Hadir dengan chipset Exynos 1680 dan sistem pendingin Vapor Chamber yang ditingkatkan untuk menghadirkan performa stabil saat gaming, scrolling social media, hingga multitasking banyak aplikasi, Samsung Galaxy A57 5G bisa menjadi pilihan dan dalam genggaman. Sudah berapa kali smartphone lag di momen krusial saat gaming, atau scrolling sosial media mendadak patah-patah padahal baru dipakai sebentar […]
Tentu karena memiliki pesona berbeda di bidang seni, Performing Arts mulai dilirik dan mendapatkan perhatian dari masyarakat luas. Letak perbedaannya, performing arts menggunakan tubuh sebagai medium dalam mengekspresikan karyanya.
Di Indonesia, performing arts pertama kali diperkenalkan oleh Gerakan Sen Rupa pada tahun 1970-an, yang pada saat itu belum diketahui sebagai istilah seni performing arts. Dan dalam perjalanannya, setelah ramai diadakan festival-festival seperti Internasional Performing Arts Festival (JIPAF), Bandung Performing Arts Festival dan gelaran performance skala Internasional lainnya, istilah performing arts mulai dikenal di Tanah Air, dan lekat di benak penikmat seni ini.
Dari sana, muncullah tokoh-tokoh Performing Arts Indonesia, tercatat FX Harsono, Arahmaiani, Melati Suryodarmo dan masih banyak lagi lainnya.
Dengan banyaknya bermunculan tokoh-tokoh performing arts di Tanah Ai, hal ini membuka peluang untuk terbentuknya club serta komunitas yang menaungi para pelaku performing arts. Namun, dan tidak dapat dimungkiri, terbatasnya informasi mengenai performing arts di Tanah Air menjadikan club serta komunitas yang ada, bila pun dapat eksis tetapi di beberapa kota besar saja di Indonesia.
Berangkat akan keresahan, ini pada akhir tahun 2021, tepatnya bulan Desember, seorang anak muda “keren” Michelle Nadya, berinisiasi untuk mendirikan sebuah komunitas nonprofit di bidang Performing Arts berbasis online dengan coverage area seluruh Indonesia, dengan nama Indonesian Performing Arts Community (IPAC).
Langkah wanita belia berusia 16 tahun, ini karena ia memiliki minat serta concern akan perkembangan performing arts di Indonesia, juga tak lepas, Nadya, demikian sapan akrab anak muda berparas menawan, ini memiliki bekal. Ia menekuni Dunia performing arts sejak usia 7 tahun.
Bahkan dalam perjalannya, tahun 2015, Nadya terlibat dalam paduan suara yang mendukung artis Indonesia, Nia Daniaty, dalam konsernya. Tahun berikutnya, 2016, Nadya bergabung dengan WCOPA pada tahun 2016, mewakili Indonesia. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan menyanyi dan aktingnya, ia mengikuti audisi Alice The Musical di Nationalhigh dan ditunjuk untuk berperan sebagai Gryphon pada tahun 2017. Ia kemudian tampil di Universitas Yale dalam kompetisi debat, WSC. Tahun 2019 lalu, Nadya melanjutkan passionnya dengan bergabung dalam Performing Art Industry yang sukses menggelar musikal broadway berjudul “Into The Woods Jr” berperan sebagai Ibu Jack.
“Area Negara Indonesia ini sangat luas. Potensi munculnya bibit-bibit performancer dapat hadir dari mana saja, tidak terbatas pada kota-kota besar. Harapan saya, kehadiran IPAC menjadi solusi bagi teman-teman pelaku seni pertunjukkan untuk dapat bereksplorasi dan berekspresi serta mewujudkan cita-cita dalam seni pertunjukan bersama teman-teman lainnya dari berbagai daerah di Indonesia tanpa terbatas jarak dan area tertentu” ungkap Michelle Nadya selaku Founder IPAC, di acara peluncuran IPAC, Sabtu, 26 Maret 2022.
Nadya menambahkan, “Untuk mewujudkan cita-cita IPAC, tentu saya selaku founder tidak dapat mewujudkannya sendiri, saya bersama teman-teman penggiat performing arts lainnya yang tergabung sebagai Team IPAC Committee 2022, merumuskan program serta melakukan publikasi agar IPAC dapat didengar oleh teman-teman pelaku seni pertunjukan di seluruh area Indonesia”.
Di acara yang dipandu oleh Geta Michelle dan Alberth, Shakila Luki Raina sebagai Leader IPAC Committee 2022, menyampaikan,”Untuk teman-teman pelaku dan calon pelaku seni pertunjukan di seluruh Indonesia sudah mulai bisa bergabung bersama kami. Untuk menjadi member IPAC serta committee IPAC pada periode selanjutnyaadalah dengan cara login di website komunitas IPAC secara gratis, dengan alamat websitehttps://ipac.id/.”
Shakila Luki Raina
Shakila melengkapi keterangannya,”IPAC juga menyediakan platform yang dapat digunakan member untuk menyalurkan ekspresi serta talenta melalui social media, forum dan juga podcast. Di dalam website komunitas selain platform forum yang nantinya akan aktif, kami gunakan dalam berinteraksi sesama member. Tentu juga akan dibuka kelas serta workshop online dan offline berbagai bidang ketrampilan seperti Dance, Singing, Acting, Music dan skill lainnya dibidang seni pertunjukan, sebagai wadah member untuk meningkatkan skill di bidang performing arts.”
Acara peluncuran IPAC kian menawan, dengan kehadiran Bernice, tim Pengajar dan Maria Darasati, , yang merupakan sponsorship, berusia 17 tahun
“Seni itu profesi dan gaya hidup. Saya gembira bisa terlibat mendidik dan membantu generasi berikut untuk berkiprah di Dunia performing art,” kata Bernice.
Tak kalah menawan apa yang dikatakan Maria Darasati,”Banyak hal yang saya dapat dari sini, Ke depan semoga IPAC menjadi wadah performing arts yang lebih dari ini.”
Lantas, kini tinggal lagi dinanti langkah kamu, terutama kaum muda Indonesia yang memilik passion di bidang seni, ini untuk bersegera menunjukkan ketrampilan sekaligus menunjukkan keindahan karya, tentu dapat bergandeng IPAC.
Festival musik tahunan, ‘We The Fest 2019’ (WTF), yang akan digelar pada 19 – 21 Juli 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, jauh hari sudah terasa gempitannya. Terlebih, mal online terkemuka Blibli.com yang berdiri pada tahun 2011, turut berpartisipasi, dan untuk yang pertama kalinya. Dengan kekuatan platform digitalnya, Blibli.com menjadi mitra resmi ‘We The Fest […]
Salah satu upaya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal danTransmigrasi (KDPDTT) Republik Indonesia, dalam mendorong pembangunan ekonomi kawasan pedesaan, di antaranya adalah melalui pembentukan, penguatan dan pengembangan BUMDesa Bersama. Merupakan Badan Usaha yang dibentuk dalam skema kerjasama antar desa, sebagai salah satu upaya mewadahi pelaku, aset dan kegiatan di bidang ekonimi atau pelayanan umum yang dikelola […]
Layak dicermati dari acara bertajuk “ASEAN Cybersecurity Skilling Programme”, yang digelar BINUS International bekerja sama dengan ASEAN Youth Organization. Acara menawan yang berlangsung di kampus JWC @ Senayan BINUS International, Jalan Hang Lekir, Jakarta, merupakan acara pelatihan keamanan siber (cybersecurity), bertujuan untuk menangkal banyaknya hoax atau kabar bohong yang beredar di internet. Kian menawan dengan keberadaan […]