World Heart Day 2026, yang jatuh pada 29 September, mengajak masyarakat untuk kembali memfokuskan perhatiannya terhadap kesehatan jantung. Tahun ini, World Heart Federation mengangkat tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda dan risiko penyakit kardiovaskular yang dapat terlewatkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) […]
Dengan memiliki kurang-lebih 17 ribu pulau, yang sebagian didiami oleh lebih dari 300 kelompok etnis, dengan lebih dari 1.300 suku bangsa dan memiliki 652 bahasa daerah, Negeri Indonesia menjadi keajaiban dunia.
(ki-ka) Nani Koespriyani – Ayu Dyah Pasha – Neneng Iskandar – Wiwit Ilham Panjaitan – Insana Habibie – Amy Wirabudi – Musa Widyatmodjo
Maka tak mengherankan jika Indonesia dikatakan sebagai Taman Sari Pusparagam Budaya.
Kekayaan yang luar biasa ini sudah sepatutnya dan seharuslahnya dilestarikan dan dikembangkan oleh bangsa Indonesia sendiri, dari generasi ke generasi. Untuk ikut melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia, baik secara perorangan maupun kelompok, a, bermacam cara bisa dilakukan.
Salah satu pihak yang menaruh dan memiliki perhatian pada kelangsungan warisan budaya Indonesia, tersebutlah Yayasan Al-Mar. Merupakan Yayasan yang keberadaannya sejak tahun 2009, memiliki motto “Hidup harus bermanfaat bagi dunia dan akhirat”.
Dalam aktivitasnya Yayasan Al-Mar memiliki 3 divisi yang dibangun atas dasar visi dan misinya, yaitu Divisi Sarana Ibadah, Divisi Sarana Pendidikan, dan Divisi Budaya yang disebut The Culture Heritage of Indonesia (CHI).
CHI Heritage memiliki tujuan untuk turut berperan dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Indonesia. Kepedulian CHI pada kelangsungan warisan budaya Indonesia ini antara lain dituangkan dalam bentuk pemberian penghargaan kepada para pahlawan warisan budaya Indonesia.
Duduk sebagai Dewan Pemerhati Seni Budaya untuk CHI Award 2018 adalah Neneng Iskandar dari Wastraprema, Musa Widyatmodjo (Perancang mode Indonesia), William Kwan (pengamat wastra Batik); Insana Ilham Habibie (kreator Batik); dan Wiwit Ilham Panjaitan (Inisiator dan Pendiri CHI Heritage – Warisan Budaya Indonesia).
Bertempat di Plaza Indonesia, Jakarta, dihadiri Nani Koespriyani, CHI Heritage, Ayu Dyah Pasha, CHI Heritage dan Amy Wirabudi, Steering Committee CHI Award 2018, untuk kali yang pertama penghargaan CHI Award 2018 diberikan kepada para pejuang di balik bertahannya industri Batik, bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2018.
Untuk Kategori Penghargaan Khusus diberikan kepada Go Tik Swan atau Panembahan Hardjonagoro, adalah orang yang mendapat tugas dari Presiden Soekarno untuk membuat Batik Indonesia. Seperti diungkap dalam ‘Jawa Sejati: Otobiografi Go Tik Swan Hardjonagoro’ (2008), Batik Indonesia yang dibuat Go Tik Swan pada dasarnya merupakan hasil perkawinan Batik klasik Keraton, terutama gaya Batik Surakarta dan Yogyakarta, dengan Batik gaya pesisir utara Jawa Tengah, terutama Pekalongan.
CHI Award 2018 juga akan diberikan kepada Kategori Penerus, Inovator, dan juga Penghargaan Khusus (Legacy).
Dapat mewujudkan tujuan ‘indah’, yaitu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi Akademis, teknis dan employabilitas yang seimbang, merupakan tantangan terbesar Dunia Pendidikan vokasi. Berpijak dari sanalah juga, Samsung Tech Institute (STI) menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di 30 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, mengikuti perkembangan kebutuhan Industri. UKK yang diselenggarakan […]
Memasuki bulan Ramadan 2020, salah satu Perusahaan penyedia layanan telekomunikasi terdepan di Indonesia, Smartfren menggelar sederet aktivitas di sosial media, dan dapat diikuti melalui kanal official Smartfren di Instagram, YouTube, TikTok dan Twitter. Melalui kanal YouTube Smartfren, acara bertajuk “Ngabuburich”, akan diasuh oleh Gusti Emon dengan sejumlah bintang tamu ternama seperti, Jaz Hayat, Lambe Turah, […]
Untuk tujuan ingin menciptakan kaitan antara informasi digital, teknologi, serta solusi terhadap masalah sosial dan hak asasi manusia yang muncul akibat pandemi COVID-19, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, bekerja sama dengan Asosiasi IoT (Internet of Things) Indonesia (ASIOTI), menggagas kompetisi EU Social DigiThon. Tahun ini ada yang menarik dari kompetisi U Social DigiThon. Bila semula […]