Bertolak dari memperingati Hari Kanker Paru Sedunia yang tahun ini mengusung semakmangat “Bersama Melawan Kanker Paru”, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker paru melalui informasi kesehatan yang akurat, berimbang, dan berbasis bukti ilmiah. Kiranya ini tidak lepas dari di tengah meningkatnya perhatian publik mengenai penggunaan atap asbes sebagai material bangunan, maka […]
Demam dapat menjadi tanda awal terjadinya infeksi atau kondisi medis lainnya. Dan menurut U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC, 2024), — sebagai otoritas kesehatan masyarakat terkemuka — demam merupakan salah satu indikator klinis awal yang umum digunakan tenaga kesehatan untuk mendeteksi infeksi dan mengidentifikasi perubahan kondisi tubuh.
Karenanya, keakuratan hasil pengukuran sangat diperlukan karena penyimpangan sekecil apa pun dapat memengaruhi penilaian klinis, keputusan pengobatan, serta langkah pengendalian infeksi. Maka pemantauan suhu tubuh secara rutin tetap menjadi langkah pencegahan penting.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan kesehatan pribadi, OMRON Healthcare Indonesia — Pemimpin global dalam bidang peralatan medis inovatif yang telah teruji secara klinis untuk pemantauan kesehatan dan pengobatan di rumah —
memperkenalkan termometer dahi MC–F300, perangkat yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pengukuran suhu tanpa kontak yang lebih higienis, cepat, dan akurat bagi keluarga Indonesia.
Setiap jenis termometer dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda. Model kontak yang digunakan secara oral, di bawah ketiak, atau di telinga tetap menjadi pilihan utama untuk penggunaan sehari-hari. Dan, termometer digital tanpa kontak menawarkan alternatif yang praktis ketika diperlukan pengukuran suhu yang cepat dan tidak menyentuh kulit.
Studi oleh Seyedsadr et al. (2023, Sensors) menunjukkan bahwa termometer digital tanpa kontak merupakan pilihan efektif, terutama untuk pemeriksaan suhu yang cepat, tidak invasif, dan praktis, sekaligus menunjukkan potensi akurasi yang baik bila digunakan dengan benar.
Beberapa studi terbaru di Indonesia turut mendukung keandalan dan kepraktisan termometer inframerah. Penelitian dari Universitas Negeri Surabaya (2023), Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan (2023), dan Universitas Widya Husada Semarang (2023) menemukan bahwa termometer inframerah tanpa kontak dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten, cepat, dan mudah digunakan ketika dipakai sesuai ketentuan, sehingga menjadi pilihan praktis untuk pamantauan suhu di rumah maupun di lingkungan masyarakat.
“Tantangan kesehatan saat ini menuntut setiap individu untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi fisik mereka. Dengan hadirnya termometer tanpa kontak yang cepat dan akurat, kami ingin menyediakan perangkat yang tidak hanya nyaman dan praktis, tetapi juga aman untuk seluruh anggota keluarga,” ujar Tomoaki Watanabe, Director dari OMRON Healthcare Indonesia. “Inovasi ini sejalan dengan misi OMRON untuk menghadirkan perangkat kesehatan yang mendukung pencegahan, membantu proses perawatan, dan mudah digunakan.”
Termometer Pilihan Untuk Keluarga
OMRON MC-F300 dirancang untuk penggunaan keluarga, dengan fokus pada kepraktisan dan kemudahan. Pengukuran suhu tanpa kontak membantu menjaga kebersihan, sementara desain ergonomis memberikan kenyamaan saat digenggam. Perangkat ini menghasilkan pembacaan dalam 1 detik dan dapat menyimpan hingga 30 data pengukuran untuk memudahkan pamantauan suhu dari waktu ke waktu.
MC-F300 dilengkapi sensor jarak pintar, layar dengan backlight, pilihan satuan suhu °C/°F, serta dua mode pengukuran: Mode Pengukuran Dahi, yang mengukur suhu permukaan dahi dan mengonversinya menjadi nilai setara suhu oral menggunakan algoritma OMRON; dan Mode Pengukuran Permukaan, yang mengukur suhu benda seperti susu bayi atau air mandi. Bunyi penanda (Buzzer) untuk membantu memastikan proses pengukuran selesai dengan benar.
Dengan peluncuran MC-F300, OMRON Healthcare Indonesia semakin menegaskan perannya sebagai mitra kesehatan tepercaya yang mendukung upaya pencegahan dan pemantauan mandiri di rumah, sekaligus memperkuat komitmennya membantu masyarakat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan.
Tahun ini Yayasan Kanker Indonesia (YKI) merayakan hari jadinya yang ke-47 tahun, dengan mengangkat tema “Bersama Menutup Kesenjangan dalam Melawan Kanker”. Ketua Umum YKI, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, di acara Perayaan hari jadi YKI ke-47 yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki – Jakarta, Selasa, 23 April 2023, mengatakan […]
‘Parno’, penggalan kata dari Paranoid atau Paranoia, bakal disandang oleh orang yang berperilaku : curiga terhadap orang di sekitarnya, bahkan pasangan hidupnya, secara berlebihan. Dan, tanpa alasan. Prof. Dr. Zakiah Daradjat dalam bukunya bertajuk,”Kesehatan Mental”, paranoia dipaparkan sebagai salah satu penyakit jiwa, penyakit ”gila kebesaran” atau “gila menuduh orang”. Penyakit ini tidak banyak terjadi, dan […]
Tidak terkesampingkan, masa pandemi bersinggungan dengan kesehatan masyarakat, dan kesehatan masyarakat pun terganggu. Selama masa pandemi, sisi Kesehatan Jiwa masyarakat dan pasien Covid-19, pun menjadi perhatian Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI). Perhatian yang disampaikan IPK Indonesia dan PDSKJI, — bertepatan dan dalam rangka “Hari Kesehatan Jiwa […]