Profile

Fadra: Mengabdi Lewat Pendidikan

Jiwa dan hatinya tertambat pada dunia pendidikan. Dari bidang ini menjadikan dia bagai seorang Ilmuwan, membawanya kepada kebebasan berfikir.  Itulah yang melekat pada sosok  wanita berparas ayu yang bernama lengkap Fadra Hamid ini.

Jakarta, 8 Maret 2018 – Di usianya yang ke-33 tahun, Fadra tergolong ke dalam sosok wanita yang tegar dalam melewati berbagai tantangan hidup. Keluarga menjadi motivasi baginya, bayangan wajah orang-orang tercinta membuatnya lupa dengan lelah dan tangis di tengah perjuangan hidup menuntut ilmu di belahan benua nan jauh, “Saint Petersburg, Rusia”.

Mengenyam pendidikan di Rusia di bidang yang berkembang pesat, ilmu Eksakta  dan Teknologi, dan  tidak ditemukan di Indonesia.

“Literatur di Indonesia sebagian besar bersumber pada Negara-Negara Barat. Sedangkan ilmu pengetahuan dapat berkembang baik jika semakin banyak sumbernya sehingga dapat diambil sebagai referensi. Menjadi ilmuwan dengan spesialisasi Negara-Negara Barat sudah banyak di Indonesia, tetapi menjadi ilmuwan dengan keahlian Rusia dan Eropa Timur, menurut sata sangat jarang apalagi dalam disiplin ilmu Hubungan Internasional. Dengan motivasi ini saya kemudian memutuskan untuk belajar di Rusia,” Fadra yang kini berkegiatan/karier sebagai dosen sejak tahun 2011 berkisah.

Wanita penikmat  musik instrumental klasik, rock and roll dan pop lawas, yang berulang tahun setiap tanggal 13 ini bercerita tentang kemandiriannya yang sudah terbentuk sejak kuliah S1 semester IV.

“Saya  dari keluarga yang tidaklah berlebihan, karenanya untuk keperluan harian,  saya penuhi sendiri. Sekalipun  dimasa itu ayah saya sebenarnya  masih bisa membiayai kuliah saya,” kata putri nomor 4 dari 9 bersaudara, buah perkawinan M.Hamid dan Trimurwati, asal Madura dan Klaten.

Semasa kuliah di Rusia, wanita cekatan ini aktif dalam kegiatan kampus dan organisasi sosial masyarakat. Dan untuk aktivitasnya itu, hingga hari ini Fadra tetap aktif, dan duduk  sebagai Sekretaris Asosiasi Alumni Rusia INSAN NAUKA.

Sepanjang menjalani kehidupan di Rusia, Fadra yang masih melajang, ini mengantungi sejumlah pengalaman. Adapun pengalaman yang dirasa paling berkesan  ketika Indonesia, melalui tarian Saman, berhasil menjadi Pemenang Tarian Terbaik pada Festival Budaya Internasional di kampus Saint Petersburg pada tahun 2008.

“Bisa memperkenalkan keragaman budaya Indonesia di Rusia dan meraih kemenangan, tentu sebuah kebanggan yang tidak terhingga,” cetusnya.

Fadra sempat membawa kami bertualang lewat cerita kehidupannya di Rusia, sebuah Negara  modern yang demokratis dan memiliki karakter Asia.

“Sungguh kenyataan yang jauh berbeda dari kisah Rusia yang sering digambarkan sebagai Negara yang mencekam dan syarat dengan nilai negatif. Di sana saya melihat langsung gedung-gedung bersejarah dan bernilai seni tinggi menghiasi salah satu kota di Negara ini. Penataan kota, ruang, dan transportasi sangat rapih dan tertib. Dan kehidupan beragama di Rusia, sungguh harmonis. Tidak ada kelompok yang mencemooh,” kata Fadra.

Untuk lebih dekat dengan Fadra,  pemilik tinggi 155 cm berimbang berat 48 kg, berikut petikan wawancaranya dengan salah satu tim redaksi Stylish-One, yang berlangsung di salah satu café di Jakarta, pada beberapa waktu lalu.

 

Apa target dan puncak karier yang ingin kamu raih  ?

Bagi saya profesi dosen bukanlah sebuah karier, namun jika itu dikategorikan sebagai karier maka harapan saya adalah dapat memberikan inovasi baru di dunia pendidikan, baik berupa buku, tulisan maupun gagasan.

Punya pandangan mengenai dunia pendidikan di Indonesia ?

Sistem pendidikan di Indonesia sangat kompleks dan memberatkan, untuk SD-SMU beban pelajaran yang diampu siswa sangat besar dan menekan. Siswa pulang sekolah dengan tingkat kepenatan yang luar biasa, belum lagi tugas rumah yang masih perlu dikerjakan. Nilai masih menjadi tolak ukur prestasi kecerdasan siswa, bahkan ditingkat pendidikan tinggi juga mengadopsi sistem yang sama, padahal kecerdasan orang beragam, dan spesifik pada hal –hal tertentu, tidak semua hal bisa diukur dengan angka. Tenaga pendidiknya pun tidak semuanya memahami metode pengajaran yang baik, sehingga sering kali salah dalam melakukan pendekatan pengajaran.

Berikan sedikit tips untuk anak muda yang ingin mencoba studi ke luar Negeri ?

Yang diperlukan adalah niat untuk melaksanakannya dan serius mencari informasi yang diinginkan (beasiswa), mencoba mendaftar, melengkapi semua persyaratan, dan biasakan berpikir jauh ke depan.

Hal ini penting untuk perencanaan kuliah dan masa depan. Satu hal yang juga penting jangan lupa latih terus kemampuan bahasa. Hasilnya, bisa karena biasa.  Bisa saya sampaikan kepada kaum muda, bahwa menguasai bahasa Asing merupakan kendaraan menuju ke tingkat Internasional.

Berikan sebuah Quotes atau kalimat penyemangat bagi generasi muda sekarang (dalam Bahasa Rusia, boleh dengan artinya) ……..

«Без труда не вытащить и рыбки из пруда» Bez truda nye sytasyits I ribki iz pruda. Terjemahannya, tanpa kerja keras tidak akan mungkin bisa menarik ikan dari kolam.  Yang artinya, tanpa usaha kita tidak akan bisa mencapai apa-apa.  Saya senang dengan phrase «Не болтай» nye baltai, yang artinya, jangan  terlalu banyak bicara hal yang sia-sia, tetapi banyaklah bekerja.

Bagi mereka yang meraih sukses adalah mereka yang bisa mengenyampingkan malasnya, mereka yang tetap bekerja disaat yang lain tertawa, mereka yang terbangun berdoa disaat yang lain tertidur lelap.  Jadi sebesar apapun kepintaran kita, akan kalah dengan ketekunan. Jadi selamat berkarya, sukses ada di tanganmu.

Ok. Ngomong-ngomong kamu masih sendiri. Kalau boleh tahu,  pria  seperti apa  yang bisa menaklukan hati kamu ?

Saya suka  pria  yang bertanggung jawab, punya komitmen, mempunyai visi yang jauh ke depan, memberi kebebasan dalam berpikir dan berkarya, dan tidak pelit.  Sementara fiisik bukanlah penilaian saya dalam memilih pasangan. Saya lebih mengandalkan perasaan dan kecocokan prinsip dalam memandang banyak hal di kehidupan.

Sudahkan pria itu ada ?

Dia pernah ada dalam hati saya, tetapi kita tidak berjodoh karena keadaan yang tidak memungkinkan.

Peran istri  menurut kamu..

Ketika nanti saya menjadi seorang istri, tugas utama saya sebagai  seorang istri  adalah mengurus suami. Dan ketika menjadi seorang Ibu, seyogyanya mendidik anak-anak.  Menurut saya, di tangan wanita lah generasi suatu bangsa ditentukan. Semakin baik pendidikan dan karakter seorang ibu maka semakin baik pula karakter dan kecerdasan anak. Tujuan pendidikan tinggi bukanlah sekedar gelar, ijazah, atau untuk mendapat pekerjaan, tetapi agar orang memiliki pemikiran yang luas dalam menjalani kehidupan.

Dan karier kamu selanjutnya setelah berumah-tangga ? 

Saya ingin bisa untuk terus berkarya atau tetap mengajar dengan porsi yang berimbang, artinya tidak mengurangi waktu keluarga saya.

Arti materi buat kamu..

Materi adalah hal yang manusiawi yang menjadi kebutuhan semua orang, namun hakikatnya materi adalah sarana untuk mencapai tujuan kehidupan. Bagi saya, memenuhi kebutuhan materi harus diupayakan semaksimal mungkin namun dalam memperolehnya tidak mengabaikan nilai-nilai, moral dan norma. Dan hendaknya menggunakan materi sesuai dengan kebutuhan dan mempertimbangkan keadaan sosial sekitar.

Hal apa yang paling menyentuh hingga bisa membuat kamu menangis ? 

Hampir tidak ada kekesalan yang membuat saya menangis. Bilapun saya menangis, itu  karena didera rasa sedih, dan itupun lebih karena  berkaitan dengan kesehatan orang tua.

Hmm.. Apa yang bikin kamu sebal ?

Hal yang paling menyebalkan adalah menemukan orang yang lamban, baik dalam bergerak atau bekerja, apalagi kalau tidak berprinsip. Berhadapan dengan orang seperti itu bagai menemukan batu besar di jalan setapak.

Febbyprm

Foto : Dokumentasi Pribadi – Fadra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *