Tentu gerakan menawan dilakukan IKEA Indonesia. Enam bulan setelah banjir besar melanda Aceh Tamiang, IKEA Indonesia melalui program “Matching Donations” menyalurkan bantuan kepada 364 keluarga di Kampung Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka atau seluruh jumlah keluarga di desa tersebut. Jumlah penerima manfaat ini meningkat dari rencana awal 100 keluarga setelah IKEA Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah desa dan memahami […]
Untuk mengatasi tantangan kesehatan mental, sekaligus memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022, Emotional Health For All (EHFA) bekerja sama dengan Yayasan Kesehatan Umum Kristen (YAKKUM) dan Black Dog Institute melaksanakan ‘Deklarasi Relio-Mental Health Indonesia’.
Diselenggarakannya ‘Deklarasi Relio-Mental Health Indonesia’, dituturkan oleh Dr. Sandersan (Sandy) Onie, Project Leader & Founder, EHFA dan President Indonesian Association for Suicide Prevention, di acara dalam memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Seni, 10 Oktober 2022, bahwa,”Indonesia memiliki masalah kesehatan mental yang cukup tinggi. Berdasarkan penelitian terbaru, kami menemukan bahwa tingkat bunuh diri di Indonesia yang sebenarnya mungkin setidaknya 4 kali lipat dari angka yang dilaporkan, dan jumlah percobaan bunuh diri setidaknya 7 kali lipat dari jumlah tersebut.”
Sementara saat, ini di Indonesia, hanya terdapat 4.400 Psikolog dan Psikiater, sedangkan jumlah masyarakat Indonesia lebih dari 250 juta orang.
“Kesehatan mental dan bunuh diri berdampak besar pada ekonomi, dengan perkiraan biaya Rp582 triliun per tahun dalam kematian dan hilangnya produktivitas, sementara kemajuan untuk penanganan kesehatan mental berjalan lambat,” tambah Sandersan Onie.
Masyarakat, kiranya, juga cenderung mendiskriminasi orang dengan gangguan kesehatan mental dengan menganggap sebagai “gila atau tidak waras”. Akibatnya, keluarga merasa malu untuk mencari bantuan ke tenaga profesional dalam berkonsultasi mengenai masalah kesehatan mental yang dihadapi.
“Rasa malu dan diskriminasi merupakan tantangan terbesar terhadap sebuah negara yang sehat,” ujar Dr. Sandersan Onie di acara dengan Moderator Pratiwi Astar.
Tambahnya,”“Banyak orang dengan gangguan kesehatan mental yang enggan atau bahkan tidak akan mengunjungi Psikolog, melainkan justru berbicara dengan pemuka agama.”
Oleh karena itu, EHFA memutuskan untuk mengambil pendekatan radikal mengenai edukasi kesehatan mental, yaitu melalui deklarasi pertemuan antar umat agama yang diusung pada 2-3 Juni 2022 di Lombok, sebagai bagian dari acara G20. Deklarasi yang juga disebut sebagai “Lombok Declaration”, ini bertujuan untuk menegaskan bahwa setiap orang di Indonesia, termasuk para Psikolog, Guru, keluarga, pelajar dapat mencari bantuan kesehatan mental tanpa harus didiskriminasi atau distigmatisasi.
Peran 5 Kelompok Agama
Melalui deklarasi, ini tujuh perwakilan tokoh agama KH Miftahul Huda (Majelis Ulama Indonesia), Rm. Y. Aristanto HS, MSF (Komisi Waligereja Indonesia), KH Sarmidi Husna (Pengurus Besar Nadhlatul Ulama), drg. I Nyoman Suarthanu. MAP (Parisada Hindu Darma), I Wayan Sianto (Perwakilan Walubi Indonesia), Prof. Dr. Musdah Mulia, M.A (International Center for Religions and Peace), Pdt Jackelyn Manuputty (Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia) dan Pdt Ary Mardi Wibowo (Jakarta Praise Church Community) mempersatukan pandangannya terhadap kesehatan mental dengan menandatangani “Deklarasi Relio-Mental Health”.
Para pemuka dari lima kelompok agama setuju bahwa masalah kesehatan mental bukanlah hal yang memalukan, serta mengedepankan pentingnya peran lingkungan dan keluarga dalam mendampingi orang dengan masalah kesehatan mental. Di saat yang sama, deklarasi ini juga mendorong lembaga keagamaan dan instansi Pemerintah seperti Kementerian untuk berkolaborasi dalam meningkatkan pelayanan dan penanganan masalah kesehatan mental serta pencegahan bunuh diri.
Sementara itu, aktivis HAM dan penggiat inklusi Dr. Bahrul Fuad, M.A. juga menyebutkan tentang betapa pentingnya pendekatan agama terhadap pandangan disabilitas di Indonesia.
“Selama ini, berbagai agama mempercayai bahwa perilaku bunuh diri merupakan perbuatan dosa besar, sehingga mereka yang mencoba bunuh diri mengalami berbagai jenis stigma dan dipandang buruk dan orang yang meninggal karena bunuh diri mendapat label sebagai orang yang tidak bermoral atau memiliki karakter jiwa rendah dan tidak termaafkan,” ujarnya.
“Di sisi lain, ajaran spiritualitas dan akhlak pada setiap agama yang diejawantahkan dalam sikap sebagai orang beriman seperti; ikhlas, bersykur, dan menerima ketentuan dari Allah SWT (taqdir), serta tindakan Ibadah ritual seperti shalat, puasa, dan berdzikir. Islam mempercayai bahwa sikap dan tindakan tersebut jika dilakukan secara bersungguh-sungguh, maka akan membawa seseorang pada tujuan kehidupan yaitu ketenangan jiwa. Agama dan tokoh agama memiliki peran yang sangat sentral dalam mendorong pentingnya merawat kesehatan mental dan mencegah prilaku bunuh diri,” tambahnya.
“Pada konteks, ini agama dan tokoh agama memiliki peran yang sangat sentral dalam mendorong pentingnya merawat kesehatan mental dan mencegah prilaku bunuh diri, “Dr. Bahrul Fuad menyimpulkan.
Catatan, Penang telah menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan medis Indonesia. Menurut Penang Centre for Medical Tourism (PMED), ada 178.000 wisatawan medis yang mengunjungi Penang pada 2022. Sementara Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) melaporkan bahwa dari 166.000 pengunjung medis, sekitar 90% merupakan warga Indonesia. Sementara Penang Global Tourism menyebutkan, wisatawan Indonesia yang terbang ke Penang pada […]
Di penghujung taun 2018 diperkirakan di Indonesia terdapat sejumlah 5.800 bayi lahir dengan Bibir dan Lelangit Sumbing, — demikian menurut World Health Organization — perlu menjadi perhatian segala lapisan masyarakat untuk secara bersama turut mencegah dan mengatasi. Tak terelakkan, keberadaan anak lahir dengan bibir dan lelangit sumbing, merupakan beban masalah kesehatan, dan juga gangguan kelanjutan […]
Permasalahan stunting menjadi kritis dalam konteks generasi maju, terutama dalam wawasan menuju Generasi Emas 2045, karena dampaknya merugikan pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak yang seharusnya membentuk pondasi kualitas sumber daya manusia. Stunting tidak hanya menghambat potensi individu, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan Negara. Beriring perayaan Hari Kesehatan Nasional […]