Ada beberapa daerah di Tanah Air, disampaikan oleh platform perjalanan digital, Agoda, daerah Puncak dan Surakarta menunjukkan peningkatan minat wisatawan jelang libur panjang Hari Buruh 2026. Agoda lebih jauh mencatat bahwa peningkatan minat wisata ke sejumlah destinasi di Indonesia, seiring wisatawan Indonesia mulai merencanakan libur panjang akhir pekan Hari Buruh 2026. Dan berdasarkan data pencarian […]
Jakarta, 20 Maret 2018 – Rutinitas tidur berpelukan dengan pasangan nyatanya berikan beberapa hal positif. Terkecuali rasa nyaman, serta menguatkan ikatan, dapat juga buat tidur lebih lelap. Beragam faedah itu menurut pandangan beberapa psikolog berbuntut pada rasa bahagia keseluruhannya. Bahkan juga sentuhan yang dikerjakan bisa berikan rasa aman serta kurangi stres.
Bila masih tetap sangsi untuk berpelukan waktu tidur dengan pasangan, mungkin saja lima argumen berikut bisa jadi pertimbangan untuk mengerjakannya:
1. Tingkatkan Sistem Imun
Tidak sebatas berpelukan, sama-sama memijat pasangan berguna juga untuk memingkatkan sistem kebal badan atau sistem imun. Satu diantara tehnik pijat yang populer yaitu Swedish massage dapat dibuktikan memberi faedah bermacam. Ditulis dari Health Line, studi pada 2010 mengatakan ada penambahan jumlah sel darah putih yang berperan melawan penyakit, turunkan kandungan hormon kortisol serta turunkan kandungan cytokines yang dapat mengakibatkan peradangan.
Pijat ini memanglah membutuhkan latihan spesial. Tetapi, orang bisa memijat pasangan lewat cara serupa dengan Swedish massage yaitu dengan memijat, meremas dan menepuk pundak serta punggung.
2. Tidur Lebih Nyenyak
Rasa nyaman serta tenang saat berpelukan berimbas pada tidur pulas. Ditulis dari Sleep, wanita tidur lebih tenang waktu dengan pasangan demikian halnya dengan pria. Tidur tenang disini dapat bermakna tidur dengan tidak banyak bergerak atau tiduk tanpa ada mengorok.
3. Berikan Rasa Nyaman Serta Bahagia
Lupakan sesaat masalah pembagian lokasi kasur waktu tidur. Waktunya berpelukan karna ini juga akan melepas hormon oksitoksin. Hormon ini memanglah si biang pembuat rasa bahagia serta nyaman. “(Berpelukan) tingkatkan kebahagiaan keseluruhannya,” ungkap psikolog, terapis serta penulis, Elizabeth Lombardo diambil dari Shape.
4. Melakukan Perbaikan Komunikasi Dengan Pasangan
Sentuhan memanglah satu diantara langkah untuk mengkomunikasikan emosi seperti cinta, rasa menghormati serta simpati pada pasangan. Kebahagiaan serta rasa sedih juga dapat disibakkan dengan sentuhan, termasuk juga dengan berpelukan. Menurut David Klow, terapis pernikahan serta keluarga asal Chicago, beberapa orang menginginkan dipahami serta komunikasi memanglah langkah untuk mengemukakan empati serta pengertian.
Komunikasi nonverbal adalah langkah hebat untuk berkata pada pasangan kalau orang tahu dengan apa yang dirasa pasangannya. Klow merekomendasikan pasangan untuk berpelukan jadi bentuk komunikasi.
5. Kurangi stres
Chaterine A. Connors, stress management coach serta terapis mengingatkan kalau kontak fisik dapat turunkan kandungan stres. Kontak fisik diantaranya berpelukan serta berciuman tingkatkan kandungan hormon oksitoksin. “Reaksi kimia ini dapat mambantu kurangi desakan darah sekalian kurangi resiko penyakit jantung, tapi ini dapat juga kurangi stres serta kuatir,” tuturnya diambil dari Shape. (sumber: CNN Indonesia)
Kian menjadi perhatian untuk diwaspadai tentu, TNBC menjadi penyebab sekitar 10–20 persen kasus kanker payudara secara total dan menyerang wanita di bawah usia 40 tahun. Dan, di Indonesiakejadian TNBC menjadi terbesar. Bila kewaspadaan terhadap penyakit kanker payudara secara umum menjadi sangat penting, mengingat hasil riset The International Agency for Research on Cancer yang mengeluarkan Global […]
Gangguan penyakit di tengah musim hujan, sebaiknya jangan diabaikan. Terkait dari sanalah juga kiranya PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) — yang berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara –melalui Kalbe Consumer Health mengadakan edukasi kesehatan Menjadi catatan, pada bulan Oktober – November, sebagian wilayah Indonesia masih mengalami […]
Kiranya, kesehatan jiwa merupakan problematika di Indonesia, dari melihat tingkat depresi dan kecemasan yang tergolong tinggi. Beriring dengan stigma dan literasi kesehatan mental yang rendah, membuat guru, orang tua, tokoh agama, menghadapi dan memiliki kendala dalam menanganinya. Dengan pertimbangan kondisi tersebut, adalah Dr. Sandersan (Sandy) Onie, ahli dan peneliti kesehatan, serta pencegahan bunuh diri, — […]