Tentu gerakan menawan dilakukan IKEA Indonesia. Enam bulan setelah banjir besar melanda Aceh Tamiang, IKEA Indonesia melalui program “Matching Donations” menyalurkan bantuan kepada 364 keluarga di Kampung Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka atau seluruh jumlah keluarga di desa tersebut. Jumlah penerima manfaat ini meningkat dari rencana awal 100 keluarga setelah IKEA Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah desa dan memahami […]
DAYA Indonesia Performing Arts Academy (DAYA), merupakan Sekolah Pertunjukan Tari, Musik dan Drama, yang didirikan oleh Prof. Dr. Tjut Nyak Deviana Daudsjah D.TH., A.MUS.D, pada tahun 2001, dengan kurikulum Jerman yang beliau kembangkan sendiri, tidak henti bertebar pesonanya, dari aktivitas menawan terkait Kesenian.
Mengukir keindahan itulah yang kemudian lekat mendalam pada DAYA. Dan sarana Pendidikan Musik terdepan di Tanah Air ini pun berkembang berjalannya waktu, hingga menelurkan pelaku Seni terbaik Negeri ini.
Karenanya, Pendidikan Musik seperti diurai oleh Prof. Dr. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, D.TH., A.MUS.D tidak dapat diremehkan, karena di sana tidak sebatas hanya untuk mengembangkan ekspresi artistik. Lebih dari itu, juga menjadi bagian integral dari Budaya manusia, dan berfungsi sebagai bahasa universal yang menghubungkan masyarakat dari berbagai latar-belakang.
Lanjutnya, berpijak dari mengikut-sertakan Pendidikan Musik di dalam Kurikulum di sekolah-sekolah, Musik akan menjadi alat yang powerful untuk meningkatkan kemampuan kognitif, menata emosi, dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Berangkat dari sana, untuk kali ini, di minggu pertama, tepatnya mulai tanggal 2 hingga 7 Juli 2024, bertempat di Soehanna Hall Energy Building, SCBD Jakarta, DAYA hadirkan rangkaian acara — menggelar jiwa dan menggetarkan rasa, yang dipastikan membuat penglihatan kesulitan berkedip – Festival Musik dengan tema DAYA Music Festival Of Indonesia.
Acara yang didukung Direktorat Perflman, Musik dan Media Kemendikbudristek RI, mencakup Pameran alat-alat Musik buatan Indonesia, Dialog tentang pentingnya Pendidikan Musik dengan pembicara handal dari DAYA Indonesia dan manca Negara. Dan di penghujung acara, konser Musik termasuk choir anak-anak.
Di acara pembuka, Prof. Dr. Tjut Nyak Deviana Daudsjah D.TH., A.MUS.D menyampaikan dan menggaris-bawahi bahwa ”Terselenggaranya acara ini betapa pentingnya terapi musik bagi Anak Berkebutuhan dan lansia, yang memberi nilai baik. Hanya saja, saat ini terasa masih kurang.”
Berlanjut kata sambutan disampaikan oleh Direktur Perfilman, Musik dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra mengatakan,”Tentu bangga karena ini memang yang dibutuhkan pengetahuan musik di Indonesia dan seluruh Tanah air. Negara juga berterima kasih atas apa yang dimiliki Ibu Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, yang mendalami Musik sepanjang puluhan tahun di luar Negeri dan kembali ke Indonesia untuk menerapkannya.”
Dari keseluruhan acara yang dihadirkan dimulai tanggal 02 – 07 Juli 2024, ada pun yang dapat dinikmat adalah :
Pameran & Workshop Alat Musik Produksi Indonesia. Karya indah yang melibatkan 11 Peserta : Alat Musik Bambu-PSN AKUSTIk BAMBU Jawa Barat, RBGUITARSHANDHARP – Bandung, NEBULAE CYMBALS – Bandung.
Berlanjut Forum menawan :
Forum Dialog 1 : Moderator Debra Yatim, mengetengahkan topik “EXPLORING THE DEPTH OF MUSIC”, dengan Pembicara : Prof. Dr. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, Veronica Nunn (TBC), Endo Suanda, Arjun Sagar Gupta dan Suhandi Kosasih.
Sebagai Penanggap : Harry Murti dan Indra Aziz
Forum Dialog 2 : Moderator Debra Yatim, mengetengahkan topik “THE POWER OF MUSIC THERAPY FOR THE SPECIAL NEEDS”, dengan Pembicara : Masae Ito, Jennifer Vincent, dan Dian Natalina.
Sebagai Penanggap : Ibu Yani–Banu (Orangtua ABK). Bpk. Agoes R.Rakhman (Direktur YPAC – Jakarta).
Maka dari sana yang dapat dipetik, dan tak terkesampingkan, bahwa dialog peran musik memberi dampak positif bagi kemandrian anak ‘spesial’ (ABK).
Seperi halnya dikatakan pembicara dialog : Dian Natalina, eagam nilai baik ada di sana. Maka begitu sangat indah bila orangtua mengikuti dan mengetahui serta memahami dialog yang disajikan DIPPA. Ada nilai tersendiri yang bermanfaat bagi sang buah hati.
Terapi musik tidak hanya sebatas usia kanak tapi hinggai usia dewasa. Maka betapa perlunya orang terdekat mendukung dalam memberi solusi anak ‘spesial’ mau pun lansia yang perlu dibantu. Tiada lain untuk mengembangkan yang dimilikinya. Demikian dikatakan oleh Dian Natalina.
Jumlah anak Spesial, sepanjang 10 tahun meningkat duakali lipat. Jadi ada peningkatan jumlah. Maka waktunya bersegera mencegah dengan terapi musik agar tidak menyebar. Dari terapi musik dapat menyembuhkan anak dan anak pun siap bekembang. Demkian yang dapat ditarik dari yang disampaikan Masae Ito mau pun Jennifer Vincent.
Terapi musik dirincikan, dapat dengan banyak mendengarkan musik bernyanyi, terapi dengan menggunakan iringan musik, hingga memainkan alat-alat musik. Dan terapi musik dapat diterapkan dari berbagai kondisi, baik untuk orang dewasa untuk membantu mereka yang alami kecemasan, depresi dan trauma.
Menginjak penghujung acara DAYA Music Festival Of Indonesia, penonton dibuat semakin kesulitan beranjak dengan penampilan Rosmala Sari Dewi, Penari di panggung lokal hingga Internasional berparas indah, bergerak gemulai diselaraskan iringan musik
Berlanjut, pertunjukan Musik dengan menghadirkan : HighScope Indonesia Choir, Musik Bambu DeKa – Endo Suanda, Dira Sugandi, Andien dan Choir Anak-Anak & Remaja, NAVA DAYA Svara dan DAYA Chamber Orchestra, Veronica Nunn, Jennifer Vincent, EKANTIKA, DAYA Swara Quartet, DAYA Children Choir, DAYA Faculty Ensemble, DAYA Students Ensemble, Ali Akbar, Prof. Dr. Tjut Nyak Deviana Daudsjah D.TH., A.MUS.
Lancar acara, juga tak lepas dari keterlibatan : Adila Suwarmo dan Wati Gandarum (Advisor), Festival Director Ali Akbar Sugiri, M. Mus, Dian NatalinaExecutive Director, Supervisor Nabila Jasmine, B.Mus dan Raditya Samudra, dan Operation CoordinatorGian Alexander Van Den Bos.
Ada pun Team Members : Akira Widyantara Kuswendi, Alvina Hendradi, Tjut Nyak Deani Daudjah, Aristyo Setyawan, Kevin Meyza, Leony Lexmana, Obaja Maruli Simatupang, Pelangi dan Yogi Gerry Jeremiah. Dan AdministrationAnisa Aprilia, melibatkan Cathy, Mozart, Sachi, Ibu Miya Sofina, Ibu Widya dan Tim Teater KOMA – Sari Majid–Tinton Phapito.
Ada keindahan dan pesona Musik, Tari & Drama. Pada sekolah yang didirikan dan dikembangkan oleh Ibu Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah A.Mus.D., D.Th., dengan kurrikulum Jerman, lokasi di Jalan Kemang Timur, Jakarta Selatan, mememiliki beberapa jurusan perkuliahan seperti Musik, Performing Arts, Performing Arts Management, Arranging, Music Pedagogy dan beberapa lainnya. Tentu dengan maksud ingin menstandarisasi pendidikan […]
Industri musik Indonesia ternyata belum bisa damai. Dari melihat, pengangkatan Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), yang berperan penting dalam mengurus royalti dan hak cipta, ternyata menyisakan kekecewaan pada pihak Komisioner LMKN periode 2019 – 2024. Mereka yang bergabung dalam Komisioner LMKN Jilid 2, menyatakan ketidakpuasannya karena tidak adanya pemanggilan mau pun penjelasan atas pencabutan […]
Penyanyi sekaligus penulis lagu, asal dari Yogyakarta Tyok Satrio kembali merilis single terbaru, berjudul ‘Bukan Siapa–Siapa’, di penghujung bulan September 2022 secara digital. ‘Bukan Siapa-Siapa’ merupakan single kedua setelah ia merilis album pertamanya ‘Ada Untukmu’ pada Maret 2022 lalu. Dan sebelumnya lagi, Tyok Satrio juga telah satu single berjudul ‘Terluka”. Dalam single ‘Bukan Siapa-Siapa’, Tyok […]