Menjadi catatan nyata, dan Tak terelakan, perkembangan gaya hidup digital mengubah cara keluarga Indonesia dalam menikmati waktu santai di rumah. Dan adalah televisi kini bukan lagi sekadar layar penerima siaran berita atau sinetron, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat hiburan terpadu untuk menonton film streaming kualitas 4K, mendengarkan musik, hingga bermain game konsol generasi baru. Pergeseran […]
Berpijak pada menangkap kebutuhan industri atas kesiapan tenaga kerja muda usia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan teknologi, Samsung melalui program Samsung Innovation Campus (SIC).
Bertujuan melatih talenta muda Indonesia dengan keterampilan IoT dan design thinking untuk membangun solusi-solusi Internet of Things (IoT) yang dapat memecahkan masalah di sekitar kita.
IoT merupakan teknologi yang memungkinkan konektivitas jaringan dan kemampuan komputasi meluas ke objek, sensor, dan barang sehari-hari. Konektivitas, ini memungkinkan perangkat menghasilkan, bertukar, dan mengonsumsi data. Demkian disampaikan oleh Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia.
Pemanfaatan Artificial Intelligence dan IoT di Indonesia terbilang sudah menjangkau berbagai lini usaha, seperti manufaktur, energi, perikanan, bahkan finansial dan e–commerce. Tidak sampai di sana, bentuk lain pemanfaatan IoT adalah dalam perangkat penunjang pekerjaan dan rumah tangga. Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) mencatat, IOT di Indonesia tumbuh lebih dari 10 persen setiap tahun.
Artinya, potensi pendapatan jasa pelayanan berbasis IoT atau e–services, menurut sejumlah lembaga, mencapai US$ 2,46 miliar pada 2022. Volume pasar, ini diprediksi meningkat menjadi US$ 3,87 miliar pada 2026. Namun ada banyak tantangan dari sisi tenaga kerja, infrastruktur, hingga riset.
“Maka dengan kompetensi tersebut, kami berharap para peserta SIC akan memiliki daya saing yang tinggi dengan keterampilan abad 21 di tengah arus deras digitalisasi dan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” lanjut kata Ennita Pramono.
IC Batch 4 2023/2024 telah memasuki stage 2, yaitu Innovation Hackaton. Dari total 4.390 siswa SMK dan MA yang mendaftar di SIC Batch 4, sebanyak 1.106 siswa lolos ke Stage 2: Innovation Hackaton dan mengikuti pelatihan selama 5 minggu.
Innovation Hackathon adalah pelatihan untuk melatih empati dan keterampilan pemecahan masalah yang saat, ini penting dikuasai dalam bagian keterampilan abad 21. Misi utamanya menyelesaikan masalah yang ditemukan sehari-hari dengan teknologi IoT. Ide solusi akan dikembangkan menjadi prototipe produk IoT. Materi yang akan disampaikan dalam tahap Hackathon Innovation adalah Problem Definition–Explore, Ideation–Experiment, Prototyping–Imagines, dan Pitching Storytelling.
“Pada stage, ini para peserta akan mendapat pelatihan dari para mentor profesional untuk menemukan masalah sehari-hari di sekitar mereka, mengidentifikasi solusinya, dan mendesain sebuah solusi digital yang bisa mereka kembangkan menjadi sebuah produk nyata. Harapannya, pelatihan ini akan membentuk landasan yang kuat bagi para peserta saat mereka menghadapi pembelajaran lebih lanjut di lapangan maupun dalam mengembangkan keterampilan yang akan membantu mereka mencapai karier di masa depan,” kata William Hendradjaja, Co–Founder Skilvul.
Dalam pengembangannya peserta bersinggungan dengan Coding and Programming dengan bahasa pemrograman Python dan penggunaan perangkat mikrokontroler, Rasberry Pi 4 serta beberapa alat sensor tambahan. Di akhir rangkaian pelatihan, ini peserta diharapkan dapat mewujudkan prototipe produk IoT, meningkatkan keterampilan mereka sebagai pembuat (creator) bukan hanya pengguna (consumer).
Melalui brand Pepsodent, Unilever Indonesia bersama PDGI, AFDOKGI dan ARSGMPI mencetak keberhasilan dengan memecahkan Rekor Dunia Museum Rekor Dunia Indonesia untuk “Sikat Gigi Secara Daring di Lokasi dan Peserta Terbanyak”. Tercatat sebanyak 701.009 masyarakat mengikuti kegiatan sikat gigi pada pagi dan malam, secara langsung di lokasi (Plaza Utara GBK Senayan) dan melalui daring. Penampilan dari […]
Ketika Samsung BESPOKE menjadi pilihan dan hadir di dalam rumah Anda, tampilan perangkat dan rumah pun bersuasana elegan. Maka perlu cermati, karena perangkat rumah ini melekat dukungan SmartThings Berbasis AI. Adalah Samsung BESPOKE AI membawa standar baru peralatan rumahtangga yang tidak hanya tampil elegan sebagai interior rumah, juga dilengkapi teknologi AI yang memberikan kemudahan, efisiensi […]
Publikasi bisnis asal Amerika Serikat, Fast Company, yang di setiap tahunnya merilis daftar 50 Perusahaan paling inovatif di Dunia, untuk tahun 2021, ini adalah Ruangguru, Perusahaan teknologi Pendidikan kebanggaan Indonesia, menjadi satu-satunya Perusahaan asal Indonesia dan Asia Tenggara yang dinobatkan ke dalam daftar tersebut. Dengan menduduki peringkat #25 di seluruh kategori, dan peringkat #2 di […]