Selama puluhan tahun, perawatan kesehatan bersifat reaktif, yaitu menangani masalah setelah masalah tersebut muncul. Di satu sisi yang tentu betapa pentingnya, diperlukan pendamping yang memperhatikan keluarga. Berangkat dari sanalah kiranya, Samsung berupaya mengubah hal tersebut dengan mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem produknya untuk mendukung keselamatan, kesehatan, dan keamanan. Tujuannya adalah untuk mengubah bentuk perawatan dari […]
Jakarta, 20 Maret 2018 – Rutinitas tidur berpelukan dengan pasangan nyatanya berikan beberapa hal positif. Terkecuali rasa nyaman, serta menguatkan ikatan, dapat juga buat tidur lebih lelap. Beragam faedah itu menurut pandangan beberapa psikolog berbuntut pada rasa bahagia keseluruhannya. Bahkan juga sentuhan yang dikerjakan bisa berikan rasa aman serta kurangi stres.
Bila masih tetap sangsi untuk berpelukan waktu tidur dengan pasangan, mungkin saja lima argumen berikut bisa jadi pertimbangan untuk mengerjakannya:
1. Tingkatkan Sistem Imun
Tidak sebatas berpelukan, sama-sama memijat pasangan berguna juga untuk memingkatkan sistem kebal badan atau sistem imun. Satu diantara tehnik pijat yang populer yaitu Swedish massage dapat dibuktikan memberi faedah bermacam. Ditulis dari Health Line, studi pada 2010 mengatakan ada penambahan jumlah sel darah putih yang berperan melawan penyakit, turunkan kandungan hormon kortisol serta turunkan kandungan cytokines yang dapat mengakibatkan peradangan.
Pijat ini memanglah membutuhkan latihan spesial. Tetapi, orang bisa memijat pasangan lewat cara serupa dengan Swedish massage yaitu dengan memijat, meremas dan menepuk pundak serta punggung.
2. Tidur Lebih Nyenyak
Rasa nyaman serta tenang saat berpelukan berimbas pada tidur pulas. Ditulis dari Sleep, wanita tidur lebih tenang waktu dengan pasangan demikian halnya dengan pria. Tidur tenang disini dapat bermakna tidur dengan tidak banyak bergerak atau tiduk tanpa ada mengorok.
3. Berikan Rasa Nyaman Serta Bahagia
Lupakan sesaat masalah pembagian lokasi kasur waktu tidur. Waktunya berpelukan karna ini juga akan melepas hormon oksitoksin. Hormon ini memanglah si biang pembuat rasa bahagia serta nyaman. “(Berpelukan) tingkatkan kebahagiaan keseluruhannya,” ungkap psikolog, terapis serta penulis, Elizabeth Lombardo diambil dari Shape.
4. Melakukan Perbaikan Komunikasi Dengan Pasangan
Sentuhan memanglah satu diantara langkah untuk mengkomunikasikan emosi seperti cinta, rasa menghormati serta simpati pada pasangan. Kebahagiaan serta rasa sedih juga dapat disibakkan dengan sentuhan, termasuk juga dengan berpelukan. Menurut David Klow, terapis pernikahan serta keluarga asal Chicago, beberapa orang menginginkan dipahami serta komunikasi memanglah langkah untuk mengemukakan empati serta pengertian.
Komunikasi nonverbal adalah langkah hebat untuk berkata pada pasangan kalau orang tahu dengan apa yang dirasa pasangannya. Klow merekomendasikan pasangan untuk berpelukan jadi bentuk komunikasi.
5. Kurangi stres
Chaterine A. Connors, stress management coach serta terapis mengingatkan kalau kontak fisik dapat turunkan kandungan stres. Kontak fisik diantaranya berpelukan serta berciuman tingkatkan kandungan hormon oksitoksin. “Reaksi kimia ini dapat mambantu kurangi desakan darah sekalian kurangi resiko penyakit jantung, tapi ini dapat juga kurangi stres serta kuatir,” tuturnya diambil dari Shape. (sumber: CNN Indonesia)
Menyambut Hari Anak Nasional 2024, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyelenggarakan seminar edukatif bertajuk tentang pentingnya “Peran Dukungan Suportif pada Anak dengan Kanker” Orangtua, ketika sang buah hati menderita kanker tentu menghadapi serangkaian keadaan yang dapat menyebabkan perubahan besar dalam hidup mereka yang dalam perjalanannya dapat menimbulkan stres. Bagaimana pun, ketika seorang anak menderita kanker, setiap orangtua dan anggota […]
Permasalahan stunting menjadi kritis dalam konteks generasi maju, terutama dalam wawasan menuju Generasi Emas 2045, karena dampaknya merugikan pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak yang seharusnya membentuk pondasi kualitas sumber daya manusia. Stunting tidak hanya menghambat potensi individu, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan Negara. Beriring perayaan Hari Kesehatan Nasional […]
Tentu menjadi catatan dan perhatian khusus, estimasi kejadian kanker di Indonesia pada tahun 2020, menurut data GLOBOCAN 2020, mencapai 396.914 kasus baru dan sebanyak 234.511 kematian akibat kanker. Sementara itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam Lancet Public Health dari American Cancer Society selama 20 tahun terakhir menunjukkan terjadi peningkatan tajam pada kejadian kanker pada mereka […]