Betapa berarti dan tertanam baik di hati, IKEA, sarana kebutuhan untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang, yang berpesona, dengan menawarkan rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga terjangkau. Maka, tepat tanggal 15 Oktober 2026, IKEA Indonesia genap berusia 12 tahun sejak toko pertamanya resmi dibuka di […]
Untuk mengatasi tantangan kesehatan mental, sekaligus memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022, Emotional Health For All (EHFA) bekerja sama dengan Yayasan Kesehatan Umum Kristen (YAKKUM) dan Black Dog Institute melaksanakan ‘Deklarasi Relio-Mental Health Indonesia’.
Diselenggarakannya ‘Deklarasi Relio-Mental Health Indonesia’, dituturkan oleh Dr. Sandersan (Sandy) Onie, Project Leader & Founder, EHFA dan President Indonesian Association for Suicide Prevention, di acara dalam memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Seni, 10 Oktober 2022, bahwa,”Indonesia memiliki masalah kesehatan mental yang cukup tinggi. Berdasarkan penelitian terbaru, kami menemukan bahwa tingkat bunuh diri di Indonesia yang sebenarnya mungkin setidaknya 4 kali lipat dari angka yang dilaporkan, dan jumlah percobaan bunuh diri setidaknya 7 kali lipat dari jumlah tersebut.”
Sementara saat, ini di Indonesia, hanya terdapat 4.400 Psikolog dan Psikiater, sedangkan jumlah masyarakat Indonesia lebih dari 250 juta orang.
“Kesehatan mental dan bunuh diri berdampak besar pada ekonomi, dengan perkiraan biaya Rp582 triliun per tahun dalam kematian dan hilangnya produktivitas, sementara kemajuan untuk penanganan kesehatan mental berjalan lambat,” tambah Sandersan Onie.
Masyarakat, kiranya, juga cenderung mendiskriminasi orang dengan gangguan kesehatan mental dengan menganggap sebagai “gila atau tidak waras”. Akibatnya, keluarga merasa malu untuk mencari bantuan ke tenaga profesional dalam berkonsultasi mengenai masalah kesehatan mental yang dihadapi.
“Rasa malu dan diskriminasi merupakan tantangan terbesar terhadap sebuah negara yang sehat,” ujar Dr. Sandersan Onie di acara dengan Moderator Pratiwi Astar.
Tambahnya,”“Banyak orang dengan gangguan kesehatan mental yang enggan atau bahkan tidak akan mengunjungi Psikolog, melainkan justru berbicara dengan pemuka agama.”
Oleh karena itu, EHFA memutuskan untuk mengambil pendekatan radikal mengenai edukasi kesehatan mental, yaitu melalui deklarasi pertemuan antar umat agama yang diusung pada 2-3 Juni 2022 di Lombok, sebagai bagian dari acara G20. Deklarasi yang juga disebut sebagai “Lombok Declaration”, ini bertujuan untuk menegaskan bahwa setiap orang di Indonesia, termasuk para Psikolog, Guru, keluarga, pelajar dapat mencari bantuan kesehatan mental tanpa harus didiskriminasi atau distigmatisasi.
Peran 5 Kelompok Agama
Melalui deklarasi, ini tujuh perwakilan tokoh agama KH Miftahul Huda (Majelis Ulama Indonesia), Rm. Y. Aristanto HS, MSF (Komisi Waligereja Indonesia), KH Sarmidi Husna (Pengurus Besar Nadhlatul Ulama), drg. I Nyoman Suarthanu. MAP (Parisada Hindu Darma), I Wayan Sianto (Perwakilan Walubi Indonesia), Prof. Dr. Musdah Mulia, M.A (International Center for Religions and Peace), Pdt Jackelyn Manuputty (Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia) dan Pdt Ary Mardi Wibowo (Jakarta Praise Church Community) mempersatukan pandangannya terhadap kesehatan mental dengan menandatangani “Deklarasi Relio-Mental Health”.
Para pemuka dari lima kelompok agama setuju bahwa masalah kesehatan mental bukanlah hal yang memalukan, serta mengedepankan pentingnya peran lingkungan dan keluarga dalam mendampingi orang dengan masalah kesehatan mental. Di saat yang sama, deklarasi ini juga mendorong lembaga keagamaan dan instansi Pemerintah seperti Kementerian untuk berkolaborasi dalam meningkatkan pelayanan dan penanganan masalah kesehatan mental serta pencegahan bunuh diri.
Sementara itu, aktivis HAM dan penggiat inklusi Dr. Bahrul Fuad, M.A. juga menyebutkan tentang betapa pentingnya pendekatan agama terhadap pandangan disabilitas di Indonesia.
“Selama ini, berbagai agama mempercayai bahwa perilaku bunuh diri merupakan perbuatan dosa besar, sehingga mereka yang mencoba bunuh diri mengalami berbagai jenis stigma dan dipandang buruk dan orang yang meninggal karena bunuh diri mendapat label sebagai orang yang tidak bermoral atau memiliki karakter jiwa rendah dan tidak termaafkan,” ujarnya.
“Di sisi lain, ajaran spiritualitas dan akhlak pada setiap agama yang diejawantahkan dalam sikap sebagai orang beriman seperti; ikhlas, bersykur, dan menerima ketentuan dari Allah SWT (taqdir), serta tindakan Ibadah ritual seperti shalat, puasa, dan berdzikir. Islam mempercayai bahwa sikap dan tindakan tersebut jika dilakukan secara bersungguh-sungguh, maka akan membawa seseorang pada tujuan kehidupan yaitu ketenangan jiwa. Agama dan tokoh agama memiliki peran yang sangat sentral dalam mendorong pentingnya merawat kesehatan mental dan mencegah prilaku bunuh diri,” tambahnya.
“Pada konteks, ini agama dan tokoh agama memiliki peran yang sangat sentral dalam mendorong pentingnya merawat kesehatan mental dan mencegah prilaku bunuh diri, “Dr. Bahrul Fuad menyimpulkan.
Waktunya mewaspadai penyakit Autoimun. Merupakan suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh atau sistem imun menyerang tubuh sendiri. Terbilang, ada ratusan jenis penyakit Autoimun, yang salah satunya sering diperbincangkan adalah Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau Radang Usus. IBD merupakan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kelainan yang berhubungan dengan peradangan pada saluran pencernaan atau gastrointestinal. […]
Jakarta, 12 Agustus 2018 – Sejak awal berdiri di Perancis pada tahun 1950, Mustela memahami bahwa kulit bayi sangat unik dan membutuhkan perawatan khusus. Berangkat dari pemahaman tersebut, Mustela menghadirkan rangkaian produk perawatan spesifik untuk kulit bayi dan menjadi pionir riset terhadap kulit bayi. Ditunjang, Mustela bekerja sama dengan dokter spesialis kulit, anak, toksikologi, alergi, […]
Selama puluhan tahun, perawatan kesehatan bersifat reaktif, yaitu menangani masalah setelah masalah tersebut muncul. Di satu sisi yang tentu betapa pentingnya, diperlukan pendamping yang memperhatikan keluarga. Berangkat dari sanalah kiranya, Samsung berupaya mengubah hal tersebut dengan mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem produknya untuk mendukung keselamatan, kesehatan, dan keamanan. Tujuannya adalah untuk mengubah bentuk perawatan dari […]