FRAKTA, tas ikonik berwarna biru dari IKEA, tercatat sepanjang 30 tahun telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian jutaan pelanggan di seluruh Dunia. Dari sekadar solusi praktis membawa barang belanjaan, FRAKTA kini telah berkembang menjadi produk serbaguna, dan dengan penjualan tertinggi di IKEA, yaitu mencapai lebih dari 44 juta tas setiap tahunnya. Memasuki usia ke-30 tahun, […]
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Indonesiana TV berkolaborasi dengan Titimangsa dan KawanKawan Media merilis 5 tayangan seri monolog, Jumat, (28/06) di CGV FX Sudirman, Senayan, Jakarta.
Dipastikan menawan, dan menggelitik rasa. Monolog “Di Tepi Sejarah” yang menceritakan tentang tokoh-tokoh di tepian Sejarah, sebagai Produser adalah Happy Salma, Yulia Evina Bhara, dan Pradetya Novitri, dengan melibatkan bintang Marsha Timothy dan Maudy Koesnady.
Seri monolog musim ketiga menampilkan kisah dari Oto Iskandar Dinata dengan mengambil sudut pandang istrinya yaitu Raden Ajeng Soekirah, Ruhana Kuddus seorang pejuang kaum wanita, Francisca Casparina sebagai seorang Diplomat yang aktif berjuang pasca Kemerdekaan, Tan Tjeng Bok yang merupakan seniman multitalenta yang kiprah seninya bertahan melewati tiga zaman, dan Tirto Adhi Soerjo, seorang tokoh Pers dan tokoh Kebangkitan Nasional Indonesia.
Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, mengatakan, “Di Tepi Sejarah” merupakan salah satu sarana dalam memberikan literasi hingga edukasi kepada masyarakat khususnya anak-anak muda. Banyak kisah sejarah inspiratif yang sebelumnya kurang dikenal terutama oleh anak-anak muda, entah karena kurangnya akses ke sumber literasi atau bahkan kurangnya minat untuk mempelajari sejarah tersebut. Namun dengan adanya monolog “Di Tepi Sejarah” ini, anak-anak muda dapat kembali mempelajari sejarah yang hampir terlupakan tersebut, dan bahkan dapat menjadi bagian dari edukasi,” ujarnya.
Happy Salma selaku Produser mengatakan, “Tahun ketiga seri monolog “Di Tepi Sejarah” diselenggarakan artinya ada 14 tokoh Indonesia yang diangkat kisah hidupnya dalam sebuah pementasan. 14 tokoh ini mewarnai Sejarah Indonesia dengan kekhususannya masing-masing. Ada yang lewat perjuangan angkat senjata, ada yang lewat jalur diplomasi, bahkan lewat kesenian. Hal ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melakukan hal yang terbaik bagi Indonesia, juga bagi anak Bangsa lainnya demi kehidupan yang lebih baik.”
Yulia Evina Bhara, yang merupakan Produser mengatakan, tahun ini, selain peluncuran film pertunjukan seri monolog Di Tepi Sejarah musim ketiga, ia juga meluncurkan buku antologi naskah “Di Tepi Sejarah Tiga Musim”.
“Ada 14 judul naskah yang terdapat dalam buku ini. Naskah ini dengan model monolog dan durasi singkat yang kami harap dapat juga dipentaskan oleh banyak pihak, seniman maupun murid sekolah di mana saja berada, sehingga produksi ilmu pengetahuan yang dihasilkan terus bergulir,” katanya.
Pada kesempatan itu, Retno Raswaty, Kepala BMK Kemendikbudristek, menyampaikan pengharapannya agar para Guru bisa mulai pelajari Sejarah Indonesia dari buku ini. Untuk selanjutnya disampaikan kepada anak didik. Buku ini tentu akan menjadi Sejarah besar untuk Dunia Teater.
Berikut Jadwal Tayang Di Tepi Sejarah Musim Ketiga dan Sinopsisnya
1. Sudut Terlipat di Panggung Tan Tjeng Bok
Tayang di Indonesiana TV : Jum’at 28 Juni 2024, Pkl. 20.00
Penulis Naskah : Deddy Otara
Penafsir Ulang dan Sutradara : Sahlan Mujtaba
Pemain : Bagus Ade Saputra
Tan Tjeng Bok, seorang seniman multitalenta yang kiprah seninya bertahan melewati tiga zaman. Sukses bersama tonil Dardanella pada tahun 1920-an, membuatnya dikenal sebagai artis terkaya di zamannya.
2. Ke Pelukan Orang-Orang Tercinta
Tayang di Indonesiana TV: Rabu, 03 Juli 2024. Pkl. 20.00
Penulis Naskah : Felix K. Nesi
Sutradara : Shinta Febriany
Pemain: Marsha Timothy
Francisca Casparina Fanggidaej menceritakan perjalanan hidupnya, tidak hanya sebagai pemikir dan penggerak besar pasca kemerdekaan Indonesia yang aktif berdiplomasi di panggung Internasional, tetapi juga konflik batinnya sebagai ibu yang terpisah dari anak-anak karena perubahan situasi politik.
3. Suamiku Oto dan Bel Pintu
Tayang di Indonesiana TV : Rabu, 10 Juli 2024 Pkl. 20.00
Penulis Naskah : Ahda Imran
Sutradara : Nia Dinata
Pemain : Maudy Koesnaedi
Menjadi istri Oto menempa kekuatan RA. Soekirah. Masa-masa genting revolusi dilaluinya seorang diri seraya menjaga dan mendidik anak-anaknya. Di mata anak-anaknya, ia selalu tampak tegar. Tetapi di lubuk hatinya yang terdalam, RA. Soekirah terus berharap bahwa suaminya masih hidup.
4. Seroean Kemadjoean
Tayang di Indonesiana TV: Rabu, 17 Juli 2024, Pkl. 20.00
Penulis Naskah: Esha Tegar
Sutradara: Tya Setiawati
Pemain: Widi Mulia
Di akhir Abad 19, Ruhana bagian dari 1% perempuan Minangkabau yang pandai baca-tulis. Kesadaran ini membuatnya gigih memperjuangkan persamaan perlakuan antara perempuan dan laki-laki terutama di bidang pendidikan dan pekerjaan.
5. Tirto : Tiga Pengasingan
Tayang di Indonesiana TV : Rabu, 24 Juli 2024, Pkl. 20.00
Penulis Naskah: Ibed S Yuga
Sutradara: Putu Fajar Arcana
Pemain: Ari Sumitro
Dianggit berdasarkan biografi dan karya R.M. Tirto Adhi Soerjo, Tirto: Tiga Pengasingan menyelisik tiga masa dalam riwayat hidup tokoh perintis pers Indonesia ini sebagai kisah pengasingan. Melalui tiga masa tersebut, lakon ini melihat sisi-sisi manusiawi dari riwayat tokoh besar ini. Ia dianugerahi gelar sebagai Bapak Pers Indonesia dengan warisan berupa surat kabar Medan Priyayi.
Selain tayangan pertunjukan, diluncurkan juga antologi naskah Di Tepi Sejarah dalam Tiga Musim (tahun 2021, 2022, 2023), dengan penyunting Ahda Imran dan penerbit Kepustakaan Kompas Gramedia.
Dengan memiliki kurang-lebih 17 ribu pulau, yang sebagian didiami oleh lebih dari 300 kelompok etnis, dengan lebih dari 1.300 suku bangsa dan memiliki 652 bahasa daerah, Negeri Indonesia menjadi keajaiban dunia. Maka tak mengherankan jika Indonesia dikatakan sebagai Taman Sari Pusparagam Budaya. Kekayaan yang luar biasa ini sudah sepatutnya dan seharuslahnya dilestarikan dan dikembangkan oleh […]
Wabah pandemi korona saat ini sudah melanda Tanah Air. Sejumlah daerah pun sudah terpapar virus Covid-19, bahkan beberapa daerah sudah dinyatakan masuk dalam status “Tanggap Darurat Covid-19”, di antaranya adalah DKI Jakarta. Demi untuk tujuan melindungi warganya, saat ini para petugas medis di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang bekerja keras. Dalam menunjang […]
Mendukung Pemerintah dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia, PT Frisian Flag Indonesia (FFI), Perusahaan produk bergizi berbasis susu turut berpartisipasi. Kali, ini FFI memberikan dukungan logistik lebih dari 15 ribu produk susu cair siap minum FRISIAN FLAG® untuk para tenaga kesehatan dan pasien Covid-19 di RS Darurat Covid Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, […]