Tentu ada pesona tersendiri dari NIF GLOBAL, yang sebelumnya dikenal sebagai INIFD, merupakan global institusi desain yang telah berdiri selama 24 tahun dan memiliki lebih dari 100 kampus di berbagai Negara. Dan kini tercatat, memiliki headquarters di New York, Amerika Serikat, yang berubah nama menjadi NIF GLOBAL (New York Institute of Fashion), serta memperluas bidang […]
Jakarta, 6 Maret 2018 – Pada Limfoma Hodgkin, kombinasi kemoterapi awal dapat memberikan respon yang bertahan lama. Namun demikian, petugas kesehatan di Indonesia menyatakan sebanyak 20 persen dari pasien akan mengalami relaps (atau kambuhnya penyakit limfoma) atau refrakter (tidak memberikan respon) terhadap pengobatan awal.
Dr. dr. Dody Ranuhardy, SpPD-KHOM, MPH, Sekertaris Jenderal Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN)
“Prognosis pasien dengan kondisi relaps dan refrakter biasanya lebih buruk dan akan lebih sulit untuk disembuhkan,” begitu penjelasan yang disampaikan oleh Dr. dr. Dody Ranuhardi, SpPD-KHOM, MPH, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik (PERHOMPEDIN).
Tambahnya,“Namun, dengan perkembangan teknologi dan terapi baru, harapan kesembuhan bagi para pasien dengan kondisi relaps dan refrakter dapat meningkat. Terdapat beberapa opsi pengobatan Limfoma Hodgkin di Indonesia. Salah satu inovasi terkini adalah pengobatan Antibody Drug Conjugate (ADC), yang dikategorikan sebagai terapi bertarget (targeted therapy)”.
Terapi bertarget dapat membantu mengirimkan agen yang kuat ke sel kanker yang menjadi target terapi ini, sekaligus meminimalisir paparan kepada sel yang tidak ditargetkan. ADC terdiri dari sejumlah terapi kanker bertarget yang telah menunjukkan keberhasilan dalam berbagai jenis kanker, termasuk Limfoma Hodgkin dengan kondisi relaps dan refrakter.”
Terdapat beberapa pilihan yang tersedia untuk mengobati kanker Limfoma Hodgkin, yaitu kemoterapi, radioterapi, transplantasi sel, dan terapi bertarget (targeted therapy).
Inovasi terapi bertarget terbaru melalui Antibody Drug Conjugation (ADC) telah terbukti secara klinis meningkatkan kesempatan kesembuhan pasien Limfoma Hodgkin. Pengobatan ini secara spesifik menargetkan sel yang sakit untuk meningkatkan efektifivitas pengobatan dan secara bersamaan, memberikan efek samping yang bisa ditoleransi, serta kemudahan dan kenyamanan untuk pasien dalam cara pemberian terapi.
Mengenai pengobatan pada pasien kanker Limfoma Hodgin, ini Prof. Dr. dr. Arry H. Reksodiputro, SpPD-KHOM menyimpulkan, “Upaya peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk pengobatan dan diagnosa kanker, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan menjadi tanggung jawab bersama. Menemukan cara baru untuk mendeteksi dan mengobati kanker sedini mungkin merupakan tahap yang paling penting, yang mana tidak dapat terwujud tanpa partisipasi dan kerjasama seluruh komunitas medis. Peneliti, dokter dan petugas kesehatan lainnya harus bekerja bersama untuk membangun pengetahuan dan kemajuan agar dapat membawa manfaat bagi para pasien.”
Di tengah itu, Kwa Kheng Hoe, President Director, PT Takeda Indonesia menyampaikan,”Sepanjang PT Takeda Indonesia beroperasi di Indonesia sejak tahun 1971, memiliki aspirasi menyembuhkan kanker. Maka kami memfokuskan riset pada pengobatan onkologi, gastroenterology, vaksin, dan neurosains (central nervous system)”.
Salah hal untuk mendapatkan tubuh sehat,dan dijalani dengan cara yang sangat menyenangkan, tak bisa dikesampingkan adalah rutin mengonsumsi jus buah dan sayuran. Menghadirkan jus di hadapan, kita bisa mencampurkan berbagai macam buah dan sayuran untuk mendapatkan rasa yang enak dan beragam manfaat. Warna yang terdapat pada buah dan sayuran juga menandakan manfaat yang terkandung di […]
Tentu menjadi perhatian kita semua. Adalah, laporan Global Burden of Cancer Study (Globocan) 2020, disampaikan bahwa jumlah kasus baru kanker payudara dan kanker serviks di Indonesia mencapai lebih 102.000 kasus dengan lebih dari 43.000 kematian. Maka dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan dua kanker tertinggi pada wanita, yaitu kanker payudara dan kanker serviks, Yayasan […]
Jakarta, 20 Maret 2018 – Rutinitas tidur berpelukan dengan pasangan nyatanya berikan beberapa hal positif. Terkecuali rasa nyaman, serta menguatkan ikatan, dapat juga buat tidur lebih lelap. Beragam faedah itu menurut pandangan beberapa psikolog berbuntut pada rasa bahagia keseluruhannya. Bahkan juga sentuhan yang dikerjakan bisa berikan rasa aman serta kurangi stres. Bila masih tetap sangsi […]