Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga […]
Acara yang diselenggarakan Yayasan Kanker Indonesia, pada Sabtu, 13 Juli 2024, bertempat di RS MRCCC Siloam, Semanggi Jakarta, dengan MC Pratiwi Astar dan Moderator Shanaz Haque, menghadirkan pembicara yang membahas mengenai kanker. Adalah dr. Yoga Devaera Sp. A(K), dr. Fransiska M Kaligis Sp. KJ (K), dan dr. Endang Windiastuti Sp.A (K)
dr. Yoga Devaera Sp A(K) dalam paparannya bertajuk “Peran Asupan Tinggi Protein sebagai Pemenuhan Nutrisi pada Anak dengan kanker” mengatakan bahwa malnutrisi terjadi lebih sering pada anak dengan kanker, termasuk overnutricion. ”Protein diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh, termasuk mempertahankan masa otot, sebab kebutuhan protein pada anak lebih besar dibandingkan kebutuhan pada orang dewasa,” jelas dr. Yoga Devaera.
Moderator, Shanaz Haque
Diuraikan oleh dr. Yoga Devaera, bahwa ”Kebutuhan protein pada anak dengan kanker lebih tinggi dari pada anak sehat. Menurunnya asupan protein tidak menyebabkan sel kanker menjadi lebih mudah dimatikan, tetapi kekurangan protein membuat kehilangan massa otot yang lebih besar dan dapat menyebabkan gejala mudah lelah.”
Sumber protein bisa didapat dari hewan dan turunannya yang dikenal protein hewani. ”Contoh sumber protein termasuk daging sapi, ikan, susu, dan protein yang didapat dari tumbuhan yang dikenal sebagai protein nabati, seperti kacang merah, kacang kedelai, gandum, sereal, buah alpukat, dan lain-lain, meski masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya,” dr. Yoga Devaera menambahkan.
Dalam diskusi mengenai dukungan emosi pada orangtua dengan anak penyandang kanker, dr. Fransiska M Kaligis Sp. KJ (K) hantarkan paparan “Dukungan Emosi pada Orang Tua dengan Anak Penyandang Kanker”, mengutarakan bahwa orangtua dengan anak penyandang kanker memerlukan bantuan dan perhatian khusus.
MC,Pratiwi Astar
“Orang tua mengalami dampak dari penyakit kanker yang dialami anak dari berbagai aspek, seperti psikologis, sosial, finansial, fisik, dan spiritual. Sehingga mereka memerlukan dukungan psikososial yang dapat diakses melalui berbagai penyedia dukungan psikososial seperti support group, dukungan personal, terapi keluarga, dan sumber daya online,” ujar dr. Fransiska M. Kaligis.
Selain itu, dr. Fransiska M. Kaligis mengutarakan bahwa tenaga kesehatan perlu menyadari beratnya beban psikologis yang dialami orangtua pasien anak dengan kanker. “Orangtua dapat mengalami stres berkepanjangan, tingkat kecemasan tinggi, dan berpotensi mengalami depresi, sehingga hal ini perlu dipahami oleh para tenaga kesehatan, dengan memberikan dukungan psikososial yang tepat selama anaknya menjalani perawatan, seperti dukungan emosional, instrumental, informasi, penilaian, dan interaksi sosial.”
Dalam pemaparan tentang kasus anak dengan kanker yg mendapatkan perawatan suportif, dr. Endang Windiastuti Sp.A (K) dengan “Presentasi Kasus Anak dengan Kanker yang Mendapatkan Perawatan Suportif”, menjelaskan tentang pentingnya peran orangtua, khususnya Ibu, dalam perawatan anak yang menjalani kemoterapi. “Orangtua perlu mengenali gejala efek samping kemoterapi. Sebaiknya orangtua memahami tatalaksana awal sebelum anak dibawa ke Fasilitas Kesehatan, hal ini sangatlah penting sebagai terapi suportif untuk meningkatkan kualitas hidup, baik bagi anak mau pun orang tua,” jelas dr. Endang Windiastuti.
Dalam menutup Seminar tentang “Peran Dukungan Suportif pada Anak dengan Kanker”, dr. Anky Tri Rini Kusumaning Edhy, Sp.A.(K), berharap segenap komunitas dan lingkungan dimana terdapat anak dengan kanker agar memberikan dukungan sebagai bentuk kepedulian sosial. “Komunitas bisa terdiri dari teman, keluarga besar, tetangga, dan Guru sekolah, anggota dan pimpinan lembaga keagamaan, tempat kerja, dan kelompok sosial lainnya. Hal ini karena orang tua dan anak penyandang kanker yang menerima dukungan sosial dapat mengatasi penanganan kanker dan depresi atau stres dengan lebih baik, dan membuat lebih optimis dalam menghadapi tantangan.”
Keindahan dan berpesonanya acara menyambut Hari Anak Nasional 2024 yang diselenggarakan oleh Yayasan Kanker Inonesia, mengusung tema “Pentingnya Dukungan Suportif pada Anak dengan Kanker”, diwarnai kehadiran sejumlah anak kanak penyitas kanker dan pembacaan puisi nan menawan karya remaja puteri Riska Susilawati, penyitas kanker.
Jakarta, 14Mei 2018: PT. Galenium Pharmasia Laboratories merupakan perusahaan farmasi yang berpengalaman dan berdedikasi lebih dari 30 tahun dalam industri perawatan kulit dan obat-obatan di Indonesia, hari ini kembali menegaskan komitmennya untuk selalu peduli pada kesehatan kulit dengan menghadirkan Oilum, The Dry Skin Expert, dalam kemasan baru sebagai rangkaian perawatan kulit pertama di Indonesia dengan Hydro Rebalance System TM yang diformulasikan olehDermatologist. […]
Penyakit autoimun, merupakan suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh atau sistem imun menyerang tubuh sendiri, ada ratusan jenisnya. Salah satu yang sering diperbincangkan adalah Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau Radang Usus. IBD merupakan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kelainan yang berhubungan dengan peradangan pada saluran pencernaan atau gastrointestinal. Guna mewaspadai penyakit autoimun IBD, MCF (Marisza Cardoba Foundation), organisasi nirlaba yang […]
Jakarta, 12 Agustus 2018 – Kondisi kulit bayi saat baru lahir belum berkembang dan berfungsi sempurna. Namun seiring pertumbuannya, kulit bayi lahir akan mengalami perubahan alamiah secara perlahan. Tak jarang ditemui, bayi menderita gangguan kulit. Ruam ASI, ruam popok, iritasi d an kemerahan umum terjadi karena kulit bayi lebih sensitif dan rentan terhadap lingkungan sekitarnya. […]