Newz Hitz

TNI AL Bersama MCF Gelar Sosialisasi,Waspadai Autoimun

Autoimun, penyakit yang meliputi 10% populasi dengan keterlibatan organ yang berbeda, kiranya menjadi ancaman nyata yang harus disikapi dengan langkah preventif mau pun kuratif.

Autoimun merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak dapat membedakan kawan dan lawan, sehingga menyebabkan keluhan kesehatan kronis, bahkan dapat kematian jika menyerang organ vital. Minimnya pengetahuan masyarakat di Indonesia tentang penyakit autoimun menyebabkan belum adanya data sahih jumlah penyintas autoimun.

Terlebih gejala autoimun mirip dengan gejala penyakit lainnya, seperti nyeri sendi, mudah lelah, rambut rontok, sering sariawan, demam yang tidak beraturan, dan sebagainya

Menurut para pakar, autoimun disebabkan genetik/keturunan, gaya hidup dan lingkungan. Faktor gaya hidup dan lingkungan menjadi dominan sebagai penyebab autoimun. Sehingga diperlukan edukasi bagi penyintas autoimun dan keluarga agar mereka dapat tetap aktif dan berdaya hidup di masyarakat.

Terlebih, dan catatan mengenai penyakit autoimun, menduduki peringkat ke-3 penyakit mematikan di Amerika Serikat dan menyerang 15,9% penduduknya[
.
]. Sekali pun prevalensi autoimun di Indonesia belum tersedia data registrasi secara terinci, namun besar kemungkinan tidak jauh berbeda dengan kondisi di Amerika Serikat.

Disampaikan oleh Ketua Umum MCF, Dr Lilik Sudarwati A. S.Psi, MH, Marisza Cardoba Foundation (MCF), — merupakan organisasi nirlaba yang menjadi mitra Pemerintah untuk mengedukasi pentingnya penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan autoimun dan meningkatkan kualitas kesehatan penyintasnya.
 
Berpijak dari sanalah jua, dan selaras dengan Program Nasional Senyum Indonesiaku yang diresmikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI pada 6 Agustus 2015 silam, guna mendukung edukasi autoimun, Marisza Cardoba Foundation (MCF) bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut (AL) pada 16/10/2024 meluncurkan buku digital bertajuk ‘Keluarga Sehat TNI AL’ sekaligus sebagai upaya mengedukasi masyarakat dalam penerapan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS) khususnya pola makan sehat alami bebas gluten untuk mencegah serta menanggulangi berbagai penyakit, terutama autoimun.

Buku digital bertajuk ‘Keluarga Sehat TNI AL’ yang diresmikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut, diwakili oleh Asisten Personalia Kasal Laksda TNI Rony Saleh, Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr. Yudhi Pramono, MARS, Asisten Deputi Pangarusutamaan Gender Bidang Politik dan Hukum Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Dr. Iip Ilham Firman, serta Pendiri MCF Prof.Dr.dr.Aru Wisaksono Sudoyo SpPD, KHOM., beriring diikuti dengan pelaksanaan seminar kesehatan bertajuk “Autoimun : Tantangan Baru Di Era Kesehatan Modern”.

Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Laut, Laksma TNI dr. Dwi Adang Iskandar Sp.B menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh sekurangnya 400 peserta yang meliputi Perwira, Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan TNI AL, termasuk Kafaskes Diskesal seluruh Indonesia yang hadir secara virtual, dan Wakil Ketua Umum beserta anggota Jalasenastri.

“Sosialisasi autoimun di lingkungan TNI AL diselenggarakan pertama kalinya di Markas Besar TNI AL dalam rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Angkatan Laut, sebagai bentuk perhatian khusus TNI AL terhadap meningkatnya kasus autoimun,” ujar Laksma Dwi Adang Iskandar.

Pendiri MCF Prof.Dr.dr.Aru Wisaksono Sudoyo SpPD, KHOM., menyampaikan,“Dua generasi yang lalu autoimun hampir tidak ada, karena autoimun adalah sebuah reaksi terhadap gaya hidup dan lingkungan. Bahwa apa yang kita makan, apa yang kita hirup di sekitar kita membawa tubuh kita beraksi dalam bentuk antibodi. Ada yang disebut kebocoran usus atau leaky gut juga sangat memengaruhi. Penyakit autoimun banyak menyerang saraf, sendi, dan otot yang dapat mengganggu fungsi gerak. Bahkan beberapa penyakit autoimun mengakibatkan kondisi disabilitas.”

Pentingnya Waspadai Autoimun

Sesi pertama seminar yang dibawakan narasumber pakar Dr.dr. Stevent Sumantri SpPD, DAA, KAI mengulas tentang pentingnya mewaspadai pandemi autoimun yang peningkatan kasusnya kian signifikan dan memengaruhi produktivitas pengidapnya.

Dr. dr. Stevent Sumantri menyampaikan, “Autoimun, penyakit yang meliputi 10% populasi dengan keterlibatan organ yang berbeda, menjadi ancaman nyata yang harus disikapi dengan langkah preventif mau pun kuratif, termasuk di lingkungan TNI Angkatan Laut.”

Dirincikan, autoimun dapat mengenai orang dewasa muda usia 18-60 tahun yang harusnya merupakan usia produktif, sehingga perlu dibangun kesadaran, diagnosis dini dan penanganan yang baik, karena mendukung Indonesia Emas 2045 tentunya butuh generasi usia produktif yang sehat. Autoimun masih dianggap stigma, karena orang yang tersentuh autoimun seringkali di luar kelihatannya sehat-sehat saja, tapi ada kelelahan kronik, gangguan konsentrasi dan lain sebagainya.

Qory Sandioriva, Puteri Indonesia 2009, yang ternyata mengidap autoimun dan pernah mengalami kelumpuhan, menyampaikan pengalamannya yang membutuhkan waktu 7 tahun hingga diagnosa autoimun berhasil ditegakkan. Stigma yang disandangnya akibat pengetahuan masyarakat yang masih terbatas tentang autoimun, menyebabkan Qory sempat dijauhi oleh orang-orang di sekelilingnya karena menganggap autoimun serupa dengan HIV AIDS. Hal ini membulatkan tekadnya untuk berjuang mengkampanyekan autoimun melalui kiprahnya sebagai Duta Autoimun Republik Indonesia.

Seirama dengan narasumber sesi ke-2 Dr. Rita Ramayulis DCN, MKes (Wakil Ketua Umum MCF) yang mengulas Pola Makan Sehat ala ODAi di mana disebutkan pentingnya menerapkan pola makan pro anti inflamasi.

Marisza Cardoba salah satu pendiri MCF yang juga merupakan Inspirator Nasional PUSPA Kementerian PP-PA memotivasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat menyeluruh sekaligus menginspirasi masyarakat dalam mengolah bahan baku makanan untuk sajian yang sehat bagi ODAI dan keluarga sebagai bagian dari penanggulangan autoimun dalam kehidupan sehari-hari.
 
Membangun kesadaran masyarakat Indonesia tentang penyakit autoimun, dan mendorong penerapan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS) bagi masyarakat Indonesia, serta memberdayakan ODAI Indonesia merupakan bagian dari misi utama ‘Program Nasional Senyum Indonesiaku’ yang diresmikan pada tahun 2015 lalu oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak RI, Prof.DR. Yohana Susana Yembise, Dipl.Apling, MA bersama MCF. Di mana pada kesempatan tersebut juga turut diresmikan bulan September sebagai Bulan Peduli Autoimun Nasional (BPAN). 

[]Titis Mawar Rani & Andriza Hamzah
Photo : Ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *