Memasuki periode seleksi Perguruan Tinggi, banyak calon mahasiswa mulai bersiap merantau ke berbagai Kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Selain memilih kampus, mencari kost atau rumah sewa menjadi langkah awal untuk memulai hidup mandiri. Dalam proses memilih, perhatian utama biasanya tertuju pada kamar tidur atau kamar utama. Mengenai kamar mandi sering […]
Tak hanya mendengar, bahkan hingga melihat, terbilang banyak masyarakat habis waktunya hanya untuk mencari barang yang seharusnya selalu ada di tempatnya. Tidak dimungkiri, ini sebab kurang cermat dalam cara menata rumah.
Terlebih setelah periode berbagai macam perayaan berlalu, banyak rumah diam-diam berubah. Bukan karena bertambah penuh, tapi karena barang-barang kecil mulai kehilangan “tempatnya”. Semisal, nampan berpindah ke balik sofa, kotak “sementara” jadi menetap, dan barang sehari-hari seperti skincare, aksesoris, hingga charger mulai sulit ditemukan saat dibutuhkan.
Dalam keseharian, perubahan kecil seperti inilah yang paling sering mengganggu terutama di area seperti kamar tidur dan kamar mandi, tempat di mana barang esensial seharusnya paling mudah dijangkau dan ditemukan.
Situasi ini bukan soal penghuni, Anda rajin atau tidak, tapi memang cenderung berulang-ulang seperti déjà vu. Dirapikan, puas, lalu perlahan kembali seperti semula. Lama-lama, beres–beres terasa melelahkan dan semakin mudah ditunda. Di titik ini, masalahnya bukan lagi tentang merapikan, tetapi tentang sistem yang diterapkan. Bagaimana rumah bisa mengikuti kebiasaan penghuninya, bukan sebaliknya.
Dari sanalah kiranya IKEA Indonesia, Perusahaan yang menawarkan rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional dengan visi menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang, hadirkan keindahan cara hidup yang lebih tertata.
Halnya dikatakan Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia di acara bertajuk “Ga Perlu Main Petak Umpet Lagi” yang berlangsung di IKEA Alam Sutera, Kamis, 16 April 2026, bahwa ”Banyak orang merasa rumahnya selalu berantakan, padahal sudah sering dirapikan. Biasanya bukan karena ruangnya kurang atau barangnya terlalu banyak, tapi karena sistem penyimpanannya belum benar-benar cocok untuk mereka.”
Lanjutnya.”Di IKEA, kami selalu memberikan solusi yang dimulai dari kebiasaan nyata di rumah. Barang apa yang sering dipakai, di mana biasanya diletakkan, dan apa yang paling sering dicari. Dari situ, solusi yang dibuat bukan hanya rapi secara visual, tapi juga terasa lebih mudah dijalani setiap hari.”
Mengurangi Kebiasaan “Menaruh Sementara”
Kebiasaan merapikan akhirnya tidak lagi terasa seperti tugas tambahan, tapi menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Dan dalam praktiknya, solusi kecil seperti tray untuk barang harian, kotak penyimpanan untuk kategori tertentu, atau pembagian zona berdasarkan aktivitas dapat membantu mengurangi kebiasaan “menaruh sementara” yang sering berujung jadi permanen. Ketika sistem ini bekerja, rumah tidak lagi terasa seperti sesuatu yang harus terus dibereskan, melainkan ruang yang secara alami lebih teratur.
“Yang sering tidak disadari, justru produk-produk kecil yang paling sering dipakai punya peran besar dalam menjaga rumah tetap teratur. Solusi seperti box, tray, trolley, atau organiser bukan sekadar tempat penyimpanan, tapi membantu membentuk kebiasaan. Ketika barang punya tempat yang jelas dan mudah dijangkau, orang jadi terbiasa untuk langsung menaruh kembali,” jelas Alfonsus Kristian, Business Leader IKEA Indonesia di acara yang dipandu Rimadirya.
Kiranya, kebutuhan akan ruang yang lebih teratur ini tidak hanya dirasakan di rumah, tetapi juga di berbagai ruang lain yang kita gunakan setiap hari. Seperti apa pun rumahnya, ruang yang tidak terorganisir dengan baik dapat menghambat alur aktivitas dan membuat rutinitas terasa kurang efisien.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, IKEA menghadirkan Interior Design Service (IDS) yang membantu pelanggan merancang ruang berdasarkan kebutuhan dan kebiasaan mereka. Melalui pendekatan yang dipersonalisasi, setiap ruang, mau digunakan untuk hunian ataupun bisnis, dapat ditata agar lebih mudah digunakan sehari-hari.
Selain IDS, melalui IKEA for Business, Perusahaan dan pelaku usaha dapat merancang ruang yang bisa berkembang sesuai kebutuhan mulai dari perencanaan bersama tim ahli hingga pendampingan saat implementasi. Dengan begitu, ruang yang tercipta tidak hanya rapi, tetapi juga benar-benar mendukung alur kerja sehari-hari.
“Pada akhirnya, rumah seharusnya membantu, bukan menambah beban. Di IKEA, kami terus berupaya untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Salah satunya dengan memastikan waktu di rumah tidak habis hanya untuk mencari barang yang kita miliki. Waktu terlalu berharga untuk dihabiskan dengan hal-hal kecil seperti itu,” ujar Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.
Lanjut kata Ririn Basuki di penghujung acara,”Maka lewat pendekatan ‘Ga Perlu Main Petak Umpet Lagi’, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa menata rumah cukup dimulai dari hal sederhana yang membuat setiap barang punya tempatnya, sehingga hidup sehari-hari terasa lebih ringan.”
Melalui Padukan Golf Pilates, Catatan. Sebuah studi oleh Jakpat (2024) mencatat bahwa lebih dari 70% responden Gen Z dan Milenial di kota besar seperti Jakarta menyatakan minatnya terhadap gaya hidup sehat, termasuk yoga, pilates, dan aktivitas fisik yang bersifat komunitas. Dan kiranya, lonjakan ini juga dipicu oleh kesadaran akan pentingnya mental well-being melalui olah raga dan keinginan […]
Acara tahunan Sunday Market hadir kembali di Tugu Kunstkring Paleis, terletak kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Acara yang digelar pada 17 juli 2022 bertujuan mendekatkan karya Indonesia, mulai dari racikan penganan, busana Batik dan musik, hingga Maka acara yang dihadirkan berbagai macam tenant yang menjual produk mulai dari makanan hingga kerajinan tangan. Selain itu acara juga […]
Di penghujung bulan Oktober 2022, dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda, yang diperingati disetiap tanggal 28 Oktober, Yayasan Kridha Dhari Indonesia mempersembahkan sebuah acara menawan bertema Ikrar Budaya Indonesia. Acara bertujuan menggugah semangat para kaum muda agar tetap bersemangat dan menjaga kelestarian Budaya Indonesia, digelar di Jaya Suprana School of Performing Arts, bertempat di MOI, […]