Terbilang banyak rumah di Indonesia yang tidak selalu memiliki ruang bermain khusus. Melainkan, ruang keluarga, kamar tidur, bahkan teras sering kali menjadi tempat anak bermain dan bereksplorasi serta keluarga berkumpul. Berangkat dari pengamatan itulah kiranya, dan tak terbantahkan bila IKEA Indonesia lantas menghadirkan berbagai pilihan produk dari koleksi GREJSIMOJS yang dirancang untuk menghadirkan lebih banyak momen bermain […]
Jakarta, 3 April 2018 – Selain batik, tenun ikat merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh Indonesia. Tidak hanya sebatas kain panjang yang digunakan untuk ritual adat, tapi tenun ikat telah bertransformasi ke dalam pakaian ready to wear modern yang nyaman dipakai oleh siapa pun.
Salah satu desainer etnik yang menyulap tenun ikat ke dalam gaya kekinian adalah Sofia Sari Dewi. Desainer asal Jogjakarta tersebut menggunakan material dasar tenun ikat khas Ngada, Flores, NTT ke dalam mix and match modern ala wanita urban pada gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, Sabtu (31/3).
Sofia Sari Dewi, Dok. Instagram @sophie_tobelly
Di ajang ini, Sofia hadir dengan brand barunya dan berkolaborasi dengan komunitas Indigo Ikat Lango, Ngada, Sofia menghadirkan tenun dengan warna baru yang eksotik yaitu ‘Indigo Deep Blue Sea’ yang semakin memperkaya warna warni tenun nusantara sekaligus mengangkat derajat tenun sebagai material yang fashionable. Karya yang terinspirasi dari kecintaannya terhadap kebudayaan di daerah Ngada, sebuah daerah di propinsi Nusa Tenggara Timur dimana ia mendedikasikan waktu dan ide-idenya sebagai peserta IKKON 2016.
Sofia yang lahir di kota Yogyakarta pada tanggal 2 November 1983 ini merupakan salah satu desainer muda yang terpilih untuk mengikuti program unggulan pemerintah Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif Indonesia yaitu IKKON 2016. Pilot project yang bisa dibilang sukses ini, menghantarkan Sofia mengenal Ngada, Flores lebih dekat lagi. Bagi Sofia, penduduk Ngada sangatlah ramah sudah seperti keluarga, khususnya Langa, Bena, Bela dan Tololela. Di Ngada, Sofia melihat bahwa daerah ini masih memiliki kebudayaan sendiri-sendiri yang tetap dipertahankan hingga saat ini seperti rumah adat, bahasa yang berbeda satu sama lainnya, tarian, pakaian adat dan lainnya.
Berbekal keanekaragaman kultur yang ada di daerah Ngada inilah yang kemudian mendorong Sofia untuk berkreasi dengan berkolaborasi bersama komunitas ikat tenun Ngada dalam menghadirkan karya fashion ‘Urban TransforMANU by Live in ManuManu’ dengan menggunakan material dasar tenun ikat Ngada dengan warna yang baru yang lebih pekat ‘Indigo Deep Blue Sea’ yang telah dimulai sejak awal tahun 2017 lalu. Dan dalam show kali ini, Sofia juga menggandeng pentolan komunitas Indigo Ikat Langa – Ngada yaitu Mama Monika Ngada di atas catwalk sebagai simbol kolaborasi antara keduanya.
Sofia Sari Dewi, sang desainer ‘Urban TransforMANU by Live in ManuManu’ menjelaskan, “Saya jatuh cinta dengan kemewahan langka yang ditawarkan Ngada sejak pertama kali menginjakkan kaki di bumi Flores ini. Hamparan hijau, masyarakat yang murni menjunjung tinggi budaya, melestarikan adat istiadat dan sangat terbuka pada orang asing seperti saya. Hingga akhirnya saya menemukan cinta saya yang lain saat sedang eksplorasi Rumah Budaya ManuManu, yaitu kain tenun ikat Ngada dengan pewarna alam. Ada banyak pewarna alam yang ada, namun hati saya tertarik pada warna nila. Dan dalam beberapa kali capacity building, akhirnya bisa menciptakan pengolahan warna yang lebih cantik lagi, yang saya namakan ‘Indigo Deep Blue Sea’ atau bisa diartikan ‘sebiru air laut dalam’”.
Ditambahkannya, “’Live in ManuManu’ tidak akan terbatas pada kain tenun ikat Ngada Indigo Deep Blue Sea saja, melainkan dapat melebarkan sayap ke daerah lain yang memiliki komitmen menggunakan kain pewarna alam. Begitu pula untuk Rumah Budaya ManuManu, bisa juga berkembang ke daerah lain yang memiliki potensi yang sama, bahkan ke seluruh daerah di Indonesia. Bahkan lini fashion ManuManu sudah melahirkan 2nd line bernama Bluebelly yang berisi koleksi busana couple sejak kwartal pertama tahun 2017, baik itu dari tenun maupun batik”.
Sudah menjadi signature Sofia memiliki sebuah karya yang bisa lebih banyak styling dan mix and match. Tentunya dalam show kali ini pun Sofia menampilkan koleksi yang dapat dipakai dalam beberapa situasi. Koleksi ini menyiratkan profesi Sofia sebagai pelaku kreatif yang sibuk dari pagi hingga malam hari. Profesi Sofia sebagai lifestyle blogger juga mengharuskan untuk selalu aktif dan up to date dalam setiap event, karenanya, Sofia membuat outfit yang sesuai kebutuhannya sendiri. Dan teruntuk kaum urban ibukota dengan karyanya Urban TransforMANU.
Busana baru nan gaya dan modern, Levi’s® kembali hadirkan Levi’s® Engineered Jeans™ di tahun 2019 ini. Dan siap membalut tubuh para pria dan wanita yang ingin tampil beda. 8 Diyakini, Levi’s® Engineered Jeans™ bakal menjadi busana pilihan terbaik, bila dirunut dari pertama kali dirilis para tahun 1999, merevolusi industri denim, meraih sukses hingga menjadi tren […]
Jakarta, 28 Agustus 2018 – Melewati perjalanan 4 tahun, busana rancangan Cynthia Mahendra, yang tertuang di dalam koleksi Jawhara Syari, berhasil menjadi salah satu brand ternama dari busana syar’i modern di Indonesia. Terdata dari jumlah resseler yang dimiliki, berhasil mencapai ratusan, tersebar di seluruh Indonesia, bahkan hingga ke Mancanegara. Artinya, busana syari Muslimah karyanya, yang […]
Menutup tahun 2022. Satu acara berbeda, yang pastinya berdaya pikat, menyasar kapada kaum muda, Gen Z, hadir di Blocbar – Mbloc Market. Jakarta Selatan. Acara bertajuk “Pickup Pocket Pop Up Market”, adalah bazaar yang diselenggarakan oleh Tidy.Altlab — sebuah event organizer kecil — diikuti oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Remaja. Dan di tengah […]