Newz Hitz

49 Tahun YKI, Perjuangan Melawam Kanker Tidak Bisa Dilakukan Sendiri

Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI),  organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga mencakup upaya promotif, preventif, hingga dukungan paliatif—pendekatan menyeluruh yang menempatkan manusia sebagai pusat perhatian.

Hampir setengah abad sejak berdiri, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) terus menegaskan satu hal penting : perjuangan melawan kanker tidak bisa dilakukan sendiri.

Maka memperingati Hari Ulang Tahun ke-49, YKI mengusung semangat Bakti 49 Tahun, Pengurus YKI Bersatu di Seluruh Negeri, sebuah ajakan kolektif untuk memperkuat gerakan Nasional berbasis komunitas, yang selama ini menjadi denyut utama organisasi ini.

Momentum ini ditandai dengan pelantikan serentak Koordinator Wilayah YKI di seluruh Indonesia, sebuah langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi, deteksi dini, dan pendampingan pasien kanker hingga ke lapisan masyarakat paling dekat.

Prof. Dr.dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP :
 

Ketua Umum YKI, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP menekankan bahwa kekuatan utama YKI terletak pada kolaborasi dan kerja kolektif lintas daerah. “HUT ke-49 ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara YKI Pusat dan seluruh cabang di Indonesia. Dengan koordinasi yang lebih solid, kami ingin memastikan edukasi, deteksi dini, dan layanan kanker dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Ini bukan hanya tentang organisasi, tapi tentang gerakan bersama untuk Indonesia yang lebih sehat,” ujarnya.

Sebagai organisasi independen yang bertumpu pada partisipasi publik, YKI memainkan peran unik : menjembatani kebutuhan masyarakat dengan upaya penanggulangan kanker yang lebih luas.

Selama ini, YKI aktif dalam :

  • Meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya deteksi dini
  • Mendorong deteksi dini kanker
  • Memberdayakan penyintas sebagai agen edukasi
  • Memperluas akses skrining berbasis komunitas
  • Memberikan pelatihan perawatan paliatif bagi tenaga medis kesehatan dan pendamping pasien

Langkah-langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai upaya nasional, termasuk:         

  • 1·Eliminasi kanker leher rahim melalui vaksinasi HPV dan skrining HPV DNA
  • Penurunan angka kematian kanker payudara lewat deteksi dini dan pemeriksaan rutin
  • Skrining kanker prostat dan kanker paru

Pelantikan Koordinator Wilayah secara serentak bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi penting bagi penguatan tata kelola organisasi.

Maka dengan struktur yang lebih terkoordinasi, YKI optimistis dapat :

  • Mempercepat distribusi program edukasi
  • Memperluas jangkauan deteksi dini
  • Meningkatkan kualitas pendampingan pasien di berbagai daerah

Lebih dari itu, pendekatan berbasis komunitas memungkinkan program YKI hadir lebih dekat, lebih relevan, dan lebih berdampak bagi masyarakat.

Pemberian potongan tumpeng dari Prof. Dr.dr. Aru Wisaksono Sudoyo kepada Ibu Riani Hoepoedio, pegawai dengan masa bakti terlama, 44 tahun

Gerakan Kemanusiaan yang Terus Tumbuh

Mengusung visi menciptakan masyarakat yang peduli kanker, YKI terus berfokus pada :

  • Edukasi publik berkelanjutan
  • Peningkatan kesadaran deteksi dini
  • Dukungan bagi pejuang dan penyintas kanker
  • Penguatan kapasitas perawatan paliatif

Bagi YKI, penanggulangan kanker bukan semata isu kesehatan, melainkan gerakan kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Karena itu, melalui peringatan 49 tahun ini, YKI kembali mengajak masyarakat untuk tidak hanya peduli, tetapi juga terlibat aktif, baik melalui edukasi, deteksi dini, maupun dukungan nyata bagi para pejuang kanker.

Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Masa Bakti 2026 – 2031

Ditandatangani pada HUT 49 Yayasan Kanker Indonesia, 17 April 2026 Oleh Ketua Umum YKI, Prof. Dr.dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP :

1.    Ketua Wilayah DKI Jakarta  : Ny Endang Nugrahani, S.E.Ak

2.    Ketua Wilayah Prov. Jawa Barat  : Dr. dr. Indra Wijaya, SpPD-KHOM, FINASIM

3.  Ketua Wilayah Prov. Bali  : Dr. dr. Anak Agung Ayu Ngurah Susraini, Sp.PA., Subsp. S.P(K)

4.    Ketua Wilayah Prov. Nusa Tenggara Barat : Hj. Sinta Agathia Iqbal

5.    Ketua Wilayah Prov. Kalimantan Selatan: Laila Refiana Said, P.Si., M.Si., Ph.D

6.    Ketua Wilayah Prov. Jambi   : dr. Rudy Gunawan, Sp.OG, Subsp.Onk, D.MAS.,FICRS.

7.    Ketua Wilayah Prov. Sulawesi Tengah : Dr. Muhamad Ikhlas, M.Kes., Sp.B.,Subsp.Onk.(K)

8.    Ketua Wilayah Prov. Sulawesi Selatan : Dr.dr. Nani Iriani, Sp.THTBKL, Subsp.Onk(K), FICS

9.    Ketua Wilayah Prov. Sulawesi Utara  : Dr. Merry Elisabeth Kalalo, S.H.,M.H.

10.  Ketua Wilayah Prov. DI Yogyakarta  : Gusti  Kanjeng Ratu Hemas

11.  Ketua Wilayah Prov. Jawa Tengah : Dr.dr. Eko Adhi Pangarsa, SpPD,K-H.Onk.M

12.  Ketua Wilayah Prov. Jawa Timur  : Prof.Dr.Joni Wahyuhadi, dr., Sp.BS(K), MARS

13.  Ketua Wilayah Prov. Kalimanan Timur : Hj. Encik Widyani Sjaraddin, SKM,MQIH

14.  Ketua Wilayah Prov. Sumatera Barat   : Dr.dr.Syamel Muhammad, SpOG, Subsp.Onk

15.  Ketua Wilayah Prov. Sumatera Selatan   : Dr. Siti Nuria, Sp.OG

16.  Ketua Wilayah Prov. Kepulauan Riau  : Dra.Hj.Dewi Kumalasari, M.Pd.

17.  Ketua Wilayah Prov. Nusa Tenggara Timur : apt. Mindriyati Astiningsih Laka Lena, S.Si.

18.  Ketua Wilayah Prov. Riau  : Dr.dr. Elmi Ridar, Sp.A.

19.  Ketua Wilayah Prov. Kalimantan Barat   : Windy Prihastari, S.STP., M.Si.

[]Andriza Hamzah & Anissa Syaini

Photo : Dok. YKI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *