Selama puluhan tahun, perawatan kesehatan bersifat reaktif, yaitu menangani masalah setelah masalah tersebut muncul. Di satu sisi yang tentu betapa pentingnya, diperlukan pendamping yang memperhatikan keluarga. Berangkat dari sanalah kiranya, Samsung berupaya mengubah hal tersebut dengan mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem produknya untuk mendukung keselamatan, kesehatan, dan keamanan. Tujuannya adalah untuk mengubah bentuk perawatan dari […]
Melalui
penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI
Jakarta dan PT Solusi Bangun
Indonesia, Tbk (SBI). PT
Unilever Indonesia, Tbk. kembali
membuktikan komitmennya untuk berkontribusi menanggulangi permasalahan sampah
plastik
Dalam
kolaborasi, ini Unilever Indonesia turut mendukung kegiatan penambangan sampah
atau landfill mining pada zona tidak aktif TPST Bantargebang yang akan
mencapai kapasitas maksimumnya dalam beberapa tahun mendatang.
Pilot
project untuk penambangan sampahuntuk menjadi RDF di TPST
Bantargebang telah dimulai sejak tahun lalu.
Proses untuk mengubah sampah ini menjadi
bahan bakar meliputi penggalian dan pengayakan pada fasilitas TPST
Bantargebang, lalu dikirim ke lokasi pabrik PT SBI untuk dicacah (crushing)
dan dikeringkan (drying) guna menghasilkan RDF yang berkualitas. Project
ini diperkirakan akan menghasilkan RDF sekitar 1.000 ton/bulan – dimana
80-90%nya terdiri dari sampah plastik.
Melalui
kegiatan landfill mining, sampah khususnya sampah plastik akan diproses
menjadi material yang dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar alternatif
atau Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai pengganti batu bara di industri
semen.
Rizki Raksanugraha, Director of Supply Chain PT Unilever Indonesia, Tbk. menjelaskan, “Permasalahan sampah terutama sampah plastik merupakan isu pelik yang membutuhkan perhatian dan kerja sama lintas sektor. Kami sebagai pihak swasta, percaya bahwa sampah plastik memiliki tempatnya di dalam ekonomi, tetapi tidak di lingkungan. Kami juga percaya, jika sampah plastik dikelola dengan baik akan bisa menjadi sumber daya yang berguna. Upaya kolaborasi ini menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih, juga memberikan manfaat secara ekonomi. Jadi kolaborasi kami bersama DLH DKI Jakarta dan PT SBI merupakan perwujudan dari komitmen collect and process ini.”
Rizki Raksanugraha, Director of Supply Chain PT Unilever Indonesia, Tbk.
Lilik Unggul Raharjo selaku Direktur PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk.
berkomentar, “Kami menyambut baik kerja sama dengan Unilever Indonesia sebagai
pihak produsen pertama yang terlibat dalam kolaborasi ini. Dengan misi sejalan
untuk melestarikan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang optimal dan
terintegrasi, Unilever Indonesia akan terlibat dalam mendukung operasional
proses crushing dan drying di fasilitas kami untuk turut
memastikan bahwa kapasitas dan kualitasnya dapat terus ditingkatkan.”
Ir. Andono Warih, M.Sc, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta memandang bahwa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini memperlihatkan keseriusan pihak produsen yang telah mengambil langkah proaktif dan upaya konkret untuk mendukung pengelolaan sampah.
“Dalam menangani permasalahan sampah, kolaborasi dan
pembagian peran menjadi sangat penting. Pihak produsen memiliki peran yang
besar untuk ikut mengatasi persoalan sampah plastik bersama pemerintah dan
masyarakat, layaknya Unilever Indonesia dan PT SBI sebagai mitra kami dalam project
ini. Semoga kerja sama ini mampu menstimulasi kolaborasi serupa di masa
mendatang.”
Secara
global, Unilever berkomitmen untuk paling lambat pada tahun 2025 akan
mengurangi setengah dari penggunaan virgin plastic atau plastik baru
dengan cara mengurangi penggunaan kemasan plastik secara absolut sebanyak
100.000 ton dan mempercepat penggunaan plastik daur ulang. Selain itu, Unilever
juga terus membantu mengumpulkan (collect) dan memproses (process)
lebih banyak kemasan plastik daripada yang dijualnya.
Untuk turut mewujudkan dunia yang bersih dari sampah plastik,
Unilever Indonesia telah menerapkan berbagai strategi mulai dari hulu ke hilir
rantai bisnisnya. Dari hulu, Perusahaan mengembangkan dan menerapkan desain
produk dengan pendekatan mengurangi plastik (less plastic), plastik yang
lebih baik (better plastic) dan tanpa plastik (no plastic).
Dilanjutkan dengan edukasi berkelanjutan untuk membangun
kesadaran dan mendorong perubahan perilaku masyarakat secara menyeluruh.
“Kami percaya semua pihak dalam rantai persampahan
memiliki peran masing-masing untuk membantu mengatasi permasalahan sampah.
Melalui semangat #MariBerbagiPeran
yang diusung oleh Perusahaan, kami akan terus mengali peluang dan potensi kerja
sama dengan berbagai pihak untuk bersama menuju Indonesia yang lebih bersih dan
lestari,” tutup Rizki Raksanugraha.
Jakarta, 20 April 2018 – Kaum milenials sering dikaitkan dengan teknologi karena dalam kehidupan sehari-hari mereka tak luput dengan segala hal yang berbau teknologi, di sisi lain masa remaja adalah masa yang cukup singkat dimana fase seseorang sedang dalam pencarian jati dirinya dan itu merupakan hal paling menarik dalam hidup seseorang. Hal ini lah yang kemudian mendasari seorang remaja […]
Krisis terkasit virus Covid-19, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Pengusaha Peduli NKRI dalam naungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan PT. Unilever Indonesia memberikan bantuan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk penanggulangan pandemi virus corona (COVID-19), bertempat di Pendopo Balai Kota Jakarta, pada hari Jumat, 3 April 2920. “Sebelumnya […]
Bila penanaman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara intensif dan berkelanjutan menjadi sangat krusial karena anak merupakan salah satu golongan usia yang rentan terjangkit penyakit, termasuk COVID-19. Tercatat bahwa jumlah kematian anak (0-18 tahun) akibat COVID-19 di Indonesia tertinggi se-Asia Pasifik, yang angkanya 1,1% lebih tinggi dari Tiongkok, Italia dan Amerika. Data lain juga […]