Ada hal berbeda, bahkan istimewa, bila menatap Ruang Candramawa, yang disajikan oleh IKEA Indonesia.
Tak tersingkirkan. Memukau dan menggetarkan dari kehadiran kreasi yang dikemas IKEA, — merupakan sarana rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional dan didesain bertabur pesona — berupa Ruang Candramawa”, sebuah roomset yang terinspirasi dari seorang wanita pelaku seni musik — Danilla Riyadi, 36 tahun, yang akrab disapa Danilla.

Ruang Candramawa, buah karya yang terinspirasi dari album terbaru Danilla, bertajuk “Candramawa” yang dirilis pada 5 Juni 2026 ini dirancang untuk menunjukkan bagaimana satu ruang dapat mengikuti beragam aktivitas penggunanya.
Inspirasi Ruang Candramawa berangkat dari album terbaru Danilla, “Candramawa”, yang dirilis pada 5 Juni 2026. Terdiri dari delapan lagu dengan durasi 30 menit, album ini membawa cerita tentang pengalaman, kehilangan, dan bagaimana seseorang berdamai dengan hal-hal yang tidak selalu bisa diubah. Dan bagi IKEA, memahami cerita di balik album ini menjadi bagian penting untuk melihat seperti apa kehidupan sehari-hari Danilla selama proses pembuatan albumnya, termasuk kebiasaan dan momen-momen yang membentuk cara dia berkarya.
Catatan kiprah Danilla di Dunia musik, ia mulai dikenal luas melalui album debutnya, “Telisik”, yang dirilis pada 2014. Sejak itu, ia terus mengembangkan karakter musikalnya lewat “Lintasan Waktu” (2017) dan “POP SEBLAY” (2022), dengan pendekatan yang tidak terlalu terpaku pada satu genre dan selalu memberi ruang untuk bereksperimen. “POP SEBLAY”.
Dalam proses menggarap “Candramawa”, Danilla kembali bekerja bersama dua musisi sekaligus Produser musik Lafa Pratomo, Musisi, Penulis lagu, arranger, dan Produser yang sudah menjadi bagian dari perjalanan kreatif Danilla sejak “Telisik”. Dan Otta Tarrega yang adalah Musisi, Penulis lagu, Arranger, dan Produser musik yang telah lama bekerja bersama Danilla. Ia terlibat dalam “POP SEBLAY”, dan karya-karya setelahnya, termasuk sebagai bagian dari tim yang membantu membentuk warna musik Danilla.

“Prosesnya memang banyak terjadi lewat interaksi kami bertiga. Misalnya saat saya mencoba bagian vokal, Lafa dan Otta bisa langsung memberikan respons, begitu juga ketika mereka sedang mencoba bagian gitar atau keys. Dari situ kami bisa saling mengembangkan dan mengubah sesuatu sampai terasa pas. Itu juga yang saya suka dari Ruang Candramawa, karena ruangnya tidak terasa seperti dibuat untuk satu kegiatan saja. Ada ruang untuk bekerja, ngobrol, mencoba sesuatu, atau sekadar duduk dan melihat ke mana prosesnya berjalan,” kata Danila, Musisi & Creative Collaborator.

Atas diluncurkannya Ruang Candramawa, Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia, di acara peluncuran yang berlangsung di IKEA Alam Sutera menyampaikan,”Dari awal kami memang tidak ingin membuat replika kamar atau studionya Danilla. Kami ingin memahami bagaimana beliau dan teman-temannya menjalani proses pembuatan musik. Dari situ, kami melihat bahwa prosesnya tidak selalu berlangsung linear dan monoton. Ada banyak interaksi, percobaan, dan perubahan di sepanjang proses tersebut, dan hal itu yang kemudian kami bawa ke dalam Ruang Candramawa.”
[]Andriza Hamzah
Photo : Dok IKEA/Emerson Asia Pacific