Kiranya, tiada lepas dari melihat bahwa di tengah kehidupan yang semakin dinamis dan penuh tantangan, maka FRISIAN FLAG Indonesia melakukan langkah indahnya yang tentu berarti bagi masyarakat luas. Tepatnya, meluncurkan kampanye terbaru bertajuk “Temani Langkahmu, Kini dan Nanti”, merupakan kampanye yang menjadi wujud komitmen berkelanjutan FRISIAN FLAG untuk terus hadir mendampingi keluarga Indonesia melalui dukungan […]
Jika Indonesia ingin tetap mengembangkan
kekayaan sumber daya laut, maka konservasi alam laut merupakan suatu hal yang
harus dilakukan.
Tak hanya itu, tanpa konservasi, maka mustahil,
semua keindahan laut yang dimiliki Indonesia dapat dinikmati oleh generasi
selanjutnya.
Kepala Balai Uji Standar Karantina Ikan,
Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSKIPM) Dr. Ir. Woro NES menyatakan menjaga keamanan
hayati ikan adalah amanah yang harus dilaksanakan oleh BKIPM seperti tertuang
dalam UU 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan, Kegiatan
Peduli Lingkungan Restocking Karang Hias Laut, Penanaman Mangrove, Penanaman
Tumbuhan Lamun Serta Pelepas Liaran Tukik.
“Dengan melakukan konservasi diharapkan dapat
mengembalikan ekosistem perairan di
Kepulauan Seribu, maka akan semakin banyak
masyarakat yang peduli pada kelestarian alam Indonesia. Sehingga
generasi mendatang masih bisa menikmati keindahan alam, khususnya hutan laut
Indonesia yang paling lengkap keanekaragamannya di Dunia,” kata Woro
kepada awak media saat Kegiatan Peduli Lingkungan BUSKIPM, merupakan kerja sama dengan CV. Cahaya Baru
dan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu dalam rangka Bulan Mutu Karantina
Tahun 2021 di perairan Kepulauan Seribu Jakarta, Minggu pertama bulan Juni 2021
lalu.
Woro menyebutkan dalam rangkaian acara konservasi
ini dilakukan penanaman Coral
sebanyak 500 pieces, Mangrove sebanyak 500 batang dan Lamun sebanyak 200 Batang serta
Pelepasliaran Tukik sebanyak 500 ekor.
“Jumlah ini kita dapatkan dari CV Cahaya
Baru sebagai pihak yang bekerja sama langsung dengan pihak Taman Nasional
Kepulauan Seribu dalam hal restocking
dan pemilik lokasi transplantasi yang memberdayakan masyarakat setempat sebagai
mitra,” ucapnya.
Woro juga menjelaskan bahwa alasan lokasi restocking yang berdekatan dengan lokasi
transplantasi adalah agar pengawasan lebih mudah.
“Diharapkan nantinya bisa menjadi kebun
induk, di mana ekosistem yang ada
bisa menyatu. Untuk pengawasan dan pelestarian akan dilakukan oleh Taman Nasional.
Setiap dua tahun ada audit dari lembaga independen, management authority dan scientific
authority,” urainya.
Dengan tumbuh dan suburnya Coral, Manggrove dan Lamun akan membentuk ekosistem baru
sehingga ikan dan lainnya akan tumbuh dan berkembang biak dengan baik.
“Sehingga akan meningkatkan keindahan alam
bawah air, meningkatkan pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Juga
untuk meningkatkan keragaman konservasi tukik Penyu Hijau yang kita lepas
liarkan tujuannya agar Penyu Hijau tidak punah sehingga keseimbangan alam
terjaga,” tandanya.
Kepala Seksi Pelayanan Taman Nasional Pulau
Pramuka Kepulauan Seribu, Kusminardi yang
menjadi perwakilan dari Balai Taman Nasional menyatakan sangat menyambut baik
upaya yang dilakukan BUSKIPM.
“Bukan hanya melakukan penanaman dan
pelepasliaran, tapi BUSKIPM juga melakukan edukasi tentang Pelestarian
Ekosistem Laut,” kata Kusminardi usai acara.
Ia menyatakan, diharapkan edukasi ini bisa
memberi pengetahuan tentang pelestarian alam.
“Edukasi seperti ini sangat penting untuk
menanamkan mindset bahwa laut beserta biota di dalamnya harus dijaga
kelestariannya,” pungkasnya.
Wujudkan Ekosistem Pengadaan yang Bersih dan Akuntabel Menuju Sinergi untuk Negeri Sosialisasi e-katalog di gelar oleh Astragraphia Xprins Indonesia (AXI), bekerjasama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO RI), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) demi menyelaraskan tujuan mencapai Sinergi untuk Negeri Melalui sosialisasi ini diharapkan para stakeholder menyelaraskan […]
Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, kanker, serta penyakit kardiovaskuler yaitu jantung dan stroke, merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia yang mencapai 73% dari semua kematian sepanjang 1999-2019. Risiko PTM yang hampir semuanya dikategorikan penyakit kritis pun kian meningkat semasa pandemi karena masyarakat rentan terperangkap dalam sedentary lifestyle akibat banyak menghabiskan waktu di rumah, ditambah […]
Tak terbatas waktu. Bahkan pada setiap bulannya, — tercatat — keluarga Indonesia mengunjungi restoran McDonald’s yang tersebar di pelosok Tanah Air, jumlahnya cukup signifikan. Kehadiran keluarga — terutama – di McDonald’s, kiranya tidak sebatas untuk menyantap dan menikmati sajian makanan sesuai selera. Tetapi sekaligus untuk bersantai, atau mempererat hubungan keluarga, serta berbagi momen kebersamaan yang […]