Setelah Pemerintah menetapkan pola kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada setiap hari Jumat, dari sana Kebijakan Work fromHome (WFH) atau kerja dari rumah kembali mencuri perhatian. Namun sebenarnya, bagi banyak pekerja di Indonesia, WFH sudah menjadi bagian dari ritme hidup sejak beberapa tahun terakhir. Ada kantor yang menetapkan WFH di awal minggu untuk meredakan Monday Blues, ada […]
Berjalannya waktu, terkini terasa keindahan dan berpesonanya, melihat kian banyak saja wanita yang menggandrungi tren investasi. Mereka tak hanya bersentuhan, tetapi berdekap dengan invetsasi yang diyakini pilihan terbaik. Tak lepas karena wanita memiliki peran penting di keluarga, terutama dalam membuat keputusan terkait keuangan dan mengatur keuangan keluarga.
Kiranya, dari melihat hal itu jualah, UOB Indonesia terus dan berkesinambungan memainkan peran sebagai katalis dan pendorong untuk mendukung pemberdayaan wanita, Tentu untuk tujuan, membantu mereka mendapatkan produk dan layanan keuangan yang tepat guna membangun masa depan yang aman dan sejahtera, .
Terkait untuk mensosialisasikan produknya yang menawan, UOB menggelar literasi bertajuk “Building Inclusive Economies”.
Acara yang berlangsung pafa medio bulan Agustus 2023, ditandai peresmiannya dibuka dengan hantaran kata sambutan dari Maya Rozano, Senior Vice President Head of Strategic Communicatios and Brand, menyampaikan pada sesi ini membahas peran penting wanita di Indonesia yang tidak hanya di tingkat rumah tangga, tetapi juga potensi dan kemampuan yang signifikan untuk memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Demikian halnya yang juga disampaikan oleh Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia, Vera Margaret, di acara gelar literasi, bertemoat di Teras Ramayana Kempinski, Jakarta, menghadirkan narasumber Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani dan Plt. Kepala Grup Komunikasi Publik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa tren investasi yang digandrungi wanita biasanya yang memiliki jangka pendek dan pendapatan tetap. Dan beberapa contoh investasi yang diminati wanita adalah obligasi ritel, sukuk tabungan, sukuk ritel, dan saving bond ritel (SBR).
“Secara bertahap, nasabah wanita mulai memasuki investasi yang jangka panjang seperti reksadana saham,” jelas Vera Margaret..
UOB Indonesia menilai, dengan memberdayakan wanita sesuai potensinya, diharapkan dapat membawa ekonomi Indonesia menjadi lebih baik. UOB Indonesia memahami bahwa sebagian besar wanita memiliki pengetahuan dan kapasitas untuk berpikir tentang mengamankan dana untuk keluarga mereka dan menginvestasikannya dalam instrumen produktif.
Namun demikian, ada tiga tantangan yang dihadapi wanita saat ini, yaitu rendahnya indeks literasi keuangan, terbatasnya akses dan pengetahuan digitalisasi, serta rendahnya akses terhadap layanan keuangan yang tersedia.
Oleh karena itu, UOB Indonesia berharap dapat mendukung Pemerintah, regulator, nasabah dan masyarakat luas untuk mendukung pemberdayaan wanita untuk menjadi pilar masyarakat yang kuat.
Menarik tentu dengan apa yang disampaikan oleh Sekar Putih Djarot, Plt. Kepala Grup Komunikasi Publik Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dikatakannya, bahwa wanita memiliki peran penting di keluarga terutama dalam membuat keputusan terkait keuangan dan mengatur keuangan keluarga. Apalagi wanita memiliki kinerja yang lebih baik dalam kemampuan finansial dibandingkan pria.
Sekar menambahkan, wanita memiliki kecenderungan menabung untuk keperluan yang mancakup kebutuhan dasar, dana darurat, sampai biaya pendidikan anak. Untuk itu, wanita perlu memikirkan produk investasi yang tepat untuk mendukung rencana finansial yang dirancang.
“Wanita yang baru mulai berinvestasi biasanya akan memilih instrumen reksadana. Ada pun reksadana yang dipilih beragam mulai dari pendapatan tetap, campuran, sampai saham,” ujar Sekar.
Tentu tak kalah menarik dengan apa yang dikatakan Aviliani. Sebelum berinvestasi wanita harus tahu profil risiko yang dapat dihadapi. Selain itu, wanita juga harus mempersiapkan dana darurat sebelum memulai investasi.
“Maka ketika mulai berinvestasi, baiknya menyisihkan uang di awal dan bukan sisa dari uang kebutuhan. Dalam memulai investasi wanita juga harus memiliki tujuan dan perhitungan yang jelas, misalnya dalam lima tahun ke depan, kebutuhan apa saja yang akan muncul,” jelas Aviliani.
Menurutnya, dalam berinvestasi biasanya wanita memilih produk yang imbal hasilnya dapat digunakan kembali atau memiliki jangka pendek. Wanita disebut lebih memilih investasi berisiko rendah. Namun wanita saat ini juga telah mulai beranjak ke investasi lain seperti obligasi Pemerintah dan deposito.
Masa pandemi kiranya telah mendorong kehidupan setiap orang lekat dengan teknologi, dan merasakan hingga sangat menikmati dari kemudahan gaya hidup digital. Maka kini, memiliki hunian pintar atau smart home menjadi suatu kemudahan, bahkan gaya hidup baru. Bagaimana tidak dan wow ? Mengontrol berbagai peralatan di rumah secara remote atau bahkan menggunakan perintah suara, yang dahulu […]
Menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi semua orang merupakan visi IKEA, termasuk dalam merayakan Tahun Baru Imlek di rumah. Salah satu tradisi yang penting menjelang Tahun Baru Imlek adalah membersihkan dan mendekorasi rumah. Mengawali tahun baru Imlek dengan membersihkan dan menata rumah dipercaya dapat menghilangkan energi negatif dan membawa keberuntungan di tahun yang baru. IKEA […]
Ketika Galaxy Watch 6 melingkar di lengan Anda, penampilan Anda kian berpesona. Beriring memberi nilai spesial untuk Anda. Anda, sebagai pengguna, dari sana juga dapat mengakses rekomendasi kesehatan yang dipersonalisasi, yang ditenagai oleh Galaxy AI, untuk meningkatkan kesehatan. Untuk pelacakan tidur, pembaruan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam dan akurat tentang tidur melalui analisis terperinci […]