Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga […]
Yayasan Kanker Indonesia (YKI), anggota stoma penyandang atau Ostomate, yang tergabung dalam The Indonesian Ostomy Associations – YKI (InOA – YKI) dan Yayasan Wocare Indonesia menghadirkan diskusi “Peningkatan Pengetahuan dan Pemberdayaan Ostomate”.
Diskusi yang diadakan dalam rangka hari “Norma N. Gill”, ini sekaligus meluncurkan Stomacare Link, yang merupakan layanan perawatan stoma berbasis online. Kedua acara tersebut dilaksanakan di Sasana Marsudi Husada YKI di Lebak Bulus, Jakarta.
Diskusi yang dihadiri oleh para ostomate, pendamping ostomate, perawat stoma, dan tenaga kesehatan, ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup para ostomate.
Catatan yang perlu diketahui, Norma N Gill merupakan tokoh enterestomal therapist pertama di Dunia, yang memiliki jasa dalam meningkatkan kualitas hidup para ostomate (penyandang stoma).
“Para Ostomate memiliki keadaan khusus dalam kehidupan kesehariannya, yang harus menggunakan kantong stoma. Hal ini memberi dampak beban besar bagi pasien, bahkan keluarga dan orang-orang di sekelilingnya,” ujar Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo SpPD, KHOM, FINASIM, FACP.
Ia menyebut, seseorang akan membutuhkan kantong stoma, jika menderita kanker usus, kanker kandung kemih, penyakit radang usus, divertikulitis atau sumbatan pada kandung kemih atau usus.
Dan penggunaan stoma bagi seseorang dapat bersifat sementara atau permanen, tergantung penyebabnya. Mayoritas Ostomate mengalami kesulitan dengan kebocoran kantong, iritasi kulit, bau, depresi atau kecemasan, dan permukaan kantong yang tidak rata.
Para Ostomate menginginkan bantuan dengan masalah, ini untuk bisa mendapatkan manfaat tindak lanjut jangka panjang oleh perawat ostomi. Beserta ketersediaan lebih banyak kantong stoma dengan harga yang efisien agar kebutuhan sehari-hari selama jangka panjang dapat tercukupi.
“Stomacare Link akan memudahkan para Ostomate, namun kerjasama antara tenaga kesehatan, pasien dan berbagai unsur masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung para Ostomate dan sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya, sebagaimana hari ini ditunjukkan dengan perpaduan sinergi antara YKI, WOCARE, dan para Ostomate,” ujar Aru Sudoyo.
Sementara itu, Ketua Yayasan Wocare Indonesia, Widasari Sri Gitarja, S. Kp. MARS., MBA., WOC(ET)N menyampaikan, Yayasan Wocare Indonesia yang merupakan pusat sarana kesehatan di bidang perawatan luka, stoma dan inkontinensia sangat mengutamakan peningkatan kualitas hidup dari pasien Ostomate dan keluarganya dengan prinsip layanan berbasis evidence base practice dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kini didukung Stomacare Link.
“Link tersebut menyediakan wadah untuk masyarakat yang ingin berdonasi kepada para ostomate. Dana yang terkumpul ini akan digunakan untuk membeli kantong kolostomi, pelindung kulit, dan produk-produk lainnya yang dapat membantu menjaga kesehatan dan kenyamanan para ostomate, Stomacare Link juga terhubung dengan marketplace bagi kebutuhan para ostomate,” jelas Widasari Gitarja.
Stomacare Link yang dapat diakses melalui https://linktr.ee/stomacare. Link ini merupakan layanan konsultasi gratis yang terhubung dengan dokter dan perawat spesialis Enterostomal Therapist di seluruh Indonesia.
Para Ibu kekinian, kian waktu semakin memiliki dan menaruh perhatian khusus pada bekal penganan bagi sang buah hati saat berangkat ke sekolah. Maka hal itu telah menjadi salah satu rutinitas para Ibu, mempersiapkan bekal makan anak dan degan memerhatikan gizi dalam bekal yang akan anak santap. Dengan bekal yang bergizi, akan membuat keseharian anak di […]
Dalam memperingati Hari Gizi Nasional 2024, Royco perkuat edukasi ‘Isi Piringku’ untuk berbagai tahapan usia melalui perluasan kolaborasi Program Royco Nutrimenu. Di sini terlihat betapa berartinya peran keluarga, baik ayah atau Ibu. Dan, sangat pentingnya dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi meski umumnya Ibu atau calon Ibu, yang tentu memiliki tanggung jawab lebih besar. Bagaimana pun pemenuhan […]
Di Indonesia, obesitas, dalam sepuluh tahun dan hingga saat ini masih menjadi kasus yang sangat mengkhawatirkan. Tercatat, angkanya meningkat signifikan dari 10,5% pada 2007 menjadi 21,8% pada 2018. Yang mana jika tidak segera diintervensi maka Indonesia akan kesulitan memanfaatkan bonus demografis menuju Indonesia Emas 2045. Karena, obesitas menjadi pencetus berbagai penyakit tidak menular yang mematikan […]