Demam dapat menjadi tanda awal terjadinya infeksi atau kondisi medis lainnya. Dan menurut U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC, 2024), — sebagai otoritas kesehatan masyarakat terkemuka — demam merupakan salah satu indikator klinis awal yang umum digunakan tenaga kesehatan untuk mendeteksi infeksi dan mengidentifikasi perubahan kondisi tubuh. Karenanya, keakuratan hasil pengukuran sangat diperlukan […]
Pada minggu ini, pecinta langit akan kembali
dimanjakan dengan Supermoon. Bulan purnama yang lebih terang, ini dikenal
dengan nama Full Pink Supermoon.
Staf Astronomi Planetarium dan Observatorium
Jakarta (POJ) Mohammad Rayhan
menjelaskan bahwa penamaan Full Pink Supermoon ini bukan karena warna bulan
berubah menjadi Pink atau merah
jambu.
“Penamaan bulan purnama, itu biasanya mengikuti budaya atau kejadian yang terjadi di wilayah tersebut. Jadi bulan purnama April, ini disebut Full Pink Supermoon berawal dari budaya di Amerika,” kata Rayhan saat dihubungi, Minggu (5/4/2020).
Full Pink Supermoon, berdasarkan literatur, merupakan penamaan dari munculnya bunga wild creeping phlox atau dikenal juga dengan nama moss pink.
“Bunga ini merupakan bunga yang memiliki
banyak warna. Dan sepertinya pada bulan April, ini yang berwarna pink terbilang paling banyak tumbuh. Bunga ini juga merupakan
bunga asli dari daerah Amerika Utara,” ujarnya.
Rayhan menjelaskan purnama pada bulan April ini merupakan purnama dengan posisi bulan yang terdekat dengan Bumi sepanjang tahun. “Efeknya, Bulan akan terlibat lebih besar tujuh persen dan 15 persen lebih terang dibandingkan Bulan purnama biasa,” ujarnya.
Founder
Langit
Selatan Avivah memaparkan bahwa
jarak Bulan dengan Bumi pada saat bulan purnama bulan April ini adalah 356.907
km. Katanya,”Bulan ada di posisi perigee.
Bulan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Ini
merupakan kesempatan yang baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya,”
ujarnya saat dihubungi secara terpisah.
Ia menambahkan, jika pecinta langit bisa mengamati sejak awal
bulan, maka akan terlihat tahapan pergeserannya dengan jelas.
“Tanggal 1 April itu posisi bulan di 45
persen. Lalu pada tanggal 2, di 56 persen. Kalau tanggal 5 ini sudah di 86
persen. Berikutnya, di 93 persen, 98 persen di tanggal 7 dan pas di tanggal 8,
100 persen,” pungkasnya.
Jakarta, 21 Agustus 2018 – Aplikasi berbasis komunitas dan bagian dari perusahaan Google,Waze, menambahkan fitur spesial yaitu suara navigasi yang diisi oleh aktris berparas cantik, Dian Sastrowardoyo untuk merayakan perhelatan Asian Games 2018. Suara aktris yang namanya kian bersinar lewat film ia perani, “Ada Apa Dengan Cinta” (AADC) sudah melalui proses kustomisasi, akan semakin membawa semangat Asian Games […]
Selama lebih dari dua dekade, ‘Indonesian Dance Festival’ (IDF) berkibar di dunia tari Internasional, kiranya telah mendorong munculnya begitu banyak koreografer terkemuka. Maka di setiap penyelenggaraan IDF, tidak hanya menampilkan karya-karya koreografer terkenal dunia Internsional, namun juga berupaya menemukan bakat-bakat para koreografer muda Indonesia untuk ditampilkan di IDF. Di acara pembukaan, atau menginjak hari pertama […]
14 Agustus 2018 @Qubicle Center – Jl. Senopati, Jakarta Selatan Wajah film Nasional kian menebar magnit. Salah satunya, melalui film karya Sutradara Teddy Soeriaatmadja, berjudul “Menunggu Pagi”. Yang dari sisi cerita saja, — mengangkat konflik anak muda Metroplitan bernuansa drama cinta, dengan berlatar belakang event musik Internasional terbesar di Indonesia dan Asia. Tambah berpesona saja […]