Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Guna mendorong peran
serta semua pihak, termasuk masyarakat, untuk lebih aktif berbagi peran merestorasi ekosistem di daratan mau pun di lautan dengan menjadi bagian dari #GenerasiPilahPlastik, PT Unilever Indonesia, Tbk., — dalam semangat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 yang diperingati di setiap tanggal 5 Juni — menggelar sebuah webinar.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 dengan tema “Ecosystem Restoration”, bertujuan mendorong semua pihak terlibat dalam gerakan global untuk mencegah,
menghentikan, dan merestorasi degradasi
ekosistem demi masa depan yang berkelanjutan.
Beriring dirilis ‘United Nations Decade on Ecosystem Restoration 2021-2030’, yang mencantumkan bahwa salah satu langkah penting untuk merestorasiekosistem daratan mau pun lautan adalah dengan menggalakkan pengumpulan dan pemilahan sampah rumah tangga sehingga tidak tercecer di lingkungan, serta upaya daur ulang plastik agar tidak berakhir di TPA.
Tak lepas dari
melihat data Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan RI, bahwa timbunan sampah di tahun 2020 mencapai 67,8 juta ton, sebesar 15%-nya terdiri
dari sampah plastik. Dari jumlah ini, 88,17% sampah plastik masih diangkut ke
TPA atau bahkan berserakan di lingkungan.
Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs and Sustainability Unilever Indonesia menyatakan, “Merujuk ke permasalahan tersebut, dan sejalan dengan komitmen bahwa hingga tahun 2025 mendatang, Unilever akan mengumpulkan sampah plastik lebih banyak dari yang kami produksi. Dan melalui #GenerasiPilahPlastik yang kami luncurkan pada hari, ini kami mengajak masyarakat untuk menjadi generasi yang lebih peduli lingkungan dan lebih bertanggung jawab terhadap kemasan yang mereka gunakan, terutama kemasan plastik. Hal ini sejalan dengan strategi bisnis global yang dinamakan ‘The Unilever Compass’, di mana Unilever berkomitmen untuk menumbuhkan bisnis yang berkelanjutan, bertanggung jawab dan memberikan manfaat pada sosial dan lingkungan.”
Tentu, ajakan ini menjadi relevan mengingat tahap pengumpulan dan pengolahan sampah plastik adalah komponen penting dalam mengurangi beban sampah terhadap lingkungan sekaligus menciptakan ekonomi sirkular. Untuk itu, seluruh pihak memiliki peran masing-masing, termasuk Pemerintah, organisasi kemasyarakatan, konsumen, dan tentunya produsen.
Di acara webinar yang dipandu oleh Cisca Becker, Agung Pujo
Winarko, S.Si, M.Si, Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat Dinas Lingkungan
Hidup Provinsi DKI Jakarta menanggapi, “Dinas Lingkungan Hidup secara
berkesinambungan mendorong berkembangnya pengelolaan persampahan, khususnya
kegiatan pengumpulan dan pengangkutan sampah yang partisipatif serta tridaya,
yaitu lewat partisipasi masyarakat, peningkatan usaha swasta dan peningkatan
kondisi lingkungan.”
Lanjutnya,”Maka semoga
ajakan #GenerasiPilahPlastik dapat membantu meningkatkan kualitas pemilahan
sampah dari masyarakat sebagaimana diatur dalam Pergub 77 tahun 2020 tentang
Pengelolaan Sampah Lingkup RW, sehingga semakin banyak sampah yang dapat
dikelola dengan lebih baik lagi.”
Selain peran aktif masyarakat, ketersediaan sarana pendukung bagi masyarakat untuk menerapkan pilah sampah merupakan hal yang tidak kalah krusial. Untuk itu, sejak 2008 Unilever Indonesia mengembangkan dan memperkuat program bank sampah hingga berhasil membina sebanyak 859 unit bank sampah di 37 kota yang tersebar di 12 provinsi.
Tidak sampai di situ Unilever Indonesia juga memperkuat eksistensi dan peranan bank sampah binaannya melalui upaya digitalisasi, bekerja sama dengan platform
Google My Business. Masyarakat kini lebih mudah mengakses dan memanfaatkan bank sampah terdekat, sejalan dengan
upaya Pemerintah dalam menggalakkan digitalisasi bank sampah.
Peduli terhadap kelestarian lingkungan, juga ditunjukkan
oleh Dimas Djayadiningrat, Sutradara, “Sejak lama saya
punya keresahan terhadap isu sampah yang saat ini cukup mengkhawatirkan.
Karenanya, saya menggerakkan diri dan
keluarga untuk lebih peduli terhadap lingkungan, salah satunya lewat manajemen sampah. Saya ingin melihat anak saya tumbuh besar dengan ‘kepedulian nyata’ untuk lingkungan yang lestari dan bertanggung jawab di masa depan nanti.
Untuk itu, saya mengajarkan keluarga rutin memilah sampah, menyetorkannya
kepada pihak yang bertanggung jawab, hingga memanfaatkan sampah organik menjadi
kompos. Sebagai
#GenerasiPilahPlastik, saya mengajak masyarakat untuk kembali menempatkan
plastik pada fungsinya sebagai benda yang bermanfaat; tidak lagi sebagai
ancaman yang menjerat.”
Di penghujung acara, Nurdiana Darus menyampaikan, “Menyadari bahwa perjalanan kita mengatasi permasalahan sampah plastik masih panjang, kami siap untuk menjalin kolaborasi yang lebih erat
dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan masa depan yang lebih
bersih dan lestari. Untuk itu #MariBerbagiPeran dengan
perubahan sederhana mulai sekarang juga, ayo jadi bagian dari #GenerasiPilahPlastik”.
Menurut hasil riset Mintel Global Consumer, satu dari tiga (33%) konsumen Indonesia merasa kondisi keuangan cukup baik, namun tidak memiliki cukup tabungan karena sudah habis untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar. Meski pun begitu, konsumen Indonesia menyatakan untuk mencoba hal baru (adventure) dan menyenangkan (playfulness). Di ajang Mintel Big Conversation di Jakarta, para periset dari Perusahaan intelijen […]
Mendukung gerakan mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19), Rucika bersama dengan Royal Kitchen Sink turut mendukung Pemerintah Kota Surabaya dalam mencanangkan hidup sehat melalui cuci tangan dengan menggunakan air bersih yang mengalir pada kitchen sink portable di berbagai lokasi di Surabaya. Penyelenggaraan acara yang dilaksanakan pada 26 Maret 2020, ini merupakan rangkaian dari kepedulian Rucika akan […]
Adalah para penyandang Disabilitas, merupakan salah satu kelompok masyarakat yang masih memiliki keterbatasan untuk bebas bergerak, karena terbatasnya akses dan fasilitas yang dapat mempermudah monbilitasnya sehari-hari. Padahal, mereka memiliki semangat yang sama dengan masyarakat non–Disabilitas, dalam menunjukkan potensi, dan berkontribusi kepada masyarakat luas. Maka, terlihat ada yang berbeda di peringatan “Hari Disabilitas Internasional tahun 2019”, […]