Terbilang banyak yang masih memandang golf sebagai olahraga eksklusif yang ribet dan mahal. Karena, di label “rich man’s sport” butuh tas, strik, sepatu khusus, serta antrean biaya untuk keanggotaan atau sewa lapangan. Padahal, layaknya olahraga santai populer lainnya seperti biliar atau bowling, yang di akhir pekan atau sore bisa dijadikan hiburan ringan dengan biaya relatif […]
Waktunya mewaspadai penyakit Autoimun. Merupakan suatu kondisi di mana
sistem kekebalan tubuh atau sistem imun menyerang tubuh sendiri. Terbilang, ada
ratusan jenis penyakit Autoimun, yang
salah satunya sering diperbincangkan adalah Inflammatory Bowel Disease
(IBD) atau Radang Usus.
IBD merupakan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kelainan yang berhubungan dengan peradangan pada saluran pencernaan atau gastrointestinal.
Prof. DR. dr. Aru W. Sudoyo
Bertujuan agar masyarakat lebih mengenal dan mewaspadai penyakit Autoimun IBD, MCF (Marisza Cardoba Foundation), organisasi nirlaba — didirikan pada tahun 2012 oleh Marisza Cardoba (ODAI) dan Prof. DR. dr. Aru W. Sudoyo SpPD, KHOM, dan diketuai Dr Lilik Sudarwati A. S.Psi, MH — yang menjadi mitra Pemerintah, mengedukasi pentingnya penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan Autoimun.
Dr Lilik Sudarwati A.
Dewan Pembina MCF, dr. Prasna
Pramita Sp.PD,K-AI,FINASIM,MARS, yang juga narasumber medis pada kegiatan webinar edukasi Autoimun, mengatakan bahwa IBD terdiri dari dua jenis penyakit
yaitu Penyakit Crohn (PC) dan Kolitis Ulseratif (KU). KU adalah
peradangan kronis pada lapisan terdalam usus besar atau kolon, sedangkan PC yang juga dikenal sebagai Crohn’s Disease, merupakan
peradangan yang terjadi di seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga
ke dubur.
“Selain di usus, peradangan juga dapat timbul di luar sistem pencernaan, seperti di mata, kulit, atau sendi (artritis). Khusus pada penderita PC, sariawan atau luka bahkan dapat muncul di area kelamin,” jelas dr. Prasna Pramita.
dr. Prasna Pramita
Menurut Dokter berparas cantik yang juga aktif membina belasan ribu
orang dengan Autoimun (ODAI) di MCF, penyebab pasti terjadinya peradangan gastrointestinal tersebut belum
diketahui, namun diduga terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.
Lebih lanjut dr. Prasna Pramita menjelaskan bahwa PC lebih banyak dialami wanita, sedangkan KU lebih banyak diderita pria. Radang usus dapat terjadi pada semua
usia, namun lebih sering ditemukan pada usia 15-30 tahun.
Selain penyintas Autoimun, seseorang dapat lebihberesiko mengalami radang usus dikarenakan beberapa
hal yaitu merokok, memiliki riwayat infeksi, sering mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS),
tinggal di dekat kawasan industri, berusia di bawah 35 tahun, dan memiliki
faktor genetik atau keturunan.
Ada serangkaian langkah untuk menegakkan diagnosa IBD, mulai dari pemeriksaan tinja hingga menggunakan alat khusus yang dilengkapi kamera untuk
melihat lapisan rongga usus. “Pengobatan diberikan dengan target remisi yakni gejala yang muncul mereda
dan kekambuhan dapat dicegah. Karena seperti penyakit Autoimun lainnya IBD
tidak bisa benar-benar disembuhkan,” lanjut dr. Prasna.
“Namun pada kasus dengan gejala berat yang tidak kunjung membaik,
dibutuhkan tindakan operasi sesuai dengan jenis radang yang dialami pasien,
seperti proktokolektomi yaitu pengangkatan
seluruh usus besar pada kasus KU berat, atau pengangkatan sebagian saluran
pencernaan yang rusak pada kasus PC,”
jelas dr. Prasna.
Untuk mencegah terjadinya IBD,
dr. Prasna menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat, di antaranya :
Memperhatikan jenis
makanan dan minuman yang dikonsumsi. Pilih sumber makanan sehat, bernutrisi
utuh (minim proses), dan alami (bebas zat artifisial
seperti pengawet, pewarna, penyedap, dan sebagainya). Hindari susu, alkohol,
kafein, dan makanan pedas karena dapat menimbulkan keluhan diare. Selain itu,
batasi konsumsi gluten dan makanan
berlemak, serta perbanyak makanan berserat.
Hentikan kebiasaan
merokok karena dapat memperparah peradangan usus, khususnya pada PC.
Olah raga rutin dapat mengembalikan fungsi normal usus dan juga
mengurangi stres
Kolaborasi Dinas Kesehatan, Danone Indonesia dan Alodokter dalam menyelenggarakan Program Pelatihan & Screening Generasi Maju Bebas Stunting 2024, menggapai kesukses. Program yang dilaksanakan dalam bentuk roadshow di 20 Puskesmas yang tersebar di pulau Jawa, ini dirancang untuk menurunkan prevalensi stunting dengan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, termasuk Dokter Anak, Dokter Umum, Bidan, dan kader kesehatan melalui […]
Jakarta, 20 Maret 2018 – Tumpukan pernak-pernik di laci, pakaian yang digantung di belakang pintu, atau tas yang lebih dari satu di pojok ruang, mungkin saja yaitu pemandangan yang seringkali kita temui dirumah. Senantiasa ada rasa sayang serta takut untuk kurangi jumlah barang yang kita taruh dirumah. Walau sebenarnya, sebenarnya kita seringkali bingung ingin disimpan […]
Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent bersama PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) terus menggaungkan pentingnya merawat gigi dan mulut dengan tepat serta rutin berkonsultasi ke dokter gigi melalui kampanye ‘Jangan Tunggu Sampai Sakit Gigi, Konsultasi Gigi Sekarang’. Dikatakan drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia “Kesehatan gigi dan mulut […]