Dari mendapati meningkatnya paparan nikotin melalui rokok elektrik (vape) di kalangan remaja, kiranya kerap tidak disadari oleh orangtua. Sangat perlu diketahui bahkan diwaspadai, penggunaan vape di kalangan anak muda, tidak terkesampingan betapa bahaya kandungan nikotin dan zat kimia dalam vape Hal inilah menjadi keprihatinan dan ditunjukkan oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Merupakan organisasi nirlaba yang […]
Salah satu faktor penting yang dapat menjadi penentu masa depan seseorang, tiada bisa dikatakan adalah Pendidikan Tinggi. Dari kesadaran, ini kiranya telah mendorong banyak pelajar Indonesia untuk berjuang semaksimal mungkin agar dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impian.
Dilansir dari Statistik Pendidikan Tinggi 2020 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, PTN memiliki tingkat akreditasi yang lebih baik, dengan 37.43% PTN terakreditasi A. Sementara jumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terakreditasi A masih di bawah 10%.
Karenanya hingga kini, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih menjadi pilihan pendidikan tinggi utama bagi banyak pelajar Indonesia, bukan hanya karena akreditasi yang baik, namun juga karena biaya pendidikan yang relatif lebih terjangkau.
Namun, berhasil diterima di PTN impian tidaklah mudah dan cenderung sangat kompetitif. Pelajar Indonesia harus terlebih dahulu berjuang melewati proses seleksi masuk dengan memilih salah satu dari tiga jalur seleksi masuk PTN, yaitu SNMPTN, UTBK-SBMPTN, dan Ujian Mandiri.
Di antara ketiga jalur tersebut, jalur UTBK masih menjadi jalur favorit pelajar Indonesia karena memiliki kuota yang besar dan terbuka bagi semua pelajar, terlepas dari nilai rapor di sekolah.
Pada tahun 2021, ada 777.858 pelajar Indonesia yang tercatat sebagai peserta UTBK-SBMPTN, sementara peserta yang dinyatakan lulus hanya 23,78% dari jumlah total peserta. Ketatnya persaingan melalui jalur UTBK sekaligus tingginya harapan banyak pelajar Indonesia untuk berhasil memastikan impian mereka, mendorong Ruangguru, — Perusahaan teknologi pendidikan terbesar di Asia Tenggara yang menyediakan berbagai layanan belajar berbasis teknologi — untuk menciptakan program holistik untuk persiapan sukses menghadapi UTBK, yaitu #PelatnasUTBK.
Program #PelatnasUTBK terinspirasi dari atlet Nasional Greysia Polii, yang dinilai memahami makna perjuangan menuju keberhasilan sebagai proses panjang yang membutuhkan kesiapan mental dan konsistensi dalam berlatih mengasah kemampuan teknis saat ia mempersiapkan diri bertanding di ajang Olimpiade.
Oleh karena itu, program #PelatnasUTBK terdiri dari dua pendekatan, yakni program untuk mengasah kemampuan teknis dan program kesiapan mental untuk membangun motivasi dan menjaga konsistensi belajar para pelajar yang akan berjuang menghadapi UTBK.
“Kemampuan intelektual tinggi tidak selalu menjamin seseorang untuk berhasil di dalam bidang yang mereka tekuni, karena kepintaran bukanlah satu-satunya faktor penentu keberhasilan. Kami melihat pola yang serupa dalam UTBK, di mana tingkat intelegensi dan nilai yang mereka miliki bukan satu-satunya faktor lolos UTBK, karena begitu banyak materi pelajaran yang perlu dikuasai dalam waktu yang relatif singkat.,” tutur Ignatius Untung Surapati, VP Marketing Ruangguru.
Tambahnya,”Meski pun latihan soal merupakan kunci penting keberhasilan, namun menjaga motivasi, disiplin, dan konsistensi dari awal persiapan hingga UTBK justru menjadi tantangan nyata bagi para pelajar. Maka dari itu, Ruangguru mempersiapkan program holistik #PelatnasUTBK yang dapat diikuti oleh semua pelajar untuk mendukung persiapan mereka menuju UTBK. Harapannya, program ini akan dapat melatih para pelajar menghadapi soal-soal UTBK sekaligus menjaga motivasi dan konsistensi pelajar untuk mempersiapkan diri mereka agar sukses melalui UTBK.”
Ditambah lagi, pelajar cenderung mengalami tekanan yang cukup berat saat persiapan UTBK. Selain kompetisi yang ketat, pelajar juga harus menghadapi soal-soal yang kompleks mencakup materi dari kelas 10-12 serta waktu persiapan yang terbatas, hanya tiga bulan lagi untuk menguasai seluruh materi tersebut.
Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psikolog Anak dan Remaja, menambahkan, “Menghadapi tuntutan dan situasi dengan tingkat stres yang relatif tinggi ini dapat menyebabkan turunnya motivasi belajar, sehingga penyerapan informasi pun menjadi tidak optimal karena kelelahan otak. Maka, dalam persiapan UTBK, penting juga untuk membangun situasi belajar yang menyenangkan dan suportif untuk pelajar. Kondisi emosional yang baik akan membantu pelajar mengatasi tekanan dan belajar dengan lebih efektif, serta mampu menguasai Higher Order of Thinking Skill (HOTS), yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi kemampuan analisis dan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah.”
Program #PelatnasUTBK dihadirkan melalui beberapa pilihan paket di dalam aplikasi Ruangguru dengan fitur layanan yang berbeda, yakni #PelatnasUTBK Umum yang tidak berbayar dan #PelatnasUTBK Intensif bagi pelajar yang telah membeli paket ruangbelajar SMA + UTBK 6 bulan atau paket Brain Academy Online Premium SMA + UTBK Intensif Semester Genap.
Informasi lebih lanjut mengenai detail layanan masing-masing paket dapat diakses melalui Blog Ruangguru.
Tiada henti menyampaikan keindahan, berupa ajakan untuk bersama menikmati penganan dan menikmat acara menawan dalam memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2021. Itulah yang McDonald’s Indonesia sebagai restoran keluarga, kembali merayakannya, kali ini bersama 400 anak-anak panti asuhan yang tersebar di 8 kota di Indonesia. Kegiatan Hari Anak Nasional kali, ini melibatkan […]
Tidak hanya perhatian lebih yang diperlukan seseorang dengan bertambahnya usia, menginjak usia senior atau lansia (lanjut usia). Namun juga kebutuhan produk yang dapat menunjang dan mempermudah aktivitas sehari- hari, yang memadai untuk memberi rasa nyaman dan juga aman. Dari sana juga kiranya, dalam mewujudkan kepedulian terhadap lansia, Confidence, popok terbaik dan ternama, menggelar CSR peduli […]
Jakarta, 6 April 2018 – Vaseline, salah satu merek perawatan kulit mengumumkan bahwa Indonesia telah menjadi bagian dari misi global untuk memperbaiki kulit dan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan di seluruh dunia melalui penyelenggaraan perdana “Vaseline Healing Project” yang telah sukses digelar di Kabupaten Bangkalan, Madura bulan Januari lalu. Sebagai lanjutannya, program ini akan kembali […]