Pesisir Jakarta menghadapi tekanan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, kenaikan muka air laut, abrasi, hingga penurunan muka tanah. Dan di tengah urgensi tersebut upaya restorasi mangrove menjadi semakin penting karena ekosistem ini berperan sebagai benteng alami pesisir, penyerap karbon, sekaligus penopang keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat sekitar. Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan […]
Kembali, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menggores keindahan. Tepatnya, bertepatan dan dalam rangka Bulan Kesadaran Kanker Paru, organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker, ini menekankan pentingnya skrining sebagai upaya meningkatkan peluang kesembuhan kanker paru.
Kegiatan pra-skrining untuk masyarakat yang akan dilaksanakan pada ajang “Run For Healthy Lungs”, pada Minggu, 1 Desember 2024 di Area Pintu 6 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, didukung oleh program “Dedikasi Untuk Negeri” dari Bank Indonesia. Kiranya terkait mengingat kesehatan masyarakat mempengaruhi daya saing dan produktivitas tenaga kerja yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo
Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, di acara temu Media di kantor pusat Yayasan Kanker Indonesia, Jalan GSSJ Sam Ratulangi, Jakarta Pusat, mengatakan, “YKI mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Bank Indonesia dan segenap pihak. Kami mengajak masyarakat berpartisipasi pada ajang ‘Run for Healthy Lungs’ dan melakukan pra-skrining kanker paru sebagai upaya pengendalian faktor risiko kanker paru, mengingat kanker paru menempati urutan nomor dua kejadian kanker di Indonesia.”
Untuk diketahui mengenai jumlah kasus baru dan jumlah kematian akibat kanker paru, menurut Global Observatory on Cancer (GLOBOCAN) tahun 2022 menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat 66.271 jumlah kasus baru dan sebanyak 34.339 jumlah kematian akibat kanker paru. Tingginya jumlah kasus dan kematian menandakan pentingnya pengendalian faktor risiko sebagai upaya pencegahan.
Pada acara dengan MC Pratiwi Astar, Ketua Bidang Ilmiah Yayasan Kanker Indonesia, Prof. dr. Elisna Syahruddin, Ph.D., Sp.P(K), yang juga merupakan Guru Besar dalam bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, mengutarakan, “Angka kematian yang tinggi pada kanker paru disebabkan oleh keterlambatan penanganan pada pasien kanker paru. Sebanyak 90 persen dari pasien kanker paru baru datang ke dokter setelah mereka memasuki stadium lanjut.”
Prof. dr.Elisna Syahruddin
Tentu, kesadaran masyarakat akan kanker paru perlu ditingkatkan. Halnya disampaikan oleh Prof. Elisna,”Kesembuhan pada pasien kanker bisa mencapai 90 persen jika ditangani sejak dini. Oleh sebab itu, skrining dan deteksi dini kanker paru menjadi sangat penting, khususnya bagi mereka yang berisiko tinggi,”
Pra-Skrining dilaksanakan melalui pengisian Kuesioner Profil Risiko Kanker Paru, “Apabila pra-skrining menunjukkan responden memiliki risiko tinggi, harus dilanjutkan dengan skrining kanker paru dan pemeriksaan medik lebih lanjut, jelas Prof. Elisna.
Sementara itu, edukasi awam tentang kanker paru yang didukung oleh AstraZeneca juga akan digelar. Seperti disampaikan oleh Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, “Kanker paru-paru adalah masalah kesehatan serius dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia, dengan sekitar 34.339 kematian setiap tahunnya. AstraZeneca senantiasa berkomitmen untuk mengatasi tantangan kanker paru-paru di Indonesia melalui pengobatan inovatif dan akses perawatan yang lebih baik untuk pasien.”
Lanjutnya,”Maka tentu, dalam Bulan Kesadaran Kanker Paru-Paru ini, kami merasa terhormat untuk melanjutkan kemitraan kami dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) untuk mengedukasi serta mengadvokasi skrining dini dan langkah-langkah pencegahan kanker paru-paru.”
Memahami lebih dalam tentang Kanker Paru
Dalam paparannya, Prof. Elisna menjelaskan bahwa kanker paru dapat berasal dari sel epitel saluran napas yang menandakan sebagai kanker paru primer, sementara kanker paru sekunder atau metastasis adalah kanker yang berasal dari organ lain seperti kanker payudara, kanker serviks, kanker kolon kanker prostat yang menyebar dan tumbuh di paru.
“Tanda dan gejala respirasi akibat efek kanker primer di paru adalah batuk yang tak kunjung sembuh, batuk darah, sesak napas, nyeri dada. Sementara tanda dan gejala karena penyebaran kanker dalam rongga dada adalah nafsu makan menurun, berat badan turun drastis, nyeri menelan, pembengkakan pada wajah dan lengan, suara serak, suara batuk melemah, nyeri dada pleuritik, kelopak mata menurun, pupil mata mengecil, berkurangnya keringat pada wajah, hingga nyeri bahu dan penyusutan otot di bahu dan lengan,” jelas Prof. Elisna.
Esra Erkomay
“Ada pun faktor risiko kanker paru di antaranya akibat merokok aktif, perokok pasif, memiliki riwayat merokok, usia di atas 45 tahun, radon, riwayat dalam keluarga, polutan lingkungan dan rumahtangga, dan penyakit paru kronis,” pungkas Prof. Elisna
Tips untuk mengurangi risiko kanker paru
Selain melakukan pra-skrining dan skrining kanker, Prof. Elisna menghimbau masyarakat untuk mengurangi risiko kanker dengan berhenti merokok; menghindari paparan radon atau gas radioaktif alami yang dapat menumpuk di rumah dan tempat kerja; bahan kimia yang dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru; memperbaiki pola makan tinggi antioksidan, vitamin dan mineral; melakukan olahraga sedang setidaknya 150 menit setiap minggu, seperti jalan cepat atau bersepeda; membatasi konsumsi alkohol.
“Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan dan melakukan perubahan gaya hidup, setiap individu dapat membantu mengurangi risiko kanker paru dan mendukung komunitas yang lebih sehat,” tambah Prof. Elisna.
[]Andriza Hamzah Photo Dok. YKI & Emerson Asia Pacific
Keteraangan photo : (1)Prof. dr. Elisna Syahruddin (2) (3)
Jakarta, 14Mei 2018: PT. Galenium Pharmasia Laboratories merupakan perusahaan farmasi yang berpengalaman dan berdedikasi lebih dari 30 tahun dalam industri perawatan kulit dan obat-obatan di Indonesia, hari ini kembali menegaskan komitmennya untuk selalu peduli pada kesehatan kulit dengan menghadirkan Oilum, The Dry Skin Expert, dalam kemasan baru sebagai rangkaian perawatan kulit pertama di Indonesia dengan Hydro Rebalance System TM yang diformulasikan olehDermatologist. […]
Untuk mendukung Pemerintah dalam mendorong pencegahan stunting di Indonesia, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) berkelanjutan memperkuat kolaborasi. Dan dalam momentum peringatan Hari Gizi Nasional 2025, Sarihusada — Perusahaan yang memproduksi berbagai produk nutrisi untuk ibu hamil & menyusui dan anak — berkolaborasi dengan Alodokter — platform kesehatan digital nomor satu di Indonesia — meluncurkan kampanye […]
Untuk para orangtua – utama – para Ibu, perlu memerhatikan data Nielsen dari survei Brand Health Tracking mengenai Formula Bayi dan Formula Lanjutan (IFFO) tahun 2015 lalu. Angka menunjukkan, dari 46% respondennya yang menyatakan kebutuhan mereka akan air khusus untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, sebesar 65% di antaranya menyatakan bahwa bayi memerlukan air […]