Hadir dengan chipset Exynos 1680 dan sistem pendingin Vapor Chamber yang ditingkatkan untuk menghadirkan performa stabil saat gaming, scrolling social media, hingga multitasking banyak aplikasi, Samsung Galaxy A57 5G bisa menjadi pilihan dan dalam genggaman. Sudah berapa kali smartphone lag di momen krusial saat gaming, atau scrolling sosial media mendadak patah-patah padahal baru dipakai sebentar […]
“Risiko Pneumonia di Era New Normal: Siapa Saja, Di mana Saja, Bisa Kena”, tajuk dari diskusi yang menarik sangat, diselenggrakan oleh Pfizer dan Lippo General Insurance, didukung Siloam Hospitals, bertepatan dan terkait Hari Pneumonia Sedunia 2022, yang jatuh pada tanggal 12 November 2022.
Acara yang berlangsung di Aryaduta Lippo Village, Karawaci, Tangerang, ini bertujuan untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang pencegahan dan proteksi diri dari bahaya pneumonia, atau juga dikenal dengan istilah radang paru, dari sisi kesehatan maupun dari sisi finansial.
Dalam kata sambutannya, dr. Prima Yosephine, MKM, Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, menyampaikan,”Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan karuniaNya kita masih diberi kesempatan untuk bisa hadir bersama-sama mengikuti acara Hari Pneumonia SeDunia 2022 dengan tema “Risiko Pneumonia di Era New Normal: siapa saja, dimana saja bisa kena!”.
dr. Prima Yosephine pun mengurai mengenai pneumonia, yang merupakan penyebab utama kematian balita di Dunia. Dan dirincikan, Badan Kesehatan Dunia (WHO-World Health Organization) menyatakan bahwa pneumonia itu merupakan penyebab kematian nomor satu di Dunia dan berkontribusi terhadap 15% kematian pada balita. Berdasarkan data WHO diperkirakan ada sekitar 1,2 juta kematian setiap tahun yang disebabkan oleh pneumonia.
Karena besarnya angka kematian akibat pneumonia, ini maka pneumonia disebut juga sebagai pandemi yang terlupakan atau “the forgotten pandemic”.
Lanjutnya,”Di Indonesia pneumonia juga sangat endemis. Menurut hasil riset RISKESDAS tahun 2018 prevalensi pneumonia secara umum itu sekitar 4%. Dengan prevalensi pada balita sekitar 4,8%; prevalensi untuk usia 15 s/d 24 tahun itu 3,7%; prevalansi usia 25 s/d 34 tahun 3,6%; dan di usia 35 s/d 44 tahun itu 3,7%; sementara usia 65 s/d 74 tahun itu 5,8%. Dan prevalensi pneumonia tertinggi pada balita itu ada pada kelompok usia 12 s/d 23 bulan, yaitu sekitar 6%.
Pneumonia, ini terjadi di seluruh Dunia. Namun angka kematian tertinggi itu memang terdapat di Asia Selatan dan Afrika. Mencegah pneumonia pada anak ini tentu merupakan komponen penting dari strategi untuk menurunkan angka kematian anak.
Pencegahan pneumonia sangat penting dilakukan karena biaya pengobatan antibiotik untuk semua anak dengan pneumonia di 66 Negara itu diperkirakan sekitar 109 juta dollar satu tahunnya. Biaya ini sudah termasuk antibiotik dan biaya untuk diagnostik dari pneumonia. Tapi tentu biaya yang sangat besar ini, sangat disayangkan harus dikeluarkan, sementara pneumonia itu bisa kita cegah.
Pneumonia, ini dapat dicegah dengan intervensi yang komprehensif, mulai dengan melaksanakan perilaku hidup bersih-sehat, dan juga dengan melakukan imunisasi.
“Pencegahan penyakit pneumonia yang disebabkan oleh hemofilus influenza tipe B itu sudah kita lakukan di Indonesia dengan mengintroduksi vaksin HI-B yang dikombinasikan dengan vaksin DPT HB sehingga pemberiannya dalam bentuk vaksinDPT HB ke dalam Program Imunisasi Nasional, dan ini sudah kita laksanakan sejak tahun 2013,” jelas dr. Prima Yosephine.
Pentingnya Imunisasi PCV
Dr. Prima Yosephine melanjutkan keterangannya,“Dan upaya ini tentu menjadi lebih efektif bila dibarengi dengan pemberian imunisasi pneumokokus konjugasi atau PCV. Vaksin pneumonia ini penting diberikan sejak dini, yaitu sejak bayi berusia dua bulan, dan vaksinasi ini kita berikan sebanyak tiga kali. Pemberian vaksin PCV untuk anak-anak ini juga sudah kita masukkan ke dalam Program Imunisasi Nasional, dan sudah diluncurkan secara resmi oleh Bapak Menteri Kesehatan di tanggal 12 September 2022 yang lalu.”
Tambahnya,”Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya bahwa prevalensi pneumonia juga cukup tinggi untuk kalangan usia dewasa dan lansia. Oleh karena itu, pencegahan pneumonia pada usia dewasa dan lansia juga penting untuk kita lakukan.”
Imunisasi pneumonia pada usia dewasa salah satu yang penting dilakukan karena imunisasi pneumonia ini terbukti dapat memberikan pelindungan tambahan, yaitu untuk melindungi paru-paru selama masa pandemi ini.
Selain itu, jelasnya, imunisasi pneumonia juga penting diberikan untuk pasien-pasien yang memiliki co-morbid, juga kepada perokok, dan pekerja di lingkungan yang berisiko tinggi.
“Untuk itu, di Hari Pneumonia SeDunia, ini kami mengharapkan rekan-rekan media bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan informasi yang penting ini kepada seluruh masyarakat sehingga masyarakat mengerti dan paham tentang pentingnya pencegahan pneumonia, baik pada anak-anak, baik pada usia dewasa, maupun pada usia lansia melalui pemberian imunisasi.
Untuk dukung peningkatan mutu pendidikan dan sosialisasi keamanan pangan di Sekolah-Sekolah Dasar agar mencapai SDM Indonesia yang Unggul, Sehat dan Kuat, dan setelah berlangsung selama 100 hari, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) secara resmi mengakhiri berlangsungnya Program Edukasi Gizi Gerakan NUSANTARA 2019 (GerNUS 2019). Program yang merupakan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan […]
Berjalannya waktu, dan saat ini di berbagai belahan Dunia, juga Indonesia, ketahanan pangan terpengaruhi akibat adanya berbagai tantangan permasalahan. Yang antara lain sebab kualitas sumber pangan yang kurang maksimal, jumlah petani yang terus berkurang, dan lahan yang semakin terbatas. Terlebih lagi, kondisi pandemi COVID-19 turut menghadirkan tantangan lain, yaitu menurunnya kesejahteraan petani sebagai pihak yang […]
Jakarta, 9 Juni 2018 – Tempat tidur yang nyaman tentu dambaan banyak orang, tidak terkecuali siapapun. Dengan memiliki tempat tidur yang nyaman tentu menjadi tidur kita begitu nyanyaknya dan terasa begitu nikmatnya, dan tanpa gangguan. Tapi sebenarnya, di balik itu, dan banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa tempat tidur, tempat di mana kita menghabiskan sepertiga […]