Belanja praktis dan mudah, tiada lepas dan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pengalaman belanja yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebiasaan digital. Berpijak dari sana, IKEA — rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga terjangkau — melalui kemitraan strategis dengan Shopee, memperluas akses produk perabot rumah tangga dan dekorasi rumah […]
Jakarta, 28 April 2018 – Mencuci hidung secara teratur setiap harinya, kita dapat membebaskan aliran sinus dari allergen, bakteri dan virus namun masih banyak orang yang belum menyadari. Sterimar®, produk pencuci hidung isotonik dari Hyphens Pharma menyuarakan kampanye #Cucihidungsetiaphari untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mencuci hidung agar dapat bernapas lebih sehat.
Dr. S. Hendradewi SpTHT (K), Msi Med dalam Press Conference yang di gelar di Cikini, Jakarta pada 27 April 2018 mengatakan, “Jika kesehatan hidung terganggu dapat menyebabkan hidung tersumbat, yang dapat menimbulkan pilek, gangguan saluran napas atas, gangguan tidur, yang pada akhirnya menimbulkan pada gangguan saluran napas bawah.”
dr. S. Hendradewi, SpTHT(K), Msi Med
“Hidung juga berguna sebagai indra penciuman, penghangat dan pelembab udara, maka dari itu hidung harus senantiasa bersih dan sehat antara lain bersihkan hidung secara teratur dengan larutan isotonik minimal 1 kali sehari, lindungi hidung saat beraktivitas, hindari penyebab alergi, ciptakan lingkungan udara yang bersih dan jangan mengorek hidung dengan tangan,” himbaunya.
Sterimar® akan mengkomunikasikan kegiatan kampanye #cucihidungsetiaphari melalui program radio di Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya diIndonesia, kegiatan digital marketing, serta kegiatan activation dengan harapan kesadaran mencuci hidung dapat dipahami dari kalangan muda sampai dengan orang dewasa, agar masyarakat Indonesia memiliki kualitas bernapas lebih sehat.
Stefanie Juergens – Youtuber
Salah seorang pengguna Sterimar® dan Youtuber, Stefanie Juergens mengungkapkan pengalamannya, “Saat hidung terinfeksi, pasti kita merasa lelah dan kurang nyaman karena sulit bernapas sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, bagi saya dan keluarga sangat penting menjaga kesehatan hidung karena hidung adalah salah satu jalur bagi kuman untuk masuk ke tubuh. Salah satu caranya, dengan membersihkan hidung secara rutin dan teratur menggunakan Sterimar®. Saya dan keluarga menggunakan Sterimar® sejak kira kira 3 tahun yang lalu. Awalnya saya pakai Sterimar® saat terkena flu, allergie dan irritasi hidung. Hidung terasa lebih bersih karena lendir dan ingus lebih mudah dikeluarkan dan membuat kepala lebih terasa ringan.”
“Orang dewasa maupun anak-anak yang memiliki riwayat alergi sebagiknya rutin mencuci hidung untuk mengurangi rasa gatal dan iritasi pada hidung. Jika memiliki hobi traveling, butuh juga menggunakan Sterimar®, karena udara dalam pesawat cukup kering dan sering terjadi perubahan tekanan sehingga dapat menyebabkan iritasi pada hidung. Menjalani pola hidup yang sehat seperti tidak merokok dan olah raga juga merupakan salah satu cara menjaga kesehatan hidung,” tutupnya.
Tiada henti, bahkan berkesinambungan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) melaksanakan pelayanan sosial. Di penghujung bulan Mei 2024, YKI melaksanakan pelayanan sosial deteksi dini kanker Retinoblastoma pada 100 anak di bawah usia 3 tahun dan deteksi dini kanker Serviks kepada 100 peserta di Wilayah Rusunawa Pesakih di Jakarta Barat sebagai bagian dari pelaksanaan pelayanan preventif kanker. Hal […]
Dari melihat data BPS 2021 menunjukkan bahwa — bahkan — di tengah pandemi, kiranya hanya 75,38% masyarakat yang menunjukkan kesadaran untuk mematuhi pedoman Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Itu artinya masih diperlukan edukasi berkelanjutan untuk menjadikan CTPS sebagai prioritas dalam kebiasaan sehari-hari. Dari sanalah, dan nertepatan Memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia 2022 sekaligus menyambut Piala […]
Kanker paru menjadi penyebab sekitar 11 persen atau 2.206.771 kasus baru kanker dan kematian akibat kanker nomor satu di dunia dan di Indonesia penyebab 8,8 persen atau 34.783 kasus baru (GLOBOCAN 2020)[i]. Dari kejadian kanker paru tersebut, lebih dari 80% merupakan tipe kanker paru Sel Bukan Kecil (non small cell lung cancer atau NSCLC)[ii]dan sekitar […]