FRAKTA, tas ikonik berwarna biru dari IKEA, tercatat sepanjang 30 tahun telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian jutaan pelanggan di seluruh Dunia. Dari sekadar solusi praktis membawa barang belanjaan, FRAKTA kini telah berkembang menjadi produk serbaguna, dan dengan penjualan tertinggi di IKEA, yaitu mencapai lebih dari 44 juta tas setiap tahunnya. Memasuki usia ke-30 tahun, […]
Mendorong anak-anak untuk mencintai tanaman
sejak kecil, merupakan salah satu tujuan Taman
Buah Mekarsari saat mengusung program
Balita Berkebun yang diselenggarakan pada bulan Maret 2020. Selain itu, diharapkan Anak juga menjadi lebih
sehat dan membangun sisi pengetahuan mereka sejak kecil.
Program “Balita Berkebun”, dikatakan oleh Firman Setiawan, Marketing Communication Taman Buah Mekarsari, ditujukan untuk pengunjung regular, dan Jadi
tidak perlu dalam grup. Dan, program ini tidak sebatas untuk Balita,
tetapi orangtua juga bisa ikut
menyertai.
“Setelah Balita beserta orangtua sudah membeli tiket, langsung masuk ke area sayuran tomat dan cabe, di Pertanian Terpadu, untuk berkegiatan. Di sini, Balita melakukan penanaman tanaman dan hasilnya bisa dibawa pulang,” kata Firman Setiawan saat ditemui di Area d’Farm Taman Buah Mekarsari, Bogor, Selasa (17/3/2020).
Firman Setiawan menambahkan penjelasannya,
bahwa pemilihan sayuran sebagai tanaman
untuk program “Balita Berkebun” adalah karena tanaman ini termasuk gampang
untuk ditanam dan tidak cepat layu. Proses penanaman dan edukasi, juga hanya sekitar 20 menit. Untuk selanjutnya, tanaman bisa dibawa pulang dan perawatan bisa
dilanjutkan di rumah.
“Dengan program “Balita Berkebun” ini,
kita mencoba mengajak anak-anak untuk terbiasa bersentuhan langsung dengan
alam. Kita mau mengajak anak-anak, untuk merasakan bahwa bermain di alam juga
menyenangkan. Jadi mereka tidak hanya terpaku pada gadget,” urainya.
Selain itu, dengan memberikan edukasi dalam bahasa yang dimengerti oleh anak seusai tersebut, sama saja dengan mendorong sisi pengetahuan mereka untuk berkembang sejak dini.
“Beberapa literatur juga menyebutkan
bahwa bermain di ruang terbuka hijau, bersentuhan dengan tanah, bisa membantu
sistem kekebalan tubuh anak. Sehingga bisa dapat keuntungan berlipat, bisa fun, sehat dan dapat edukasi. Jadi dengan
cara sederhana, bisa mendapatkan banyak manfaat. Bisa saya sampaikan, mengikuti program ini bisa mendatangkan banyak
manfaat,” ujarnya lebih lanjut.
Tambahnya,”Berkebun juga sebagai salah satu
cara untuk menurunkan tingkat stres.”.
Jakarta, 19 Februari 2018 – Berselonjor nyaman dan aman, untuk kemudian tidur pulas nan indah di atas kasur kamar tidur, pastinya dambaan setiap orang. Namun, tanpa diketahui oleh banyak orang, tempat tidur merupakan habitat utama dari tungau. Merupakan hewan yang tidak kasat mata yang hidup dengan memakan sisa materi organik seperti kelupasan kulit manusia. Tungau […]
Kehadiran anak merupakan amanah dan anugerah dari Sang Maha Kuasa. Kehidupan pasangan dalam perkawinan akan disempurnakan dengan kehadiran buah hati. Hal ini jugalah yang dialami pasangan Jacobus Dwihartanto dan Caroline. Kehidupan perkawinan mereka lengkap dengan kehadiran bayi cantik, yang kemudian dinamai Maria Priscilla Dwihartanto, pada 14 Mei 1997. Ia lahir setelah orangtua yang menantikannya selama […]
Memperingati ‘Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak’, Dewan Riset Daerah Prov. DKI Jakarta (DRD Jakarta) bekerjasama dengan Kajian Pengembangan Perkotaan Sekolah Kajian Strategik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, menyelenggarakan webinar publik. Acara mengangkat tema “Perempuan Bicara tentang Perempuan: Peran Perempuan dalam Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga selama Masa Pandemi Covid-19 di Daerah Perkotaan”, khususnya di […]