu mengatakan, Guinness mengamati besarnya semangat untuk membawa ide ke langkah selanjutnya, mencari teman yang punya ‘like-minded,’ berkembang, dan berinovasi. Komunitas bisa jadi ruang belajar untuk menepis keraguan, bekerja bersama menciptakan hal yang baru dan seru.
Di tengah persiapan Festival Brighter Together, Guinness melakukan eksperimen sosial tentang keresahan generasi membangun ide-idenya. Melalui polling di media sosial, Guinness berhasil mengajak 1.000 responden untuk berpartisipasi. Setiap jawaban yang diterima, ada perbedaan dan keragaman dari setiap karakter individu.
“Eksperimen sederhana yang kami lakukan membuktikan bahwa ada beragam ide di sekitar kita, ada banyak impian dan harapan, tapi terkendala oleh keraguan. Ini membuktikan bagaimana kerja bersama bisa mematahkan keraguan tersebut. Kami merasakan semangat yang luar biasa saat kita bekerjasama menyiapkan festival ini,” kata Bayu.
Perjalanan di festival Brighter Together dimulai dengan menjelajah lorong Guinness yang imersif. Pengunjung bisa mengetahui perjalanan merek dan produk Guinness sejak pertama kali diperkenalkan hingga menjadi Bir Stout No.1 di Dunia, dan berbagai pencapaian besarnya di Indonesia.
Di Guinness Brewery Experience, pengunjung mengenal lebih dekat proses dan bahan-bahan pembuatan Guinness dan merasakan langsung apa yang membuat Guinness berbeda dari bir lainnya !
Dari lorong imersif, pengunjung akan menemukan area panggung Smooth Session yang berada di dalam dome dengan ambiance visual sureal serta audio yang bisa membuat pengunjung betah berlama-lama. Sementara di luar arena ada Guinness Brighter Together Art Showcase yang menampilkan karya-karya dan ekspresi semangat kebersamaan yang diterjemahkan dalam aplikasi kreatif. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan teman-teman seniman yang ada di area ini yang akan menerjemahkan makna Brighter Together dalam cara yang kreatif.
Waktunya menkmati karya Lawless Jakarta Garage, Swara Gembira X Philipponk, Ade Lukman, Burn the Flowers, Dalu Kusuma, Dhigelz, Grafis Huru Hara, Haorits, Reza Mustar, Ruth Marbun, hingga graffiti Takin More Risks.
Sedangkan di Guinness Flavour By Fire yang merupakan showcase makanan, memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati sajian kuliner to the next level, serunya santapan inovatif bersama Guinness. Di area ini akan ada sesi kolaborasi yang menyajikan menu-menu eksperimental dan hanya bisa dinikmati di sini !
Pastikan untuk mencoba menu-menu kreatif dari Dapur Bandha, Milli Bakehouse, Omah Jangan Diam, dan Warpopski.
Menikmati musik juga ada Panggung Guinness Time yang diisi oleh The Adams, Ali, Jason Ranti, Kelompok Penerbang Roket, The Panturas, Perunggu, Scaller, Seringai, The S.I.G.I.T, Stars and Rabbit, dan Swellow.
“Ada hal penting di balik keberhasilan, yaitu kebersamaan yang menepis keraguan, memberi semangat yang menginspirasi, dan membuat orang lain terinspirasi,” kata Bayu.
Festival Teater Indonesia 2025, pada edisi tahun perdananya, mengangkat tema ‘Sirkulasi Ilusi’ yang menyoroti pertemuan antara realitas dan representasi di tengah kehidupan kontemporer. Melalui tema tersebut, FTI berupaya memperluas sirkulasi gagasan, mempertemukan seniman lintas wilayah, serta memperkaya khazanah hubungan antara teks Sastra dan panggung pertunjukan. Menawan tentu, FTI menjadi ajang perayaan untuk Seni Teater dan […]
Kehadiran KOHLER, pemimpin global dalam desain dan manufaktur produk dapur serta kamar mandi, di pameran IndoBuildTech (IBT) 2024, menggelar inovasi terbaru desain produk kamar mandi mewah yang unik dan eksklusif Pada gelaran IBT 2024 yang berlangsung pada 7 – 11 Agustus 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai City, Tangerang, Banten, KOHLER mengajak […]
Masyarakat Asia sedang menggemari Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). selain karakter hero yang beragam, animasi yang ditampilkan menarik bagi kalangan gamers, termasuk bagi para penyuka game di Indonesia. Menurut We Are Social, Indonesia menjadi Negara dengan jumlah pemain video game terbanyak ketiga di Dunia. Sekitar 94,5% pengguna internet di Indonesia, yang berusia 16-64 tahun bermain video game per Januari 2022. Rata-rata […]