Newz Hitz NEWZ TRENDZ

Dari Småland ke Rumah-Rumah Indonesia, 100 Tahun Ingvar Kamprad

Perjalanan panjang,  ragam keindahan mewarnai IKEA, dikenal sebagai sarana yang menghadirkan rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga  terjangkau sehingga lebih banyak orang dapat membelinya,  dari semenjak awal berdiri hingga hari ini, mencapai 100 tahun.

Menandai 100 tahun kelahiran Ingvar Kamprad, pendiri IKEA tiada lepas dari filosofinya yang sederhana ; rumah fungsional, perabot multifungsi, dan desain terjangkau.  Kiranya itu sangat relevan di kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Temuan ini juga tercermin dalam Life at Home Report 2025 IKEA Indonesia, tentang kebutuhan penyimpanan cerdas dan perabot yang fleksibel.

Lantas, bagaimana gagasan Ingvar Kamprad tentang kesederhanaan dan kehidupan di rumah terus hidup dan relevan dalam keseharian masyarakat Indonesia ?

Sejak kelahiran Ingvar, gagasan yang dirinya tanamkan tentang kesederhanaan, efisiensi, dan desain yang berpihak pada banyak orang tetap terasa relevan. Dan nilai yang dulu lahir di Småland, Swedia ternyata juga hidup di banyak rumah di Indonesia. Mulai dari keluarga yang berbagi satu ruang untuk berbagai kegiatan, pasangan muda yang pertama kali menata apartemen studio, hingga mereka yang ingin menjaga rumah tetap rapi dan nyaman meski luasnya terbatas.

Dalam keseharian seperti itu, gagasan Ingvar tentang rumah yang fungsional, terjangkau, dan dekat dengan kehidupan nyata terasa semakin relevan, karena masyarakat Indonesia pun sudah lama akrab dengan cara tinggal yang kreatif dan sederhana.

Cara Orang Indonesia Tinggal Hari Ini : Fleksibel, Kaya Aktivitas, dan Selalu Berubah

Ingvar tumbuh dalam budaya yang menempatkan kesederhanaan dan kreativitas sebagai bagian dari hidup sehari-hari. Cara berpikir tersebut, bahwa ruang kecil bisa bekerja lebih efisien dan sebuah benda bisa memenuhi lebih dari satu fungsi, tanpa disadari juga hadir di banyak rumah di Indonesia hari ini.

Selama lebih dari satu dekade hadir di Indonesia, IKEA melihat bagaimana rumah diperlakukan sebagai ruang  yang dinamis. Ruang keluarga yang berubah fungsi dari pagi hingga malam, sudut kecil yang disulap menjadi area kerja atau hobi, hingga perabot yang dipilih karena bisa mengikuti aktivitas penghuninya.

Observasi ini juga tercermin dalam berbagai temuan Life at Home Report IKEA Indonesia 2025, di mana kebutuhan terbesar masyarakat adalah solusi penyimpanan yang efektif, perabot serbaguna, dan penataan rumah yang membantu kehidupan terasa lebih mudah. Budaya, observasi, dan temuan inilah yang menjadi inspirasi utama IKEA Indonesia.

Filosofi yang Tetap Relevan: Dari Småland ke Rumah-Rumah Indonesia

Pada 1976, Ingvar merangkum pemikirannya dalam The Testament of a Furniture Dealer,sebuah dokumen yang jauh lebih personal dibanding buku manajemen pada umumnya. Isinya sederhana: untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang; keputusan harus dibuat dengan jujur dan efisien; dan keberanian mencoba cara baru harus selalu dijaga.

Dari prinsip inilah Democratic Design lahir, memastikan keseimbangan antara fungsi, bentuk, kualitas, keberlanjutan, dan keterjangkauan. Pendekatan ini terasa jelas di Indonesia, ketika pelanggan memilih produk bukan hanya karena bentuknya, tetapi karena kemampuannya menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. Rak yang sekaligus menjadi partisi, tempat tidur dengan penyimpanan tambahan, hingga kotak dan keranjang yang membantu rumah tetap tertata menunjukkan bahwa produk berfungsi sebagai solusi, bukan sekadar benda.

Relevansi yang Nyata di Indonesia

Pertumbuhan compact living space di kota-kota besar, makin banyaknya keluarga kecil, dan gaya hidup yang terus berubah membuat kebutuhan akan solusi rumah semakin tinggi. Bagi pasangan muda, rumah menjadi titik awal perjalanan bersama. Bagi keluarga, rumah adalah tempat anak bertumbuh sekaligus tempat bekerja. Bagi mereka yang tinggal sendiri, ruang yang ringan dan mudah dirapikan sering menjadi kebutuhan utama.

Dalam konteks seperti ini, nilai yang dibawa Ingvar terasa sangat dekat dengan kehidupan di Indonesia. Rumah tidak harus besar, yang penting adalah bagaimana setiap sudut beradaptasi, dan bagaimana ruang bisa mengikuti kebutuhan sehari-hari. Keseharian yang terus bergerak inilah yang menjadikan warisan Ingvar relevan hingga kini.

“Warisan Ingvar selalu berangkat dari hal-hal sederhana: memahami apa yang benar-benar dibutuhkan orang di rumah. Kami melihat bagaimana banyak orang Indonesia menata ruang dengan cara yang kreatif agar kehidupan sehari-hari terasa lebih nyaman. Tantangan seperti ruang terbatas atau rutinitas yang padat justru mendorong munculnya solusi yang cerdas dan dekat dengan kehidupan nyata. Semangat itulah yang terus menginspirasi kami dalam menghadirkan solusi yang relevan dan terjangkau bagi banyak orang.” ujar Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia

Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia

Warisan yang Terus Hidup

Ingvar Kamprad berpulang pada 2018, namun cara pandangnya tentang kehidupan di rumah tetap menjadi fondasi IKEA hingga kini. Nilai-nilai yang tumbuh dari pedesaan kecil di Swedia itu kini menemukan bentuknya di berbagai tempat, termasuk di Indonesia, di ruang-ruang yang dipenuhi cerita keluarga, kebiasaan, dan ritme hidup yang selalu berubah.

Seratus tahun setelah kelahirannya, gagasan Ingvar tetap sederhana namun kuat, bahwa setiap orang berhak memiliki rumah yang dapat mengikuti kebutuhan penghuninya dan membuat kehidupan sehari-hari lebih baik. Selama kebutuhan itu terus ada, semangat Småland akan terus hidup dalam cara kita merawat dan menata rumah.

Catatan mengenai keberadaan toko IKEA yang menghadirkan rangkaian perabot rumah tangga yang yang dibuat oleh para desainer, dan diproduksi melalui riset dan pengembangan, quality control yang ketat, dan dengan memperhatikan  keberlanjutan jangka panjang, bertebar di sejumlah Kota di Indonesia. Berawal dari toko IKEA pertama dibuka di Alam Sutera pada 15 Oktober 2014, disusul toko kedua, ketiga dan keempat yang dibuka di Sentul City, Kota Baru Parahyangan, dan Jakarta Garden City pada 28 November 2019, 28 Maret 2021, 16 September 2021 masing-masing.

Kemudian IKEA Bali dibuka pada 18 November 2021, IKEA Mall Taman Anggrek pada 7 April 2022 sebagai city store pertama, dan IKEA Surabaya pada 15 Desember 2022.

[]Andriza Hamzah & Annisa Syaini

Photo : IKEA/Emerson Asia Pacific

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *