Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Jakarta, 3 April 2018 – Selain batik, tenun ikat merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh Indonesia. Tidak hanya sebatas kain panjang yang digunakan untuk ritual adat, tapi tenun ikat telah bertransformasi ke dalam pakaian ready to wear modern yang nyaman dipakai oleh siapa pun.
Salah satu desainer etnik yang menyulap tenun ikat ke dalam gaya kekinian adalah Sofia Sari Dewi. Desainer asal Jogjakarta tersebut menggunakan material dasar tenun ikat khas Ngada, Flores, NTT ke dalam mix and match modern ala wanita urban pada gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, Sabtu (31/3).
Sofia Sari Dewi, Dok. Instagram @sophie_tobelly
Di ajang ini, Sofia hadir dengan brand barunya dan berkolaborasi dengan komunitas Indigo Ikat Lango, Ngada, Sofia menghadirkan tenun dengan warna baru yang eksotik yaitu ‘Indigo Deep Blue Sea’ yang semakin memperkaya warna warni tenun nusantara sekaligus mengangkat derajat tenun sebagai material yang fashionable. Karya yang terinspirasi dari kecintaannya terhadap kebudayaan di daerah Ngada, sebuah daerah di propinsi Nusa Tenggara Timur dimana ia mendedikasikan waktu dan ide-idenya sebagai peserta IKKON 2016.
Sofia yang lahir di kota Yogyakarta pada tanggal 2 November 1983 ini merupakan salah satu desainer muda yang terpilih untuk mengikuti program unggulan pemerintah Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif Indonesia yaitu IKKON 2016. Pilot project yang bisa dibilang sukses ini, menghantarkan Sofia mengenal Ngada, Flores lebih dekat lagi. Bagi Sofia, penduduk Ngada sangatlah ramah sudah seperti keluarga, khususnya Langa, Bena, Bela dan Tololela. Di Ngada, Sofia melihat bahwa daerah ini masih memiliki kebudayaan sendiri-sendiri yang tetap dipertahankan hingga saat ini seperti rumah adat, bahasa yang berbeda satu sama lainnya, tarian, pakaian adat dan lainnya.
Berbekal keanekaragaman kultur yang ada di daerah Ngada inilah yang kemudian mendorong Sofia untuk berkreasi dengan berkolaborasi bersama komunitas ikat tenun Ngada dalam menghadirkan karya fashion ‘Urban TransforMANU by Live in ManuManu’ dengan menggunakan material dasar tenun ikat Ngada dengan warna yang baru yang lebih pekat ‘Indigo Deep Blue Sea’ yang telah dimulai sejak awal tahun 2017 lalu. Dan dalam show kali ini, Sofia juga menggandeng pentolan komunitas Indigo Ikat Langa – Ngada yaitu Mama Monika Ngada di atas catwalk sebagai simbol kolaborasi antara keduanya.
Sofia Sari Dewi, sang desainer ‘Urban TransforMANU by Live in ManuManu’ menjelaskan, “Saya jatuh cinta dengan kemewahan langka yang ditawarkan Ngada sejak pertama kali menginjakkan kaki di bumi Flores ini. Hamparan hijau, masyarakat yang murni menjunjung tinggi budaya, melestarikan adat istiadat dan sangat terbuka pada orang asing seperti saya. Hingga akhirnya saya menemukan cinta saya yang lain saat sedang eksplorasi Rumah Budaya ManuManu, yaitu kain tenun ikat Ngada dengan pewarna alam. Ada banyak pewarna alam yang ada, namun hati saya tertarik pada warna nila. Dan dalam beberapa kali capacity building, akhirnya bisa menciptakan pengolahan warna yang lebih cantik lagi, yang saya namakan ‘Indigo Deep Blue Sea’ atau bisa diartikan ‘sebiru air laut dalam’”.
Ditambahkannya, “’Live in ManuManu’ tidak akan terbatas pada kain tenun ikat Ngada Indigo Deep Blue Sea saja, melainkan dapat melebarkan sayap ke daerah lain yang memiliki komitmen menggunakan kain pewarna alam. Begitu pula untuk Rumah Budaya ManuManu, bisa juga berkembang ke daerah lain yang memiliki potensi yang sama, bahkan ke seluruh daerah di Indonesia. Bahkan lini fashion ManuManu sudah melahirkan 2nd line bernama Bluebelly yang berisi koleksi busana couple sejak kwartal pertama tahun 2017, baik itu dari tenun maupun batik”.
Sudah menjadi signature Sofia memiliki sebuah karya yang bisa lebih banyak styling dan mix and match. Tentunya dalam show kali ini pun Sofia menampilkan koleksi yang dapat dipakai dalam beberapa situasi. Koleksi ini menyiratkan profesi Sofia sebagai pelaku kreatif yang sibuk dari pagi hingga malam hari. Profesi Sofia sebagai lifestyle blogger juga mengharuskan untuk selalu aktif dan up to date dalam setiap event, karenanya, Sofia membuat outfit yang sesuai kebutuhannya sendiri. Dan teruntuk kaum urban ibukota dengan karyanya Urban TransforMANU.
Jakarta – Miracle Aesthetic Clinic mengadakan sebuah perhelatan bertajuk Miracle Ever After yang didedikasikan untuk kaum wanita urban khususnya di Ibukota. Acara yang diadakan di Fashion Legacy Lippo Mall Kemang ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada wanita dalam merawat kulit serta menjadi ajang berbagi tentang beragam pertanyaan seputar kecantikan. “Walaupun sibuk dengan berbagai kegiatan, Wanda tetap […]
Jakarta, 25 April 2018 – Seiring perkembangan zaman jam tangan telah menjadi bagian dari fesyen selain sebagai penunjuk waktu. Meskipun banyak juga gadget yang memiliki fungsi penunjuk waktu, namun peran jam tangan tetap tidak tergeserkan. Hal ini lah yang mendasari Vaultone sebagai salah satu brand jam tangan berkualitas Indonesia membuat inovasi jam tangan yang diperuntukkan untuk pasar premium Tanah Air […]
Desainer wanita busana muslim syari asal Batam, Lina Sukijo, dikenal dengan nama brand ‘Madinah Syar’i Premium’, yang pada akhir tahun 2019 lalu meramaikan event fashion International bergengsi ‘Amsterdam Modest Fashion Week’, tahun 2020 menorehkan warna indah industri fashion Tanah Air. Tepatnya dari tanggal 14 hingga 16 Februari 2020, bertempat di Lanud Husen Sastranegara, Bandung, Jawa […]