Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga […]
Jakarta, 20 Maret 2018 – Rutinitas tidur berpelukan dengan pasangan nyatanya berikan beberapa hal positif. Terkecuali rasa nyaman, serta menguatkan ikatan, dapat juga buat tidur lebih lelap. Beragam faedah itu menurut pandangan beberapa psikolog berbuntut pada rasa bahagia keseluruhannya. Bahkan juga sentuhan yang dikerjakan bisa berikan rasa aman serta kurangi stres.
Bila masih tetap sangsi untuk berpelukan waktu tidur dengan pasangan, mungkin saja lima argumen berikut bisa jadi pertimbangan untuk mengerjakannya:
1. Tingkatkan Sistem Imun
Tidak sebatas berpelukan, sama-sama memijat pasangan berguna juga untuk memingkatkan sistem kebal badan atau sistem imun. Satu diantara tehnik pijat yang populer yaitu Swedish massage dapat dibuktikan memberi faedah bermacam. Ditulis dari Health Line, studi pada 2010 mengatakan ada penambahan jumlah sel darah putih yang berperan melawan penyakit, turunkan kandungan hormon kortisol serta turunkan kandungan cytokines yang dapat mengakibatkan peradangan.
Pijat ini memanglah membutuhkan latihan spesial. Tetapi, orang bisa memijat pasangan lewat cara serupa dengan Swedish massage yaitu dengan memijat, meremas dan menepuk pundak serta punggung.
2. Tidur Lebih Nyenyak
Rasa nyaman serta tenang saat berpelukan berimbas pada tidur pulas. Ditulis dari Sleep, wanita tidur lebih tenang waktu dengan pasangan demikian halnya dengan pria. Tidur tenang disini dapat bermakna tidur dengan tidak banyak bergerak atau tiduk tanpa ada mengorok.
3. Berikan Rasa Nyaman Serta Bahagia
Lupakan sesaat masalah pembagian lokasi kasur waktu tidur. Waktunya berpelukan karna ini juga akan melepas hormon oksitoksin. Hormon ini memanglah si biang pembuat rasa bahagia serta nyaman. “(Berpelukan) tingkatkan kebahagiaan keseluruhannya,” ungkap psikolog, terapis serta penulis, Elizabeth Lombardo diambil dari Shape.
4. Melakukan Perbaikan Komunikasi Dengan Pasangan
Sentuhan memanglah satu diantara langkah untuk mengkomunikasikan emosi seperti cinta, rasa menghormati serta simpati pada pasangan. Kebahagiaan serta rasa sedih juga dapat disibakkan dengan sentuhan, termasuk juga dengan berpelukan. Menurut David Klow, terapis pernikahan serta keluarga asal Chicago, beberapa orang menginginkan dipahami serta komunikasi memanglah langkah untuk mengemukakan empati serta pengertian.
Komunikasi nonverbal adalah langkah hebat untuk berkata pada pasangan kalau orang tahu dengan apa yang dirasa pasangannya. Klow merekomendasikan pasangan untuk berpelukan jadi bentuk komunikasi.
5. Kurangi stres
Chaterine A. Connors, stress management coach serta terapis mengingatkan kalau kontak fisik dapat turunkan kandungan stres. Kontak fisik diantaranya berpelukan serta berciuman tingkatkan kandungan hormon oksitoksin. “Reaksi kimia ini dapat mambantu kurangi desakan darah sekalian kurangi resiko penyakit jantung, tapi ini dapat juga kurangi stres serta kuatir,” tuturnya diambil dari Shape. (sumber: CNN Indonesia)
Jakarta, 18 Agustus 2018 – Sebagai wujud apresiasi Confidence kepada konsumen setianya, kini Confidence hadir kembali dengan program “Kejutan untuk Kesayangan”. Program Confidence bekerjasama dengan Indomaret di seluruh Indonesia, ini menurut Nirma Sofiawati selaku Head of Marketing Adult Care PT Softex Indonesia, bertujuan untuk mengingatkan betapa besarnya kasih sayang yang telah diberikan orangtua kepada kita, […]
Trombosit, atau keping darah, mungkin terdengar sepele. karena sesungguhnya ukurannya yang kecil dan bentuknya yang tak berinti. Namun kiranya, ketika trombosit terlalu banyak, tidak terkesampingkan, yang terjadi adanya ancaman dalam darah kita. Agar mengenai trombosit lekat dan dipahami masyarakat luas, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) didukung oleh Combiphar, menyelenggarakan webinar awam bertajuk “Apa itu Trombosit? Bagaimana jika jumlahnya Berlebihan?”. […]
Di penghujung taun 2018 diperkirakan di Indonesia terdapat sejumlah 5.800 bayi lahir dengan Bibir dan Lelangit Sumbing, — demikian menurut World Health Organization — perlu menjadi perhatian segala lapisan masyarakat untuk secara bersama turut mencegah dan mengatasi. Tak terelakkan, keberadaan anak lahir dengan bibir dan lelangit sumbing, merupakan beban masalah kesehatan, dan juga gangguan kelanjutan […]