Hadir dengan chipset Exynos 1680 dan sistem pendingin Vapor Chamber yang ditingkatkan untuk menghadirkan performa stabil saat gaming, scrolling social media, hingga multitasking banyak aplikasi, Samsung Galaxy A57 5G bisa menjadi pilihan dan dalam genggaman. Sudah berapa kali smartphone lag di momen krusial saat gaming, atau scrolling sosial media mendadak patah-patah padahal baru dipakai sebentar […]
17 Agustus 1945, merupakan Hari Kemerdekaan RepubIik Indonesia, di setiap tahun dirayakan oleh segenap lapisan masyarakat Indonesia, dimana pun.
Kemeriahan dan gemanya pun sangat terasa, tidak hanya di pelosok Negeri, namun juga hingga di luar Tanah Air, tempat banyak masyarakat Indonesia bermukim.
Reshma Wijaya Bhojwani, Founder SLC (paling kiri) bersama siswa SLC
Di tahun ini, perayaan Hari Kemerdekaan dijadikan momentum spesial bagi Saraswati Learning Center (SLC).
Organisasi non-profit dan juga adalah Sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus, terletak di daerah Cempaka Putih – Jakarta Pusat, yang berdiri sejak dua tahun lalu, menyelenggarakan acara menawan
Tepatnya, hari Jumat, 16 Agustus 2019, bertempat di RPTRA Kampung Benda, Jalan Cempaka Putih Tengah – Jakarta Pusat, SLC menyertakan seluruh siswanya yang saat ini mencapai jumlah 65 siswa dengan berbagai macam kemampuan, bersisian orangtua maupun Guru pendamping, lebur dalam kemeriahan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia, yang sangat terasa indahnya.
Terlihat bagaimana ke-65 siswa bersama bergembira melantunkan lagu-lagu Kemerdekaan. Lebih dari itu, ikut lomba yang tersediakan : lomba makan kerupuk, meniup kapal kertas di atas air, memasukkan koin dan beberapa lainnya.
Dari diselenggarakannya acara, ini seperti yang dikatakan oleh Reshma Wijaya Bhojwani, Founder SLC, adalah satu tugas SLC untuk menyebarkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat bahwa individu difable juga mampu menghayati dan merayakan Hari Kemerdekaan.
Ini juga sesuai dengan visi dan SLC, bahwa setiap individu berkebutuhan khusus berhak untuk mendapatkan pendidikan pelayanan terapi tepat, yang berfokus pada kemampuan, dan bukan ketidak-kemampuan mereka.
“Maka kami juga memiliki impian untuk menciptakan sebuah komunitas, di mana kita bisa bekerja bersama-sama memperjuangkan hak dari para individu difable berkebutuhan khusus agar mereka juga dapat bekerja, memiliki [enghasilan, memiliki teman danjuga menadi bagian dari kelimpok-kelompok lain tanpa disagregasi”,” lanjut kata Reshma Wijaya Bhojani, di acara yang dihadiri Kepala Bidang Pelindungan Anak Penyandang Disabilitas dan Psikososial Ibu Indrawati dan Ibu Puji Sekretaris Lurah Kecamatan Cempaka Putih – Jakarta Pusat.
Biasanya remaja masjid itu dibentuk di masjid desa, kampung, atau perumahan tetapi tidak demikian dengan Remaja Masjid Nurul Iman. Remaja masjid ini dibentuk di sebuah sekolah menengah pertama yang menjadi ikon Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, tepatnya SMP Negeri 1 Babat. Sekolah yang dikepalai oleh Sujarno S. Pd., M. Pd. bertekad mendidik siswa-siswanya untuk terus mendalami […]
Guru dan tenaga kependidikan adalah garda terdepan dalam mencerdaskan anak Bangsa.Atas apa yang dilakukan oleh para Guru dan tenaga kependidikan, yang tanpa batas bagi Dunia pendidikan, maka layak beroleh apresiasi setinggi-tingginya. Dari sanalah, LinkAja, penyedia jasa pembayaran berbasis server yang merupakan produk andalan dari PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), berkolaborasi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia […]
Ijoel Dwijanti, FDJ (Female Disc Jockey) yang sudah malang melintang di Dunia Disc Jockey selama hampir 34 tahun, tak henti berkegiatan di Dunia yang yang menghantar langkahnya hingga meraih prestasi memukau : Juara 2 di ajang Indonesia DJ Festival 1986 dan Juara 2 Asean DJ Festival 1987. Mengawali tahun 2021,wanita kelahiran Kota Bandung, Jawa Barat, […]