Kehadiran 20 kelompok Teater terpilih siap menggetarkan panggung Festival Teater Indonesia (FTI) di empat Kota. Tepatnya, kotak titik temu FTI — merupakan kolaborasi TITIMANGSA dengan PENASTRI (Perkumpulan Nasional Teater Indonesia) serta didukung oleh Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI — : Medan : Bali Eksperimental Teater (Jembrana, Bali), Luna Vidya/Storytelling Academy […]
Dalam menjaga
imunitas tubuh kita asupan makanan sehat, bergizi dengan kecukupan nutrisi
yang optimal merupakan hal yang sangat penting. Vitamin,
mineral, dan zat-zat esensial lainnya menjadi sangat krusial untuk kita
perhatikan dalam setiap makanan atau suplemen
tambahan makanan yang kita konsumsi.
Secara umum,
kita sudah sering mendengar dan terinformasi dengan baik bahwa Vitamin C,
Vitamin B Kompleks, dan Zat Besi (Zinc) merupakan zat-zat yang mampu
mempertahankan serta meningkatkan daya kekebalan tubuh terhadap serangan
penyakit maupun infeksi yang disebabkan oleh virus.
Namun, apakah Anda
tahu bahwa peran Vitamin E serta zat-zat seperti Astaxanthin, dan Glutathione
juga sangat penting untuk menjaga imunitas tubuh kita?
Dirangkum dari
beberapa sumber dan referensi, berikut adalah keistimewaan dari ketiga zat
tersebut.
Vitamin
E
Vitamin E dapat
meningkatkan respon imunitas tubuh, sehingga membantu kondisi tubuh seiring
dengan bertambahnya usia. Sejatinya, Vitamin E mempunyai peran sebagai antioksidan dan nutrisi yang terbukti
meningkatkan kekebalan tubuh. Zat Tocopherols
yang terdapat di Vitamin E diketahui sebagai zat yang bersifat antioksidan, yang berfungsi mencegah perkembangan proses oksidasi dari asam lemak tak jenuh
dengan menangkap radikal bebas peroxyl.
Vitamin E adalah salah satu nutrisi yang penting dalam mengawal sistem pertahanan antioksidan dengan cara melindungi dari peroksidasi lipid. Vitamin ini dibutuhkan untuk membuat fungsi kekebalan tubuh berfungsi dengan normal. Vitamin E, bersama dengan zat esensial lainnya berfungsi meningkatkan sel-sel darah putih, serta membantu menangkap radikal bebas yang menyebabkan hancurnya sel-sel kekebalan tubuh.
Astaxanthin
Astaxanthin merupakan
zat carotenoid yang dapat ditemukan
dalam pada algae/ganggang , udang,
lobster, kepiting, dan salmon. Carotenoid
adalah pigmen warna yang terjadi
secara alamiah, dan mendukung kondisi kesehatan yang baik. Pada manusia, Astaxanthin
merupakan antioksidan yang sangat ampuh dengan
berbagai manfaat bagi kesehatan, dan melampaui antioksidan lain. Seperti
misalnya bBeta Carotene,
Zeaxanthin, vitamin E, C, D dan selenium. Astaxanthin yang tidak pernah berubah
menjadi pro-oksidan di dalam tubuh.
Dalam konteks
jangkauan antioksidannya, Astaxanthin
dikategorikan sangat istimewa karena dapat meresap ke dalam setiap sel dalam
tubuh. Sifatnya yang molekular lipophilic
dan hydrophilic mampu menyebar ke
seluruh sel, dengan satu bagiannya melindungi sel yang larut lemak, dan molekul
yang lain melindungi sel larut air.
Astaxanthin alami
merupakan zat yang sangat kuat. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di tahun
2007 yang mengamati beberapa antioksidan yang populer, ditemukan bahwa Astaxanthin terbukti
6.000 kali lebih kuat dari Vitamin C, 800 kali lebih kuat dari CoQ10, 550 kali lebih kuat dari teh
hijau, serta 75 kali lebih kuat dari asam alpha
lipoic dalam melawan radikal bebas.
Uji kilnis
membuktikan bahwa konsumsi Astaxanthine
dapat meningkatkan sub populasi Sel
Limfosit T dan Limfosit B yang
merupakan sel tubuh yang bertanggung jawab terhadap imunitas tubuh. Oleh sebab
itu sangat bermanfaat apabila kita mengonsumsi suplemen yang mengandung Astaxanthine.
Glutathione
Sistem kekebalan
tubuh dapat berfungsi dengan optimal ketika sel iymphoid mempunyai kadar keseimbangan glutathione yang cukup. Sedikit saja perubahan pada kadar glutathione dapat memberikan efek yang
signifikan dalam fungsi kerja Limfosit.
Oleh karena itu, glutathione sangat
dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk dua alasan utama, yaitu melindungi
sel-sel imunitas melalui mekanisme antioksidannya, serta memberikan fungsi yang
optimal pada Limfosit dan sel-sel
kekebalan tubuh yang lain. Sumber makanan alami yang kaya akan glutathione
dapat ditemukan antara lain pada asparagus, buah alpukat, bayam, brokoli,
tomat, kacang almond dan walnuts.
Kecukupan asupan
vitamin E serta zat-zat pendukung lainnya seperti Astaxanthine dan Glutathione mungkin saja
didapatkan dengan mengonsumsi dari sumber makanan alami. Jika kadarnya tidak
mencukupi, dapat ditambah dengan konsumsi suplemen.
Pilihlah jenis
suplemen dengan bijak, karena Anda harus memastikan bahwa merek
yang Anda pilih nantinya telah melewati serangkaian
tes yang menyeluruh dengan kualitas kontrol yang baik. Suplemen selayaknya
terbuat dari bahan alami yang aman serta halal untuk dikonsumsi.
Jakarta, 23 April 2018 – Bukan hanya pria saja yang mengalami kerisauan yang teramat sangat akibat mengalami derita Disfungsi Ereksi, namun pasangan wanitanya pun mengalami hal yang sama. Bagaimana tidak, pasangan wanita tidak bisa menggapai puncak kepuasan akibat kehidupan seksual pria yang tidak prima. Dan hubungan intim antar pasangan yang terganggu secara berkelanjutan, bisa mungkin […]
Rexona produksi PT Unilever Indonesia Tbk. membawa pria Indonesia lebih dekat dengan mimpinya. Seperti yang juga disampaikan oleh Anggya Kumala, Senior Brand Manager Rexona Deodorant PT Unilever Indonesia Tbk., di acara Rexona Ajak Pria Indonesia Aktif Bergerak Wujudkan Mimpi Lewat “Manchester City Trophy Tour 2019”, bertempat di Hallf Patiunus – Jakarta Selatan, pada 17 Oktober […]
Untuk kasus baru kanker, Indonesia, menurut data GLOBOCAN 2020, terdapat 65.858 kasus, dengan jumlah kematian akibat kanker payudara sebanyak 22.430 kasus, ditemukan 36.633 kasus baru kanker serviks dengan jumlah kematian sebanyak 21.003 kasus dan angka kejadian kanker kolorektal mencapai 34.189 kasus. Berpijak dari sana, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) didukung oleh MS Glow menggelar webinar edukasi. […]