Tentu ada pesona tersendiri dari NIF GLOBAL, yang sebelumnya dikenal sebagai INIFD, merupakan global institusi desain yang telah berdiri selama 24 tahun dan memiliki lebih dari 100 kampus di berbagai Negara. Dan kini tercatat, memiliki headquarters di New York, Amerika Serikat, yang berubah nama menjadi NIF GLOBAL (New York Institute of Fashion), serta memperluas bidang […]
Perhelatan Asian Para Games 2018, berlangsung di Jakarta sejak tanggal 6 hingga 13 Oktober 2018, yang merupakan pesta olahraga difabel terbesar di Asia, memiliki banyak kisah mengharukan namun juga memberi banyak kebahagiaan bagi para atlet disabilitas yang berlaga..
(ki-ka) Nor Aimah – Laura Dinda
Para atlet dengan keterbatasan fisik, milik Indonesia, berjuang maksimal untuk mewujudkankan mimpi, dan beroleh pencapaian prestasi yang begitu memukau. Dipersembahkan, demi mengharumkan nama Indonesia.
Keberhasilan dari berjuang yang begitu keras, pun diikuti taburan hadiah, yang datangnya dari McDonald’s Indonesia dan Air Mineral Prim-a, yang merupakan official partner dari ajang kompetisi olahraga tersebut.
Penghargaan khusus diberikan kepada Atlet Para Renang Indonesia pencetak prestasi, adalah : Syuci Indriani, Jendi Panggabean, Guntur, Aris, Steven Sualang Tangkilisan, Suriansyah dan Zaki Zulkarnain.
Di tengah itu, McDonald’s secara khusus, juga memberikan apresiasi kepada Nor Aimah dan Laura Dinda, Atlet Para Renang yang merupakan Brand A.bassador McDonald’s untuk ajang Asian Para Games 2018, yang telah berusaha untuk memberikan yang terbaik di seluruh nomor pertandingan namun belum berhasil menyumbang Medali untuk Indonesia.
Berikut petikan obrolah dengan atlet Asian Para Games 2018 yang hadir di acara “Apresiasi Atlet Para Asian Games 2018 Oleh McDonald’s Indonesia” :
Jendi
(ki-ka) Fendi – Guntur
“Saya terlahir di Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan kondisi normal. Pada saat saya menginjak usia 12 tahun, saya bergoncengan di motor dan mengalami kecelakaan. Namun saya tidak ingin hanyut dalam keterbatasan fisik. Saya bergerak, dan melanjutkan pendidikan di Palembang. Saya pun diajak masuk klub renang. Bila saya mau karena memang menyukai olahraga ini.
Perjalanannya kemudian, pada tahun 2012, saya bisa iku Kejurnas dan tahun 2013 ikut pelatnas di Solo dan hingga sekarang. Saya bergiat dan sangat semangat untuk terus melakukan yang terbaik dengan mencetak prestasi di bidang olahraga renang untuk Indonesia.”
Laura Dinda
“saya terlahir normal. Renang, adalah olahraga pilihan saya sejak usia 7 tahun, yang saya jalani dengan rasa gembira. Namun, ruang gerak saya terasa roboh ketika saya mengalami patah tulang belakang akibat jatuh di kamar mandi, saat usia 15 tahun.
Saya alami stress bahkan depresi, dan tidak lepas dari deraian air mata. Namun dukungan orang tua dan teman-teman yang tak henti, membangkitkan saya dari keterpurukan. Karena juga saya lelah menangis sepanjang waktu. Saya pun bangkit, bersemangat, juga karena diperkenalkan pada bapak Dimin, pelatih renang difabel. Hasil dari kegigihan saya rutin latihan renang, berbuah hasil yang indah. Tahun 2016 saya sudah mengukir pretasi dengan meraih 1 Emas dan 1 Perak dari lomba renang atlet difabel. Diikuti tahun 2017, ikut lomba renang di Malysia dan berhasil meraih 2 Emas.”
Bapak Dimin, pelatih renang difabel – Nor Aimah – Laura Dinda – Fendi – Guntur
Nor Aimah
“Saya berasal dari Kalimantan Selatan. Terlahir cacat, dan tuumbuh sebagai anak pemalu. Saya pun putus sekolah, dan beralih mengambil les menjahit. Suatu ketika saya melihat tayang di televisi, ada atlet cacat dan mencetak prestasi. Saat itu usia 13 tahun. Dari situ saya termotivasi dan tergerak untuk melakukan hal seperti yang dilakukan atlet dengan kekurangan fisik. Kini, saya berusia 15 tahun, bersyukur semakin lancar menjalani kegiatan olahraga renang untuk meraih prestasi”.
18 Oktober 2018 @Taman Ismail Marzuki – Jakarta Teater ‘Sumur Tanpa Dasar’ yang digelar dalam dua kali pertunjukan yaitu pukul 16.30 WIB dan pukul 20.00 WIB karya Arifin C Noer ini menjadi wadah pembuktian kemampuan berakting dari peserta kelas yang telah berlatih serius sejak awal kelas dibuka, sekaligus mempersiapkan insan teater yang berkualitas. Peserta kelas […]
Sarana kuliner terus bertumbuhan, terlebih di daerah pariwisata dan juga kota-kota besar Tanah Air. Di antaranya, Pulau Bali yang bergelimang wisatawan dalam dan mancanegara. Untuk memberi kenyaman para pendatang – baik wisatawan dalam dan luar Negeri, juga tentu masyarakat setempat — hingga berkenan berlama berada di daerah yang dikunjungi, tak dimungkiri, pelaku usaha kuliner pun […]
01 Februari 2019 @Gedung Kesenian Jakarta Mengangkat kisah hidup seorang penyair besar Indonesia, Amir Hamzah, tertuang dalam pementasan teater bertajuk ‘Nyanyi Sunyi Revolusi’, yang berlangsung pada 2 dan 3 Februari 2019 di Gedung Kesenian Jakarta. Sebuah pentas — karya naskah yang ditulis oleh Ahda Imran, penyair, juga dikenal menulis sejumlah naskah panggung, dan disutradarai oleh […]