Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Bertepatan
dengan peluncuran NIVEA Lip Crayon, NIVEA juga mengadakan kampanye
#TwoStay Connected, dengan
melakukan eksperiman sosial bersama 2
pasang sahabat terpilih. Kedua sahabat, ini diajak untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan menarik dari 36 Questions that Lead to Love, yang
dikembangkan oleh Dr Arthur Aron,
seorang Profesor di bidang Psikologi dari Story Book University, New York.
“Melalui kegiatan, ini kedua pasang sahabat
merasa terkesan saat mengetahui sisi lain dari sahabatnya. Mereka juga
jadi dapat mengenali perubahan yang dialami masing-masing sahabat. Pengalaman ini pun lantas dirasa lebih
mendekatkan hubungan persahabatan mereka. Dari sanalah NIVEA berharap dapat
menginspirasi konsumen untuk tetap semangat dalam menjalnin komunikasi dan
hubungan dengan orang terdekat dan terkasih agar dapat merasa lebih bahagia. Yang tentunya mengurangi stres yang mungkin
dirasakan selama masa sulit seperti sekarang ini,” tutur Goldi Rumawas, Brand Executive NIVEA Face & Lips.
DarI kualitas hubungan sosial yang positif
dan bermakna yang merupakan kunci dari terbangunnya kebahagiaan seseorang, maka ketika kebahagiaan terjaga, kita akan menjadi lebih
sehat sehingga dapat menghadapi tantangan
dengan lebih baik.
Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga, Saskhya Aulia Prima M.Psi., menjelaskan,”Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas hubungan sosial adalah dengan melakukan flow activity seperti membuat kerajinan tangan, memasak atau pun olahraga bersama teman secara virtual. Kegiatan seperti, ini mendorong kita untuk memfokusikan tenaga dan waktu dalam menyelesaikannya. Sehingga dapat membantu mengalihkan kita dari perasaan bosan atau pun kesepian. Kita bisa menikmati setiap tahap perkembangan yang akan terasa lebih bermakna saat dijalani bersama teman atau pun orang terdekat.”
Ket Photo (ki-ka) : Tjut Irmani Yuza (Infulencer) – Goldi Rumawas, Brand Executive NIVEA Face & Lips
Saskhya Aulia juga mengungkapkan bahwa salah
satu kelompok masyarakat yang paliing membutuhkan koneksi dengan orang lain adalah generasi Z.
Dirincikan, bahwa generasi Z cenderung
lebih rentan merasa kesepian dan
cemas karena sebagian besar dari mereka
belum berkeluarga. Dan banyak
dari mereka yang sedang meniti karier.
Saskhya Aulia
melengkapi keterangannya dengan memberi kiat untuk menghadapi masa sulit seperti ini. Katanya,”Selain menjaga kualitas komunikasi dan hubungan dengan orang lain, merawat dan menjaga
penampilan diri sendiri juga penting untuk dilakukan. Sekali pun saat tidak berkegiatan di luar rumah, karena
penampilan diri yang terawat dapat membuat kita merasa lebih bahagia.”
[]Andriza
Hamzah
Photo : Dok.
Prodigy PR
Keterangan Photo Utama :
Saskhya Aulia Prima M.Psi., Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga,
Untuk memerangi kelaparan pada anak dan mendorong kebiasaan anak sarapan dengan makanan bergizi seimbang, langkah indah dilakukan oleh Frisian Flag Indonesia berkolaborasi dengan Foodbank of Indonesia (FOI) Connection, dengan meluncurkan Aksi 1000 Ibu “Gerakan Sarapan Keliling”. Gerakan Sarapan Keliling Aksi yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pangan Se-Dunia, menargetkan 1.500 lebih siswa PAUD di Jakarta, Depok, […]
Selepas meluncurkan aplikasi berbasis online Cussons Kids Play (CK Play) pada bulan Desember 20220 lalu, Cussons Kids menyelenggarakan kompetisi aplikasi berbasis online CK Play, berlanjut mengumumkan Pemenang, pada hari Minggu, 25 Juli 2021. CK Play merupakan aplikasi yang ditujukan untuk anak-anak usia 4 hingga 8 tahun, dirancang secara menyeluruh untuk merangsang imajinasi anak-anak serta memberdayakan […]
Tren kapasitas pengelolaan sampah meningkat tiap tahunnya. Pada 2020 contohnya, tingkat pengurangan sampah Indonesia naik sebesar 16,23%, dan kemampuan penanganan sampah juga naik sebesar 37,92%. Hal ini menunjukkan tingkat partisipasi publik untuk menangani masalah sampah semakin meningkat. Tentunya peluang ini harus ditindaklanjuti sebanyak mungkin pihak guna memenuhi target pengelolaan sampah oleh pemerintah sebesar 100% pada […]