Pesisir Jakarta menghadapi tekanan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, kenaikan muka air laut, abrasi, hingga penurunan muka tanah. Dan di tengah urgensi tersebut upaya restorasi mangrove menjadi semakin penting karena ekosistem ini berperan sebagai benteng alami pesisir, penyerap karbon, sekaligus penopang keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat sekitar. Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan […]
Perlunya dan betapa pentingnya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker, yang dapat dari mulai dari edukasi, deteksi dini, serta empati terhadap pejuang dan penyintas kanker.
Maka dalam meningkatkan kesadaran, kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam penanggulangn kanker, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bekerjasama dengan Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia, pada 2 Maret 2024, bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, menggelar sebuah konser nan indah menawan, merupakan kolaborasi kolintang dan musik modern bertajuk “Lantunan Perjuangan Melawan Kanker”.
Konser ini digelar dengan tujuan mendorong dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker, mengingat jumlah kasus baru kanker yang tinggi di Indonesia, mencapai 396.914 kasus dan sebanyak 234.511 kematian [laporan Global Burden of Cancer Study (Globocan) 2020].
Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP
Pada acara bertabur bintang – pelaku seni — Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP mengatakan, “YKI sangat mengapresiasi PINKAN Indonesia atas inisiatifnya melaksanakan pergelaran musik kolintang yang dipadukan dengan musik modern, sambil mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kanker.”
“Tingginya kejadian kanker perlu disikapi secara serius di Indonesia, melalui peningkatan pengetahuan tentang faktor risiko dan pencegahan beragam kanker, meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker, serta partisipasi sosial dalam menyikapi kanker, para pejuang dan penyintas kanker untuk penanganan terbaik dan meminimalisir kesenjangan dalam perawatan kanker, melalui beragam cara termasuk musik,” lanjut ujar Prof. Aru Sudoyo.
Erni Djohan
Penny Marsetio, Ketua PINKAN Indonesia, mengatakan, “PINKAN merasa terpanggil untuk ikut serta dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker, dan kami mempersembahkan konser ‘Lantunan Perjuangan Melawan Kanker’ yang menghadirkan kolaborasi kolintang dan alat musik modern, untuk membantu YKI agar terus dapat melanjutkan misinya meningkatkan masyarakat PEDULI kanker,”
Pada konser “Lantunan Perjuangan Melawan Kanker” tersebut, dihadiri oleh lebih dari 300 tokoh masyarakat, pegiat kesehatan dan pemerhati kanker, serta penyintas kanker.
“Saya berharap akan lebih banyak komunitas masyarakat yang peduli terhadap kanker, sebagaimana para musisi dan insan kolintang,” tambah Prof. Aru Sudoyo.
Konser “Lantunan Perjuangan Melawan Kanker” mempersembahkan musisi Dwiki Dharmawan, dan penyanyi dan artis-artis lawas bersuara memukau, Erni Djohan, Heppy Pretty, Ari Soemarsono, Rita Nasution, Kolonel Marlon, Senior Master Kolintang, Junior Master Kolintang dan Ita Purnamasari.
Heppy Pretty
Tak kalah memukau ketika penonton dikejutkan dengan penampilan Prof Aru Sudoyo yang segera setelah memberikan sambutan langsung menyanyikan lagu “When I Fall in Love”, yang disampaikan bagi para pejuang dan penyintas kanker.
Kemudian hadir persembahan Kolintang Alamandayu membawakan secara dinamis tiga lagu medley, “Manukdadali”, “Paris Perantai” dan “Sinanggartulo”.
Kolintang Alamandayu
Tentu dan tak terelak, para hadirin sangat terpukau dengan lantunan tiga buah lagu, “Kau Selalu di Hatiku”, “Teluk Bayur”, “Mutiara yang Hilang”, yang dibawakan oleh penyanyi lawas dan kondang Erni Djohan yang sudah 72 tahun, namun membawakannya dengan suara bulat, jernih dan merdu.
Kemudian, PINKAN Indonesia menghadirkan Master Senior PINKAN dengan dua buah lagu “To Love Somebody” dan “Help Me Make It Through The Night”, dan tak terasa bahwa perpaduan kayu dalam alat seni kolintang tidak melekat dengan lagu-lagu tradisional. Pencipta lagu dan penyanyi pria Indonesia di era 80-an, Tito Soemarsono, turut menghibur audiens dengan lagu ”Pergilah Kasih” dan “Kisah Cintaku”, yang dibawakan dengan sangat merdu dan powerful.
Kejutan tiada henti dirasa oleh audiens, dengan penampilan Master Junior PINKAN yang hadir secara impresif penuh dinamika dan memukau, melantunkan tiga lagu medley “Turkish March”, “Bohemian Rhapsody”, dan “Winter Game”. Tepuk tangan meriah pun membahana. Berlanjut, n berkolaborasi dengan penyanyi Happy Pretty yang hadir membawa lagu dengan iringan terompet.
Jendral TNI Purn. AM Hendropriyono
Tak sampai di sana audiens terpukau, dikejutkan dengan kehadiran seorang peserta yang menaiki panggung, tak lain adalah Jendral TNI Purn. AM Hendropriyono, yang mempersembahkan lagu bagi para pejuang dan penyintas kanker wanita dengan lagu berjudul “Delilah” dan “Aries”. Sontak hadirin terpesona dengan suara yang lantang, merdu dan memukau.
Pergelaran “Lantunan Perjuangan Melawan Kanker” ditutup dengan kehadiran Ita Purnamasari dengan dua buah lagu dinamis “Semua Jadi Satu” dan “Cintaku Padamu”, yang semua menyampaikan cita dan dukungan bagu para pejuang dan penyintas kanker.
Brigitta Gunawan, pendiri 30×30 Indonesia dan Diverseas, memimpin organisasi nirlaba yang memberdayakan komunitas-komunitas untuk berperan aktif melindungi ekosistem laut lokal. Wanita belia ini anggota terbaru Generation17 (Cohort 5) asal Indonesia, memanfaatkan teknologi Samsung untuk memperluas advokasi laut dan iklim di Indonesia dan Dunia. Terkait hal itu juga, beriring kolaborasi berkelanjutan Samsung dengan United Nations Development […]
DAYA Indonesia Performing Arts Academy (DAYA), Sekolah Seni Pertunjukkan Tari, Musik dan Drama yang didirikan oleh Prof. DR. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, D.TH, pada 23 tahun lalu, dengan kurikulum Jerman yang beliau rancang dań diakui Pemerintah Jerman dimasa beliau memimpin Jazz & Rockshulen Freiburg Jerman antara tahún1990 hingga 1995, terbilang tiada henti hadirkan acara yang […]
Wanita Indonesia dikenal dengan kekuatannya yang lembut, ketangguhan dalam menghadapi tantangan, serta kemampuan menyeimbangkan nilai-nilai tradisi dan modernitas dalam kehidupan sehari-hari. Untuk merayakan kekayaan karakter ini, Zetrix Miss Universe Indonesia hadir, di mana setiap finalis diharapkan akan membawa kisah hidup yang unik, otentik dan penuh inspirasi. Dan di 2025, ajang ini dirancang untuk memperkuat suara wanita […]