World Heart Day 2026, yang jatuh pada 29 September, mengajak masyarakat untuk kembali memfokuskan perhatiannya terhadap kesehatan jantung. Tahun ini, World Heart Federation mengangkat tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda dan risiko penyakit kardiovaskular yang dapat terlewatkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) […]
Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga mencakup upaya promotif, preventif, hingga dukungan paliatif—pendekatan menyeluruh yang menempatkan manusia sebagai pusat perhatian.
Hampir setengah abad sejak berdiri, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) terus menegaskan satu hal penting : perjuangan melawan kanker tidak bisa dilakukan sendiri.
Maka memperingati Hari Ulang Tahun ke-49, YKI mengusung semangat “Bakti 49 Tahun, Pengurus YKI Bersatu di Seluruh Negeri”, sebuah ajakan kolektif untuk memperkuat gerakan Nasional berbasis komunitas, yang selama ini menjadi denyut utama organisasi ini.
Momentum ini ditandai dengan pelantikan serentak Koordinator Wilayah YKI di seluruh Indonesia, sebuah langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi, deteksi dini, dan pendampingan pasien kanker hingga ke lapisan masyarakat paling dekat.
Prof. Dr.dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP :
Ketua Umum YKI, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP menekankan bahwa kekuatan utama YKI terletak pada kolaborasi dan kerja kolektif lintas daerah. “HUT ke-49 ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara YKI Pusat dan seluruh cabang di Indonesia. Dengan koordinasi yang lebih solid, kami ingin memastikan edukasi, deteksi dini, dan layanan kanker dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Ini bukan hanya tentang organisasi, tapi tentang gerakan bersama untuk Indonesia yang lebih sehat,” ujarnya.
Sebagai organisasi independen yang bertumpu pada partisipasi publik, YKI memainkan peran unik : menjembatani kebutuhan masyarakat dengan upaya penanggulangan kanker yang lebih luas.
Selama ini, YKI aktif dalam :
Meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya deteksi dini
Mendorong deteksi dini kanker
Memberdayakan penyintas sebagai agen edukasi
Memperluas akses skrining berbasis komunitas
Memberikan pelatihan perawatan paliatif bagi tenaga medis kesehatan dan pendamping pasien
Langkah-langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai upaya nasional, termasuk:
1·Eliminasi kanker leher rahim melalui vaksinasi HPV dan skriningHPV DNA
Penurunan angka kematian kanker payudara lewat deteksi dini dan pemeriksaan rutin
Skrining kanker prostat dan kanker paru
Pelantikan Koordinator Wilayah secara serentak bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi penting bagi penguatan tata kelola organisasi.
Maka dengan struktur yang lebih terkoordinasi, YKI optimistis dapat :
Mempercepat distribusi program edukasi
Memperluas jangkauan deteksi dini
Meningkatkan kualitas pendampingan pasien di berbagai daerah
Lebih dari itu, pendekatan berbasis komunitas memungkinkan program YKI hadir lebih dekat, lebih relevan, dan lebih berdampak bagi masyarakat.
Pemberian potongan tumpeng dari Prof. Dr.dr. Aru Wisaksono Sudoyo kepada Ibu Riani Hoepoedio, pegawai dengan masa bakti terlama, 44 tahun
Gerakan Kemanusiaan yang Terus Tumbuh
Mengusung visi menciptakan masyarakat yang peduli kanker, YKI terus berfokus pada :
Edukasi publik berkelanjutan
Peningkatan kesadaran deteksi dini
Dukungan bagi pejuang dan penyintas kanker
Penguatan kapasitas perawatan paliatif
Bagi YKI, penanggulangan kanker bukan semata isu kesehatan, melainkan gerakan kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Karena itu, melalui peringatan 49 tahun ini, YKI kembali mengajak masyarakat untuk tidak hanya peduli, tetapi juga terlibat aktif, baik melalui edukasi, deteksi dini, maupun dukungan nyata bagi para pejuang kanker.
Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Masa Bakti 2026 – 2031
Ditandatangani pada HUT 49 Yayasan Kanker Indonesia, 17 April 2026 Oleh Ketua Umum YKI, Prof. Dr.dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP :
1. Ketua Wilayah DKI Jakarta : Ny Endang Nugrahani, S.E.Ak
2. Ketua Wilayah Prov. Jawa Barat : Dr. dr. Indra Wijaya, SpPD-KHOM, FINASIM
3. Ketua Wilayah Prov. Bali : Dr. dr. Anak Agung Ayu Ngurah Susraini, Sp.PA., Subsp. S.P(K)
4. Ketua Wilayah Prov. Nusa Tenggara Barat : Hj. Sinta Agathia Iqbal
5. Ketua Wilayah Prov. Kalimantan Selatan: Laila Refiana Said, P.Si., M.Si., Ph.D
6. Ketua Wilayah Prov. Jambi : dr. Rudy Gunawan, Sp.OG, Subsp.Onk, D.MAS.,FICRS.
7. Ketua Wilayah Prov. Sulawesi Tengah : Dr. Muhamad Ikhlas, M.Kes., Sp.B.,Subsp.Onk.(K)
8. Ketua Wilayah Prov. Sulawesi Selatan : Dr.dr. Nani Iriani, Sp.THTBKL, Subsp.Onk(K), FICS
9. Ketua Wilayah Prov. Sulawesi Utara : Dr. Merry Elisabeth Kalalo, S.H.,M.H.
10. Ketua Wilayah Prov. DI Yogyakarta : Gusti Kanjeng Ratu Hemas
11. Ketua Wilayah Prov. Jawa Tengah : Dr.dr. Eko Adhi Pangarsa, SpPD,K-H.Onk.M
12. Ketua Wilayah Prov. Jawa Timur : Prof.Dr.Joni Wahyuhadi, dr., Sp.BS(K), MARS
13. Ketua Wilayah Prov. Kalimanan Timur : Hj. Encik Widyani Sjaraddin, SKM,MQIH
14. Ketua Wilayah Prov. Sumatera Barat : Dr.dr.Syamel Muhammad, SpOG, Subsp.Onk
15. Ketua Wilayah Prov. Sumatera Selatan : Dr. Siti Nuria, Sp.OG
16. Ketua Wilayah Prov. Kepulauan Riau : Dra.Hj.Dewi Kumalasari, M.Pd.
17. Ketua Wilayah Prov. Nusa Tenggara Timur : apt. Mindriyati Astiningsih Laka Lena, S.Si.
18. Ketua Wilayah Prov. Riau : Dr.dr. Elmi Ridar, Sp.A.
19. Ketua Wilayah Prov. Kalimantan Barat : Windy Prihastari, S.STP., M.Si.
Diraih Oleh 2 Kampus Ide inovasi bisa datang dari mana saja. Tapi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat lahir dari kejelian dalam mengobservasi berbagai persoalan yang terjadi di sekitar. Inilah yang terlihat dari solusi para peserta terutama para jawara program Samsung Innovation Campus Batch 5 2023/2024. Prototipe para Juara Samsung Innovation Campus Batch 5 2023/2024 menunjukkan betapa besarnya potensi […]
Suasana rumah menjelang akhir tahun tak lepas sering berubah menjadi lebih ramai, lebih hidup, dan lebih banyak cerita yang berpindah dari ruang satu ke ruang lainnya. Ini kiranya, penghuni rumah — tentu – adalah Anda dan pasangan juga anak-anak, ingin suasana baru dan berbeda. Pastinya ingin lebih indah berpesona Dari melihat fenomena setiap tahun inilah, […]
Autoimun, penyakit yang meliputi 10% populasi dengan keterlibatan organ yang berbeda, kiranya menjadi ancaman nyata yang harus disikapi dengan langkah preventif mau pun kuratif. Autoimun merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak dapat membedakan kawan dan lawan, sehingga menyebabkan keluhan kesehatan kronis, bahkan dapat kematian jika menyerang organ vital. Minimnya pengetahuan masyarakat di Indonesia […]