Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Selama dua hari, Jumat – Sabtu (27 dan 28 Oktober 2023), Guiness menggelar Festival Brighter Together, di Senayan Park (SPARK), Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan beberapa musisi, seniman visual, hingga komunitas grafiti.
Mereka adalah grup bandEfek Rumah Kaca (ERK) dan Arafura Media Design, Musisi FRAU dan Seniman visual Restu Ratnaningtyas, White Shoes and The Couples Company dan Oele Pattiselano Gitaris Jazz senior Tanah Air, hingga komunitas graffiti–basedTakin More Risk dengan illustrator dan typographer yang menerjemahkan Brighter Together versi audiens.
Selain itu, ada juga Warpopski yang menyuguhkan menu eksperimental yang di-infused dengan Guinness. Bayu Hanandhika, Marketing Manager Guinness Indonesia, mengatakan, semangat Brighter Together merupakan ajakan untuk memulai, mencari, menemukan makna baru dari sebuah kebersamaan.
“Banyak ide di sekitar kita dan kita bisa menjawab keraguan ini dengan bekerjasama menyatukan ide. Saat bersama sesimple nongkrong bareng, kita bisa bikin karya-karya seru bersama, saling menginspirasi dan terinspirasi,” katanya.
Bayu mengatakan, Guinness mengamati besarnya semangat untuk membawa ide ke langkah selanjutnya, mencari teman yang punya ‘like-minded,’ berkembang, dan berinovasi. Komunitas bisa jadi ruang belajar untuk menepis keraguan, bekerja bersama menciptakan hal yang baru dan seru.
Di tengah persiapan Festival Brighter Together, Guinness melakukan eksperimen sosial tentang keresahan generasi membangun ide-idenya. Melalui polling di media sosial, Guinness berhasil mengajak 1.000 responden untuk berpartisipasi. Setiap jawaban yang diterima, ada perbedaan dan keragaman dari setiap karakter individu.
“Eksperimen sederhana yang kami lakukan membuktikan bahwa ada beragam ide di sekitar kita, ada banyak impian dan harapan, tapi terkendala oleh keraguan. Ini membuktikan bagaimana kerja bersama bisa mematahkan keraguan tersebut. Kami merasakan semangat yang luar biasa saat kita bekerjasama menyiapkan festival ini,” kata Bayu.
Perjalanan di festival Brighter Together dimulai dengan menjelajah lorong Guinness yang imersif. Pengunjung bisa mengetahui perjalanan merek dan produk Guinness sejak pertama kali diperkenalkan hingga menjadi Bir Stout No.1 di Dunia, dan berbagai pencapaian besarnya di Indonesia.
Di Guinness Brewery Experience, pengunjung mengenal lebih dekat proses dan bahan-bahan pembuatan Guinness dan merasakan langsung apa yang membuat Guinness berbeda dari bir lainnya !
Dari lorong imersif, pengunjung akan menemukan area panggung Smooth Session yang berada di dalam dome dengan ambiance visual sureal serta audio yang bisa membuat pengunjung betah berlama-lama. Sementara di luar arena ada Guinness Brighter Together Art Showcase yang menampilkan karya-karya dan ekspresi semangat kebersamaan yang diterjemahkan dalam aplikasi kreatif. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan teman-teman seniman yang ada di area ini yang akan menerjemahkan makna Brighter Together dalam cara yang kreatif.
Waktunya menkmati karya Lawless Jakarta Garage, Swara Gembira X Philipponk, Ade Lukman, Burn the Flowers, Dalu Kusuma, Dhigelz, Grafis Huru Hara, Haorits, Reza Mustar, Ruth Marbun, hingga graffiti Takin More Risks.
Sedangkan di Guinness Flavour By Fire yang merupakan showcase makanan, memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati sajian kuliner to the next level, serunya santapan inovatif bersama Guinness. Di area ini akan ada sesi kolaborasi yang menyajikan menu-menu eksperimental dan hanya bisa dinikmati di sini !
Pastikan untuk mencoba menu-menu kreatif dari Dapur Bandha, Milli Bakehouse, Omah Jangan Diam, dan Warpopski.
Menikmati musik juga ada Panggung Guinness Time yang diisi oleh The Adams, Ali, Jason Ranti, Kelompok Penerbang Roket, The Panturas, Perunggu, Scaller, Seringai, The S.I.G.I.T, Stars and Rabbit, dan Swellow.
“Ada hal penting di balik keberhasilan, yaitu kebersamaan yang menepis keraguan, memberi semangat yang menginspirasi, dan membuat orang lain terinspirasi,” kata Bayu.
Setelah menjalani rpuasa selama sebulan, ada tradisi yang dilakukan sebelum Idul Fitri, yaitu takbiran. Sebagai Negara dengan kekayaan budaya yang besar, ada berbagai tradisi takbiran yang dilakukan masyarakat di berbagai daerah. Seperti grebeg syawal di Yogyakarta atau melakukan pawai obor yang umum dilakukan di banyak daerah. Sebagai bentuk ekspresi kemenangan setelah menahan hawa nafsu selama sebulan […]
Cyberbullying, bentuk intimidasi yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk keperluan yang disengaja, — dilakukan terus menerus — terlebih pada anak kanak, bersegaralah orangtua menyikapi dan bergerak mencegah sebelum berujung tak baik pada si buah hati. Menjadi catatan, angka perundungan anak di media digital sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan, dan korbannya pun semakin banyak dan berdampak […]
Di Indonesia budaya Inggris dikenal luas di tahun 60an melalui kehadiran grup-grup band, di antaranya The Beatles dan The Rolling Stones yang memikat hingga digandrungi seantero Dunia. Penggemar budaya Inggris di Indonesia terus berkembang baik mainstream mau pun anti-mainstream, tidak hanya datang dari musik, tapi juga dari bidang-bidang lainnya seperti fesyen, seni, otomotif, makanan, dan […]