Terbilang banyak rumah di Indonesia yang tidak selalu memiliki ruang bermain khusus. Melainkan, ruang keluarga, kamar tidur, bahkan teras sering kali menjadi tempat anak bermain dan bereksplorasi serta keluarga berkumpul. Berangkat dari pengamatan itulah kiranya, dan tak terbantahkan bila IKEA Indonesia lantas menghadirkan berbagai pilihan produk dari koleksi GREJSIMOJS yang dirancang untuk menghadirkan lebih banyak momen bermain […]
Menggelitik cita rasa, begitulah yang Anda rasa ketika menikmati penganan dari bahan spesial yang dihadirkan CEDEA. Merupakan merek dagang dari PT CitraDimensi Arthali, yang di tahun ini, 2024, merayakan dua dekade dedikasi dan inovasi dalam industri makanan olahan ikan berbasis surimi yang juga dikenal dengan sebutan surimi seafood di Indonesia.
Bagaimana tidak, menginjak 20 tahun hadir telah menyentuh dan menggelitik cita rasa penikmat dan penyuka penganan olahan ikan berbasis surimi, maka sebagai bentuk apreasiasi dan syukuran atas pencapaian CEDEA, Eddy Surya, Presiden Direktur PT CitraDimensi Arthali di acara Perayaan 20 Tahun CEDEA bersisian peluncuran CEDEA Korean Collection, bertempat di Swissotel Jakarta PIK Avenue, Senin, 4 November 2024, mengungkap,”Dapat kami sampaikan, pada perayaan 20 tahun ini CEDEA berterima kasih kepada karyawan, agen penyalur, konsumen, dan mitra bisnis yang telah mendukung dan menjadi bagian penting perjalanan CEDEA. Komitmen untuk terus mengedepankan produk bergizi, aman, dan bermanfaat bagi konsumen membawa CEDEA sukses menjadi pionir produk surimi seafood di Indonesia dan mencetak pertumbuhan secara konsisten dari tahun ke tahun.”
Panjang sudah perjalanan dan pencapaian PT CitraDimensi Arthali, yang tak lepas konsisten dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumen, bahkan berkesinambungan untuk terus memperluas distribusi produk dan kapasitas produksinya.Dan dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumen, CEDEA terus memperluas distribusi produk dan kapasitas produksinya :
2004 : PT CitraDimensi Arthali mulai trading produk seafood olahan dari Malaysia.
2010 : PT CitraDimensi Arthali mulai produksi dalam negeri dengan mendirikan pabrik di Muara Baru Jakarta, dengan brand CEDEA SEAFOOD.
2013 : Perluasan pabrik Muara Baru untuk memenuhi kebutuhan produksi Crabstik dan Chikuwa.
2020 : Pabrik modern di Majalengka mulai beroperasi dengan luas area mencapai 5 hektare.
2024 : Pabrik ketiga di Semarang dioperasikan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Kelancaran keberhasilan CEDEA tak lepas dari kerjasama jumlah karyawan PT CitraDimensi Arthali, yang saat ini tercatat 1.500 karyawan untuk mengoperasikan tiga pabrik di Indonesia berstandar Internasional yang memenuhi syarat sertifikasi GMP (Good Manufacturing Practice), HACCP, ISO 22000, BPOM, dan Sertifikasi Halal.
Komitmen kualitas ini tidak hanya membawa produk olahan ikan CEDEA sukses tersebar di seluruh Provinsi Indonesia tetapi juga telah menembus pasar Internasional.
Tergolong, CEDEA adalah Perusahaan Indonesia yang pertama mengekspor product surimi seafood ke Korea Selatan dan Papua Nugini. Dan tentu bangga dengan label “Product of Indonesia” yang tercantum jelas di setiap kemasan produknya.
Pada perayaan 39 tahun CEDEA yang mengusung tema “Together in Unity”, dengan MC Pricilla Justian, turut hadir Managing Diector PT, Christ Iwan Arsianto dan I Wayan Murdana, selaku VPBussines Operation PT, mengungkapkan bahwa kedua produk dari CEDEA Korean Food Series ini adalah menjawab bentuk makanan kekinian ala Korea yang sangat mudah disajikan. Lebih dari itu, cocok dan sesuai selea Generasi Milenial Muda Indonesia.
Menikmati Produk Terbaru CEDEA
Produk olahan CEDEA berbasis surimi – daging ikan laut yang diolah menjadi protein ikan murni berbentuk pasta bersih. Surimi ini menjadi bahan dasar dari berbagai produk olahan inovatif yang memenuhi standar kualitas tinggi dan cita rasa yang disukai oleh konsumen Indonesia. Produk olahan berbasis surimi dikenal dengan sebutan surimi seafood.
Kian berpesona momen spesial ulang tahun ke-20 ini, CEDEA memperkenalkan produk terbarunya, CEDEA Korean Food Series, yang menghadirkan dua produk unggulan Korean Stick dan Eomuk Bar. Peluncuran produk dengan resep Korea asli ini adalah lanjutan dari produk CEDEA Korean Odeng Original dan Spicy yang sukses besar saat diluncurkan tahun 2023.
Korean Stick adalah inovasi CEDEA terinspirasi dari corndog khas Korea, hadir dalam dua varian menarik, Original dan Potato. Sedangkan Eomuk Bar produk fish cake ala Korea juga hadir dengan dua varian yakni Vegetable dan Cheese.
Kedua produk dari CEDEA Korean Food Series ini adalah jawaban atas peluang makanan kekinian ala Korea yang sangat mudah disajikan dan cocok dengan selera generasi muda Indonesia.
CEDEA akan melengkapi lebih banyak lagi produk Korean style di tahun 2025 untuk launching di Korea Selatan. CEDEA bangga menghadirkan brand lokal di kancah Internasional.
[]Andriza Hamzah Photo : dok. Bening Communication Stylish-One
Alodokter, platform kesehatan digital nomor satu di Indonesia dengan lebih dari 30 juta pengguna aktif setiap bulannya, serta lebih dari 97.000 Dokter yang bergabung, tiada henti melakukan terobosan indah untuk masyarakat di Tanah Air. Yaitu memperkuat kemitraan dengan Asuransi Kesehatan dalam meningkatkan layanan Telemedisin yang semakin efisien, efektif, dan terjamin kualitas medis Tentu, di era digital ini, kolaborasi antara telemedisin dan asuransi […]
Negeri tercinta Indonesia, sebagai kawasan maritim tropis, menjadi rumah bagi 569 jenis atau 67% dari 845 total spesies karang Dunia. Merujuk pada Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan areal terumbu karang di Indonesia, yang sempat menyentuh 2,5 juta hektare (2018), kini tinggal 1,7 juta hektare lebih, dengan kondisi 16,32 persen rusak. Beranjak dari sanalah jua, adalah AquaNest. Pengelola spot water ecotourism di […]
Di tengah gempuran tren makanan modern, makanan tradisional selalu punya tempat tersendiri di hati masyarakat. Beragam kafe dan restoran dengan menu tradisional pun tak pernah sepi. Salah satunya kafe di Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kafe Kawisari Cafe & Eatery, ini menghadirkan cerita dari perkebunan kopi tertua di Blitar sejak 1870. Menunya mirip ketika masyarakat merayakan […]