Tahun Baru Imlek identik dengan tradisi berkumpul dan menikmati hidangan bersama keluarga serta orang terdekat. Di Indonesia, momen ini kerap dirayakan secara sederhana dan bermakna melalui kebersamaan di meja makan. Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek (Imlek) 2026, serta bagian dari rangkaian kampanye Festive Season, IKEA Indonesia – penyedia rangkaian perabot rumah tangga yang didesain dengan baik […]
Bulan Ramadan telah datang. Selain memenuhi kewajiban ibadah, puasa ternyata baik untuk tubuh.
Menurut penelitian, dengan berpuasa, maka metabolisme tubuh menjadi lebih baik, karena tubuh membersihkan diri dari racun yang terakumulasi selama satu tahun belakangan. Puasa juga bisa untuk mengurangi risiko penyakit jantung, membakar lemak dalam tubuh serta meningkatkan fungsi otak.
Untuk mendapatkah hasil maksimal dari puasa, pola makan tentu juga harus dijaga. Namun beberapa pola makan saat sahur dan berbuka puasa masih keliru diterapkan, misalnya berbuka dengan makanan dan minuman manis yang berlebihan, konsep makan balas dendam karena puasa seharian, atau berbuka dengan gorengan.
Bagaimana buka puasa sehat ?
Untuk mendapatkan kesehatan, berbuka puasa yang benar adalah dengan mengonsumsi makanan tinggi serat. Serat merupakan salah satu zat yang wajib kita konsumsi setiap hari.
Selain itu, serat juga dapat membantu menjaga kesehatan usus dan mempermudah buang air besar dan meningkatkan kualitas feses. Manfaat lain makanan yang tinggi serat adalah mampu menimbulkan efek kenyang, sehingga mencegah kita untuk mengonsumsi makanan yang berlebihan, yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Tahun ini, Safiya Food gencar mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi tinggi serat bagi kesehatan tubuh. Safiya, dengan produk unggulannya Muesli Original dan Muesli Lemon menggerakkan masyarakat untuk turut mengonsumsi Muesli saat berbuka puasa, untuk mencukupi kebutuhan serat, mencegah buka yang terlalu banyak, serta mencukupi kebutuhan vitamin, mineral dan lainnya.
Finito Mansy, Brand Manager Safiya mengungkapkan, saat ini masyarakat Indonesia semakin sadar dan kritis tentang pentingnya pola makan yang sehat, salah satunya kebutuhan akan serat tiap harinya dan hal ini termasuk juga di bulan Ramadan.
Muesli Safiya hadir dengan #BerbukaTinggiSerat agar pola makan tetap seimbang dan terjaga sehingga konsumsi makan tidak terlalu banyak. Produk ini mulai populer di kalangan masyarakat, terutama anak muda, karena penjualannya melebihi 40.000 produk per bulan dan rata-rata dikonsumsi oleh mereka yang berusia 24-35 tahun.
Muesli Safiya terdiri dari rolled oat, rice crispy, biji labu, biji bunga matahari, kacang almond, kismis dan kurma yang kaya akan serat, vitamin dan mineral untuk mendukung kebutuhan nutrisi harian. Safiya menyediakan varian Original dan Lemon dengan varian original yang terjual paling banyak.
Membuat Muesli untuk buka puasa sangat mudah, cukup tuangkan 3-4 sendok makan Muesli Safiya, campur dengan susu dan beri topping buah-buahan favoritmu.
Muesli Safiya ini bisa didapatkan di berbagai marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada dan TikTok Shop. Selain itu, Muesli Safiya juga bisa ditemukan di Sarinah, Natural Farm, MBloc hingga Apotek Roxy.
Untuk info lebih lengkap tentang Muesli dan produk lain dari Safiya, silakan kunjungi Instagram atau TikTok @safiyafood.
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) — organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker — kembali menggiatkan pentingnya pelaksanaan pola hidup sehat agar terhindar dari bahaya kanker, kali ini kanker kepala dan leher.Kanker kepala dan leher merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sejumlah tumor ganas yang berkembang di dalam […]
Fakta bahwa Indonesia masih memiliki beban penyakit TBC tertinggi kedua di Dunia, dan diperkirakan 845.000 orang di Indonesia jatuh sakit akibat Mycobacterium tuberculosis, namun hanya 67% atau 568.987 kasus TBC yang ternotifikasi ke Kementerian Kesehatan pada tahun 2019. Dalam rangka menurunkan jumlah kasus dan menekan penularan penyakit TBC dan TBC RO di Indonesia, Kementerian Kesehatan […]
Bukan penyakit menular. Tetapi penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di Indonesia kedua setekah stroke. Yang mengejutkan, kalangan usia muda — 30an — yang alami tingkat stres tinggi, beresiko penyakit jantung. Tentu, ini menjadi perhatian serius masyarakat luas, apa yang disampaikan oleh sebuah data dari Sample Registration System 2014 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik […]