Sebuah kolaborasi menarik antara desainer IKEA dan Xbox dihadirkan IKEA Indonesia berupa koleksi gaming terbaru, YXSTABY. Kiranya, koleksi ini hadir tiada lepas dengan melihat berbagai situasi saat orang bermain game di rumah, mulai dari posisi televisi dan cara duduk hingga barang-barang yang ingin tetap dekat. Saat permainan selesai, perabot yang sama tetap dapat digunakan untuk […]
DAYA Music Festival Of Indonesia, merupakan tema acara yang dihadirkan oleh Sekolah Pertunjukan Tari, Musik dan Drama, DAYA Indonesia Performing Arts Academy (DAYA) – didirikan oleh Prof. Dr. Tjut Nyak Deviana Daudsjah D.TH., A.MUS.D, pada tahun 2001- sepanjang lima hari, mulai tanggal 2 hingga 7 Juli 2024, bertempat di Soehanna Hall Energy Building, SCBD Jakarta, terus melekat di benak.
Acara yang didukung Direktorat Perflman, Musik dan Media Kemendikbudristek RI, dan cukup menggores rasa, mencakup “Pameran alat-alat Musik buatan Indonesia”, “Dialog tentang pentingnya Pendidikan Musik” dengan pembicara handal dari DAYA Indonesia dan Manca Negara, beriring penampilan pelantun Keroncong usia lansia, dan ditutup konser Musik termasuk choir anak-anak.
Dari acara yang dihadirkan, saatnya penonton ragam usia dibuat semakin kesulitan beranjak dan berkedip sejenak pun. Terlebih panggung pertunjukan Musik menghadirkan pelaku musik “aduhai” : HighScope Indonesia Choir, Musik Bambu DeKa – Endo Suanda, Dira Sugandi, Andien dan Choir Anak-Anak & Remaja, NAVA DAYA Swara dan DAYA Chamber Orchestra, Veronica Nunn, Jennifer Vincent, EKANTIKA, DAYA Swara Quartet, DAYA Children Choir, DAYA Faculty Ensemble, DAYA Students Ensemble, Ali Akbar, dan Prof. Dr. Tjut Nyak Deviana Daudsjah D.TH., A.MUS.D
Tentu di bawah Kepemimpinan dan arahan Dr. Tjut Nyak Deviana Daudsjah D.TH., A.MUS.D, yang menetapkan Gian Alexander van den Bos sebagai koordinator acara DMFOI kerjasama dengan tim, acara berjalan begitu indahnya.
Dikatakan oleh Gian van den Bos, bahwa untuk persiapan DAYA Future Ensamble (DAYA Student Ensamble) cukup panjang namun terasa indahnya. ”Persiapan DAYA Future Ensamble (DAYA Student Ensamble), sebelum rutin latihan di kampus, dilakukan di rumah saya. Itu guna membangun chemistry dan kebersamaan, karena yang penting juga dari sebuah Ensamble adalah waktu yang luang untuk kebersamaan di luar latihan itu sendiri.”Dari sana, katanya, kedekatan emosi bermusik pun terjalin. Jelang dua bulan menginjak puncak acara, latihan berlanjut diadakan di kampus, Choir anak-anak, Faculty Ansamble, DAYA Future Ensamble dan Strings Quartet.
Lanjutnya,”Latihan di kampus juga berpapasan dengan ujian akhir Mahasiswa, tapi hal itu menjadi sebuah kelebihan para Mahasiswa DAYA dalam mengatur jadwal yang sangat padat. Rasanya tidak hanya saya, juga tim, dari acara DMFOI banyak pelajaran yang bisa ambil, mulai dari stress management, time management, komunikasi dan berorganisasi dengan berbeda-beda karakter, performance, performing arts management, pedagogy, sosiology, dan menghargai sesama rekan tim. Tentu, sangat berkesan acara DMFOI ini, yang berjalan dengan sangat megah dan menggelegar. Rasa ingin meneteskan air mata haru”.
Tak kurang rasa haru bercampur bahagia dan bangga dirasakan para orangtua menyaksikan sang buah hati tampil di panggung. Di antaranya, Ibu Fince, orangtua dari Albi dan Aaron, menyampaikan bahwa buah hatinya yang belum berusia 10 tahun, nampak percaya diri. “Ini tidak lepas dari di DAYA mendapat bekal rasa percaya diri dan sebagai orangtua, tentu kami juga memotivasi anak, mendukung, dan diterapkan bagaimana memanage waktu agar ketika ada kegiatan sekolah tetap beriring dengan bermusik. Anak-anak senang berada di DAYA karena bertemu teman-teman, berkesempatan bermain sejenak, dan tentu ada pengalaman baru untuk anak-anak. Sebagai orangtua tentu sepenuhnya mendukung.”
Senada dengan apa yang dirasa oleh Ibu Widya Rasyid, 39 tahun, orangtua dari Rashad Atalla Soepeno, 8 tahun, murid Piano dan Drum. “Ini merupakan kesempatan luar biasa. Anak bisa belajar dan berlatih Choir. Untuk keharmonisan anak dalam menyanyi bersama di satu panggung. Tentu ini luar biasa. Sangat berterimakasih untuk DAYA.” Tentu juga menawan apa yang disampaikan dua remaja puteri siswi DAYA Indonesia Performing Arts Academy (DAYA), Sachi Shabriya Yuuki, 15 tahun, dan Catherine Angelaputri Ifah, 19 tahun, mengenai acara DAYA Music Festival Of Indonesia (DMFOI). Dikatakan, DMFOI merupakan acara luar biasa keren. Sangat mengena untuk Gen Milenial.
Mengenai sarana pendidikan DAYA, kedua puteri pemilik suara indah ini mengatakan,”“Berada di DAYA, mendalami pengetahuan bermusik, rasanya sesuai dengan apa yang diinginkan. Banyak pengetahuan yang didapat. Menyenangkannya lagi, kami tidak sebatas mendapat pengetahuan musik tapi lebih dari itu, bagaimana memanage waktu, menjalin kebersamaan dengan tim dan melekatkan hubungan pertemanan.”
Musik mempunyai kekuatan untuk menginspirasi, menciptakan kreativitas, dan terpenting dapat mempersatukan para musisi-musisi muda generasi muda. Dari sana, Levi’s®, sejak tahun 2015 telah bermitra dengan sejumlah Artis dan mitra lokal di seluruh Dunia untuk terus mengembangkan Levi‘s® Music Project, sebuah inisiatif menghadirkan resource pendidikan musik kepada generasi muda melalui program berbasis komunitas, yang dikumpulkan dalam […]
Belasan anak Indonesia berbakat berlaga di ajang kompetisi seni pertunjukan terbesar di Asia, Asia Performing Art Festival 2023 (APAF), yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 23-25 Juni 2023. Acara, ini hadir berkat kerja sama Arendi dengan Transinex untuk memberikan wadah bagi anak muda Indonesia yang ingin menyalurkan bakatnya di dunia seni pertunjukan. APAF memiliki misi […]
Pesona Kota Jakarta Kampanye resmi TikTok “#jakartague Challenge“, beriring kompetisi, yang diadakan dari 17 September hingga 16 Oktober, berakhir sudah, dan Pemenangnya pun telah terpilih. Ada pun video tema Jakarta terbaik yang dipilih AmPm adalah video kreasi warga TikTok Sanders Lie. Yang artinya, videonya akan digunakan sebagai Spotify Canvas lagu “Jakarta” selama satu bulan mulai […]